News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Warak, Binatang Rekaan yang Hadir Jelang Ramadhan di Semarang

Ramadhan di Kota Semarang, Jawa Tengah, punya warna yang berbeda. Di sinilah akulturasi budaya menjadi ciri khas warga saat menyambut bulan suci.
Rabu, 23 Maret 2022 - 11:41 WIB
Warak yang menjadi tradisi di Kota Semarang jelang masuknya bulan Ramadhan.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, Jawa Tengah - Ramadhan di Kota Semarang, Jawa Tengah, punya warna yang berbeda. Di sinilah akulturasi budaya menjadi ciri khas warga saat menyambut bulan suci. Keragaman budaya hidup erat berdampingan sejak lama di kota ini. Dan itu disimbolkan dengan sebuah replika binatang bernama warak.

Sebutan ini diberikan oleh ulama Semarang lebih dari seabad yang lalu. Asalnya dari bahasa Arab wara'i. Yang  artinya suci. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bentuknya berupa perpaduan binatang kambing yang melambangkan budaya Jawa dan binatang onta yang melambangkan budaya Arab.

Setiap akan memasuki bulan Ramadhan  warak pun banyak dibuat. Karena replika binatang rekaan ini akan dipakai untuk hiasan arak-arakan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Bicara warak tak bisa lepas dari Kampung Purwodinatan Kota Semarang. Di sinilah warga secara turun temurun menjadi perajin warak. Menurut Agung, salah satu perajin warak sekaligus tokoh budaya setempat, warak mempunyai banyak filosofi.

"Ya, visualisasi warak itu harus ngendit, ngendog, dan ngeden. Itu menggambarkan nilai filosofi maisng-masing," jelas Agung.

Ia merinci, ngendit itu seperti ada semacam garis di pinggang yang menurut marwah para ulama diberi garis hitam, itu melambangkan mengikat nafsu dan amarah.

"Kemudian ngeden, ya badan, ekor, leher, kaki itu kaku, bulunya juga kaku menghadap ke atas yang melambangkan menahan sikap waktu bulan puasa. Terus ada ngendog atau bertelur di bawahnya, yang artinya semua ibadah itu akan menghasilkan yang baik," jelasnya.

Warak dibuat dalam beberapa ukuran. Untuk yang kecil dipakai untuk mainan anak-anak. Sedang yang besar untuk keperluan karnaval.

Warak-warak mainan ini sangat disukai anak-anak. Makanya para perajin membuatnya lebih banyak. 

"Terutama pesanan dari pedagang yang menggelar lapak di pasar malam dugderan sebelum masuknya bulan Ramadhan. Sebagian lainnya adalah pesanan dari beberapa sekolah dan instansi yang akan mengikuti arak-arakan dan pawai menjelang Ramadhan. Tapi tahun ini kita belum tahu apakah karnaval diadakan," ungkapnya.

Dalam versi yang lain menurut berbagai literatur, warak punya kepala berbentuk naga. Ini juga merupakan sebuah akulturasi budaya. Sebab di Semarang pada perkembangan selanjutnya juga hidup masyarakat etnis Tionghoa. Sebagian dari mereka juga muslim.  Maka warak pun menjadi simbol perpaduan tiga budaya. Yaitu Arab, Jawa, dan Tionghoa.

Menjelang Ramadhan adalah masa panen perajin warak. Meski tak sebanyak masa jayanya dulu, namun masih cukup lumayan juga. Minimal perajin bisa membuat 200 warak berbagai ukuran. Yang paling kecil tingginya 50 senti. Yang besar antara 2 hingga tiga meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahan utama yang dipakai adalah kertas dan kayu, untuk membentuk badan dipakai kertas kardus, dan kerangkanya memakai kayu bekas kotak. Semuanya dirangkai membentuk replika binatang warak. Untuk bulu-bulunya, bahan yang dipakai adalah kertas minyak," kata Arief, perajin lainnya. 

Perajin menerima pesanan membuat warak sesuai permintaan. Baik ukuran, bentuk, warna, dan variasi hiasan. Harganya menyesuaikan pesanan. Untuk ukuran kecil lima puluh ribu rupiah. Sedangkan yang besar bisa jutaan. (Teguh Joko Sutrisno/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soft Spoken Banget, Pengendara Mobil di Cikupa Tangerang Akui Salah Sudah Lawan Arah hingga Minta Maaf Viral

Soft Spoken Banget, Pengendara Mobil di Cikupa Tangerang Akui Salah Sudah Lawan Arah hingga Minta Maaf Viral

Pengendara mobil dengan nada soft spoken mengaku sudah lawan arah dan minta maaf berkali-kali di kolong jembatan di Cikupa, Tangerang viral di media sosial.
Impor Diklaim Meledak, Sinyal Industri Bangkit Imbas Barang Modal Melonjak Tajam di Awal 2026

Impor Diklaim Meledak, Sinyal Industri Bangkit Imbas Barang Modal Melonjak Tajam di Awal 2026

Lonjakan impor Indonesia di awal 2026 justru menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor industri nasional.
Tiga Prajurit TNI Gugur, Fraksi PAN DPR RI Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon

Tiga Prajurit TNI Gugur, Fraksi PAN DPR RI Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon

Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon saat melangsungkan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan Israel menuai duka mendalam.
Negara Harus Pastikan Keadilan atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Anggota DPD: Seret Israel ke ICC

Negara Harus Pastikan Keadilan atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Anggota DPD: Seret Israel ke ICC

Tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon gugur karena serangan Israel. Anggota DPD RI minta negara ambil langkah tegas.
Hasil Final Four Proliga 2026: Meski Belum Full Skuad, LavAni Masih Terlalu Tangguh untuk Jakarta Garuda Jaya

Hasil Final Four Proliga 2026: Meski Belum Full Skuad, LavAni Masih Terlalu Tangguh untuk Jakarta Garuda Jaya

Hasil Final Four Proliga 2026 laga pembuka di hari kedua Seri Surabaya antara LavAni menghadapi Jakarta Garuda Jaya.
Resmi! FFI Umumkan 14 Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026, Ardiansyah Runtuboy Dicoret dari Skuad

Resmi! FFI Umumkan 14 Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026, Ardiansyah Runtuboy Dicoret dari Skuad

FFI resmi merilis 14 pemain Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 di Thailand. Absennya Ardiansyah Runtuboy jadi sorotan jelang misi juara bertahan.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Masalah paspor WNI pemain Timnas Indonesia tersebut tak hanya jadi buah bibir di maupun Indonesia. Salah satu media Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT