GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Top 3 Hercules: Markas Dibongkar Anak Buah Hercules Akui Capek, Pedagang Ngaku Ormas Hercules Meresahkan Todong Rp22 Juta,  Sutiyoso Keluarkan Perintah untuk Ketum GRIB Jaya

Top 3 Berita Paling Banyak Dibaca Hari Ini: Polemik Hercules, Ormas GRIB Jaya, dan Konflik Lahan dengan BMKG. Bagaimana kelanjutan soal konflik Grib Jaya?
Kamis, 29 Mei 2025 - 22:57 WIB
Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshal alias Hercules
Sumber :
  • Tangkapan layar

tvOnenews.com - Polemik seputar organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya yang dipimpin oleh Hercules Rosario Marshal terus menjadi sorotan publik. 

Mulai dari konflik lahan dengan BMKG di Tangerang Selatan, tudingan pungli terhadap pedagang, hingga permintaan maaf Hercules kepada Sutiyoso yang sempat dihina, menjadi rangkaian isu yang membetot perhatian nasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga peristiwa ini bukan hanya menyangkut ormas besar yang dikenal punya massa militan. 

Tetapi juga memperlihatkan potensi gesekan sosial antara masyarakat, institusi negara, dan kelompok informal yang mengklaim sebagai pembela hak rakyat.

Berikut ini adalah Top 3 artikel paling banyak dibaca hari ini yang merangkum perkembangan terbaru terkait GRIB Jaya, Hercules, serta dampak konflik lahan yang memanas.

1. Markas GRIB Jaya Dibongkar, Anak Buah Hercules Mengaku Lelah: “Kami Sebenarnya Capek”

Organisasi GRIB Jaya harus menerima kenyataan pahit ketika markas mereka di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dibongkar oleh petugas gabungan sebagai bagian dari upaya penertiban lahan yang diklaim milik BMKG. 

Sengketa ini melibatkan GRIB Jaya, ahli waris lahan, dan BMKG yang bersikukuh bahwa tanah tersebut adalah aset negara.

Ketua tim hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, menyampaikan bahwa organisasinya hanya berperan mendampingi ahli waris secara hukum. 

Meski kini dicitrakan negatif, ia menegaskan bahwa mereka tidak menyerobot lahan secara liar. 

“Sekarang kami sudah disudutkan,” ucap Wilson melalui kanal YouTube GRIB TV. Ia juga menambahkan, 

“Kami juga sebenarnya capek menangani kasus ini.”

Pedagang hewan kurban di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Pedagang hewan kurban di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Sumber :
  • Istimewa

 

Namun, di balik kelelahan itu, Wilson tak memungkiri bahwa konflik ini memberi momentum publikasi luas bagi GRIB Jaya. 

“Sebenarnya inilah momen kami melakukan publikasi secara gratis,” katanya. 

GRIB Jaya mengklaim memiliki girik sebagai bukti sah kepemilikan lahan dan menyebut pihak kelurahan telah memberikan pengakuan informal atas dokumen tersebut.

Sengketa ini telah menimbulkan korban hukum dan sosial. Belasan anggota GRIB Jaya ditangkap polisi, dan para pedagang UMKM yang menyewa lapak dari GRIB pun terkena imbas. 

Pihak GRIB membantah tuduhan pungli dan menegaskan bahwa penyewaan dilakukan demi mendukung ekonomi masyarakat. 

Namun ketegangan di lapangan terus berlanjut tanpa adanya kejelasan hukum yang final.

2. Pedagang Ngaku Ditodong Uang Rp22 Juta, Tuduhan Pungli Ormas Hercules Bikin Resah

Setelah pembongkaran markas GRIB Jaya, muncul pengakuan mengejutkan dari pedagang hewan kurban yang menyewa lapak di lahan sengketa. 

Ina Wahyu Ningsih, seorang pedagang, menyebut dirinya sempat ditodong Rp25 juta oleh Ketua GRIB Jaya Tangerang Selatan sebagai syarat mendirikan lapak. 

“Awalnya ditodong Rp25 juta, lalu akhirnya disepakati Rp22 juta,” kata Ina kepada tvOne, Rabu (28/5/2025).

Ina menyampaikan bahwa ia memilih sistem cicilan, namun kembali diminta Rp5 juta oleh oknum ormas yang mengaku butuh dana untuk takziah. 

Pedagang hewan kurban di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Pedagang hewan kurban di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Sumber :
  • Istimewa

 

“Transfer lagi Rp5 juta, tapi saya bilang saya mau bayar lagi kalau sapi sudah turun,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak tahu lahan tersebut milik BMKG saat pertama kali bernegosiasi.

Kini setelah aparat gabungan menertibkan kawasan tersebut, Ina merasa lega. “Kalau penertiban bagus ya, karena kita juga sebenarnya keberatan atas ormas-ormas itu karena meresahkan kita,” ujarnya. 

Ia berharap penertiban ini bisa menjadi awal dari penindakan lebih luas terhadap ormas-ormas yang dinilai melampaui batas.

Pihak GRIB Jaya melalui Tim Hukum Hika T.A Putra membantah tudingan bahwa mereka menduduki lahan secara ilegal. 

Mereka justru mempertanyakan legalitas dokumen BMKG dalam melakukan eksekusi terhadap lahan tersebut.

3. Setelah Hina Sutiyoso, Hercules Minta Maaf Langsung dan Dapat Perintah Tegas: “Jangan Dipikir Lagi”

Isu seputar GRIB Jaya makin melebar ketika pernyataan Hercules yang menghina purnawirawan TNI, Sutiyoso, viral di media sosial. 

Hercules sempat menyebut Sutiyoso dengan istilah “bau tanah”, memicu kemarahan dari para sesepuh militer. 

Merasa bersalah, Hercules akhirnya mendatangi kediaman Sutiyoso secara langsung pada Rabu (28/5/2025) untuk meminta maaf.

Ketum GRIB Jaya Hercules temui mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso
Ketum GRIB Jaya Hercules temui mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso
Sumber :
  • Tangkapan Layar

 

Permintaan maaf ini diterima dengan tangan terbuka oleh Sutiyoso yang menyebut sikap Hercules sebagai tindakan gentleman. 

“Saya sangat menghormati ya dengan sikap yang begitu gentleman,” ujar Sutiyoso, dikutip dari kanal GRIB TV. 

Ia menambahkan, “Bukan saja lewat media minta maaf ke saya… ini sebuah kehormatan yang sangat baik.”

Setelah menerima permintaan maaf tersebut, Sutiyoso memberikan pesan bijak dan tegas. “Jadi setelah pertemuan ini jangan kamu pikir lagi,” ucapnya kepada Hercules. 

Ia juga mengingatkan hubungan emosional mereka di masa lalu saat masih sama-sama berjuang. “Saya adalah ayahmu berdua, kita ingat-ingat perjuangan dulu bersama-sama,” tambah Sutiyoso.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hercules pun menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengakui kesalahan yang telah dilakukannya. 

Namun, peristiwa ini menambah panasnya sorotan terhadap GRIB Jaya, yang kini terjebak dalam pusaran konflik hukum, sosial, dan opini publik. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Salat Tarawih 23 Rakaat Dilaksanakan dalam Waktu 7 Menit di Blitar, Sudah Dilakukan dari 1907 Silam

Salat Tarawih 23 Rakaat Dilaksanakan dalam Waktu 7 Menit di Blitar, Sudah Dilakukan dari 1907 Silam

Salat tarawih 23 rakaat termasuk witir dilaksanakan dalam waktu 7 menit di Blitar. 
Pesawat Dilaporkan Jatuh di Krayan Kalimantan Utara

Pesawat Dilaporkan Jatuh di Krayan Kalimantan Utara

Sebuah pesawat dilaporkan jatuh di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (19/2/2026) siang. 
Cucun Soal Kembalinya Ahmad Sahroni Jadi Pimpinan Komisi III: Itu Mekanisme Fraksi

Cucun Soal Kembalinya Ahmad Sahroni Jadi Pimpinan Komisi III: Itu Mekanisme Fraksi

Cucun menegaskan bahwa seluruh proses berjalan sesuai mekanisme fraksi.
Jaga Marwah Reformasi, BEM UNAS Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Perkuat Supremasi Sipil

Jaga Marwah Reformasi, BEM UNAS Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Perkuat Supremasi Sipil

Struktur ini dirancang untuk memastikan kepolisian bekerja secara profesional, sipil, dan jauh dari bayang-bayang militerisme masa lalu.
Puan Maharani Soal Prabowo KTT di AS: Indonesia Konsisten Dukung Palestina, Meski Ada Israel

Puan Maharani Soal Prabowo KTT di AS: Indonesia Konsisten Dukung Palestina, Meski Ada Israel

Menurut Puan, posisi Indonesia tetap pada politik bebas aktif dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Ada Perubahan Jam Belajar, Anak Sekolah di Jakarta Maksimal Pulang Jam 14.00 WIB Selama Puasa

Ada Perubahan Jam Belajar, Anak Sekolah di Jakarta Maksimal Pulang Jam 14.00 WIB Selama Puasa

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di Jakarta maksimal hanya sampai pukul 14.00 WIB selama bulan Ramadhan.

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT