Terungkap Alasan Kematian Misterius Arya Daru, Terawangan Denny Darko: Saya Katakan Ini di …
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Kematian misterius Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kemlu, terus jadi teka-teki. Denny Darko menerawang lewat tarot dan menyebut dugaan mengejutkan.
Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, menjadi sorotan setelah ditemukan tewas secara misterius.
Arya Daru ditemukan dalam kondisi tragis di kamar kosnya dengan kepala dilakban, membuat publik bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab kematian diplomat 39 tahun ini.
Kasus Arya Daru tidak hanya menarik perhatian media nasional, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Denny Darko Terawang Kematian Misterius Arya Daru. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Kematian Arya Daru yang terjadi pada 8 Juli 2025 di Guest House Gondia, Menteng, Jakarta Pusat, masih belum mendapat kejelasan.
Berdasarkan laporan awal, jenazah ditemukan dengan kepala terlilit lakban kuning dan tubuh dibungkus selimut, tetapi visum tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
Uniknya, sidik jari Arya ditemukan di lakban, mengarah pada dugaan bunuh diri, meskipun kemungkinan pembunuhan belum bisa diabaikan.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan secara resmi hasil penyelidikan mereka.
Sementara itu, publik terus menyoroti kejanggalan yang ada, termasuk video CCTV yang menunjukkan Arya masih beraktivitas dengan wajar sebelum kematiannya.
Sosok penjaga kos yang muncul dalam rekaman juga menjadi sorotan, memicu kecurigaan dan spekulasi liar.
Untuk menjawab rasa penasaran publik, pembaca tarot ternama Denny Darko turut angkat bicara.
Dalam video unggahan di kanal YouTube Cumicumi pada 19 Juli 2025, Denny menyampaikan penerawangannya yang mengejutkan tentang kasus Arya Daru.
“Saya mengartikan kartu ini. Saya jawab dulu, ini dugaan saya. Kenapa polisi tidak mengungkapkan? Nah, ini memperkuat dugaan saya. Karena kalau seandainya dia ini bunuh diri, sepertinya polisi akan segera mengungkapkannya."
Menurut Denny, kehati-hatian polisi justru menunjukkan bahwa mereka sedang berhati-hati menangani kasus penghilangan nyawa.
Ia bahkan menduga kuat ada bukti baru yang ditemukan sehingga penyelidikan jadi tertunda.
“Maka, jika polisi melakukan kehati-hatian seperti ini, dugaan kita adalah ada sebuah tindakan penghilangan nyawa, dan polisi sangat berhati-hati untuk mengungkapkannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Denny juga menyebut bahwa perhatian dari Kapolri menandakan ada tekanan dan keseriusan dalam menyelidiki kematian Arya Daru.
“Hal lain coba kita lihat, ada juga atensi dari Kapolri. Karena adanya upaya yang menurut saya lebih keras, karena ternyata kasus ini menyita perhatian masyarakat. Maka sepertinya mereka setiap saat berusaha untuk menemukan bukti dan pembuktian baru.”
Menurut penerawangan Denny, tindakan membungkus kepala dengan lakban kemungkinan besar tidak mungkin dilakukan sendiri tanpa mengikat tangan terlebih dahulu.
Dari sini ia menguatkan keyakinannya, “Saat pertama kali kasus ini mencuat, saya 90% meyakini ini... Itu karena kepalanya dilakban. Karena jika ini maka memerlukan tangan korban diborgol terlebih dahulu, baru kepala dilakban. Karena secara refleks, saat kita sesak napas, pasti kita akan berusaha membuka lakban.”
Dalam pandangan Denny, jika benar ini adalah aksi bunuh diri, metode yang digunakan akan jauh berbeda.
Ia menyebut beberapa metode yang lazim dalam kasus bunuh diri, seperti gantung diri atau melompat dari ketinggian, bukan tindakan yang membutuhkan waktu seperti membungkus kepala dengan lakban.
Meski begitu, Denny juga mengimbau masyarakat untuk tidak gegabah dalam menyimpulkan keterlibatan penjaga kos yang terekam CCTV.
“Saya kira kalau kecurigaan itu wajar. Karena, ya memang, selain korban, yang terlibat di sini kan cuma penjaga kosan. Maka sewajarnya jika masyarakat menganggap bahwa penjaga kosan ini dicurigai ikut terlibat. Karena, kan, enggak ada pemeran lain. Kalau film itu, cuma ada dua tadi.”
Namun ia mengingatkan kembali bahwa tindakan penjaga kos sejauh ini masih dalam batas wajar dan belum ada bukti konkret yang mengaitkannya langsung dengan kematian Arya Daru.
“Nah, tapi ini pun juga tidak bisa kita katakan secara langsung, karena tidak ada keterkaitan yang jelas. Penjaga kosan ini pun melakukan tindakannya yang memang diharuskan dilakukan oleh penjaga kosan. Curiga atau mencurigai, tapi tindakannya semuanya normal.”
Denny mengajak publik untuk bersabar dan menunggu hasil resmi dari kepolisian.
“Masyarakat sebaiknya tidak menarik kesimpulan terlebih dahulu, dan benar-benar menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Karena kita pun belum mengetahui ini semua posisi sebenarnya seperti apa.”
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak kepolisian tentang hasil penyelidikan mendalam terhadap kematian Arya Daru.
Namun penerawangan Denny Darko sudah memberi gambaran betapa kompleks dan misteriusnya kasus ini.
Kematian Arya Daru Pangayunan bukan hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga dan rekan diplomatnya, tetapi juga menjadi teka-teki besar di mata publik.
Meskipun secara medis ada dugaan bunuh diri, penerawangan dari Denny Darko membuka kemungkinan lain yang lebih gelap yaitu dugaan pembunuhan.
(anf)
Load more