News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Review Film “Where The Rainbow Ends?”: Drama Road Movie Indonesia–Jepang yang Menyentuh Hati

Film 'Where The Rainbow Ends?', menghadirkan kolaborasi Indonesia–Jepang yang sarat makna, mengangkat kisah tentang keluarga, persahabatan, dan pencarian jati
Jumat, 3 Oktober 2025 - 00:54 WIB
Review Film “Where The Rainbow Ends?”: Drama Road Movie Indonesia–Jepang yang Menyentuh Hati
Sumber :
  • Tangkapan layar youtube mop channel

tvOnenews.com - Sebuah karya drama perjalanan lintas budaya bertajuk Where The Rainbow Ends? siap mewarnai layar lebar pada 2026 mendatang. Film berdurasi 100 menit ini menghadirkan kolaborasi Indonesia–Jepang yang sarat makna, mengangkat kisah tentang keluarga, persahabatan, dan pencarian jati diri. 

Menariknya, film ini juga menjadi debut produksi KAN JIA Pictures di dunia perfilman, sekaligus langkah awal mereka mempersembahkan cerita yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari YouTube MOP Channel, film ini tidak hanya menjadi langkah awal rumah produksi tersebut di industri perfilman Indonesia. 

Akan tetapi juga menghadirkan kolaborasi lintas budaya Indonesia–Jepang yang dikemas dalam kisah penuh makna tentang keluarga, persahabatan, dan pencarian jati diri.

Sejak tahap awal, proyek ini mendapat dukungan kuat dari WOWNAS, sebuah lembaga berbasis di Jepang yang diketuai Akiko-san. WOWNAS berperan dalam aspek teknis hingga pemilihan lokasi, yang akhirnya menjadikan Kota Shiga sebagai latar utama. 

Keputusan ini cukup menarik, karena Shiga jarang diekspos dalam film internasional, padahal menyimpan kekayaan alam dan budaya yang otentik. 

Pemerintah Kota Shiga sendiri menyambut hangat produksi ini, dan proses syuting direncanakan dimulai pada 19 Oktober 2025. Dukungan resmi tersebut mempertegas bahwa “Where The Rainbow Ends?” bukan hanya proyek film, tetapi juga jembatan budaya antara dua negara.

Alur Cerita: Pencarian Rumah dan Arti Pulang

Film ini berkisah tentang Yuka (Elsa Japasal), seorang remaja Jepang yang besar di Indonesia bersama ibu angkatnya, Kaabun (Vonny Anggraini). 

Hidup Yuka berubah drastis setelah sebuah peristiwa mengguncang batinnya. Dalam pencarian jawaban, ia menemukan sebuah buku ilustrasi peninggalan orang tua kandungnya. 

Berbekal petunjuk samar itu, Yuka nekat berangkat ke Jepang demi menelusuri jejak masa lalu dan menemukan rumah lamanya, sebuah tempat yang diyakininya mampu mengembalikan arti “pulang”.

Perjalanan Yuka mempertemukannya dengan tiga karakter lain: Hye Rin (Josevanie Allestra), gadis Indo-Korea penuh semangat yang menyimpan luka keluarga; Arka (Bima Azriel), sahabat lama yang kembali hadir dengan kesetiaan; serta Masato (Reon Kidera), mahasiswa kedokteran sekaligus atlet baseball yang masih dihantui masa lalu. 

Bersama mereka, Yuka menapaki perjalanan lintas kota di Jepang, membawa penonton ikut larut dalam kisah persahabatan, kehilangan, dan harapan.

Sentuhan Dua Sutradara, Dua Gaya Berbeda

Hal unik dari film ini adalah keterlibatan dua sutradara dengan pendekatan berbeda. Hendy Sukarya dikenal lewat gaya visual puitis yang mampu menghadirkan adegan emosional nan dramatis. 

Sementara Mawan Kelana hadir dengan pendekatan realistis yang menjaga cerita tetap hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sinergi keduanya diharapkan menciptakan atmosfer perjalanan yang indah secara visual sekaligus menyentuh hati penonton.

Di balik layar, film ini diproduseri oleh Rizaldi Chaka dan Ony W. Pahlevi, yang juga menulis cerita bersama Jocelyn Cordelia. Executive Producer Julyana Tariani menegaskan bahwa energi segar dalam film ini lahir dari semangat kolaborasi lintas generasi dan negara. 

“Kami yakin karya perdana ini akan menghadirkan pengalaman sinematis yang meninggalkan jejak emosional di hati penonton,” ujarnya. Dengan didukung para aktor muda berbakat serta sinematografi yang memukau, “Where The Rainbow Ends?” lebih dari sekadar tontonan. 

Film ini adalah pengalaman emosional, tentang menertawakan kebersamaan, merasakan kehilangan, sekaligus menemukan arti rumah. Sebagaimana tagline-nya, di ujung pelangi selalu ada rumah; asal kita berani melangkah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai film debut, “Where The Rainbow Ends?” tampak menjanjikan. Kolaborasi Indonesia–Jepang, latar Shiga yang eksotis, serta narasi emosional membuatnya layak ditunggu. 

Jika produksi berjalan sesuai rencana, film ini berpotensi menjadi salah satu karya penting di layar lebar 2026, sekaligus bukti bahwa kisah tulus memang selalu menemukan jalan menuju hati penonton. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia usai sejumlah keputusan kontroversial wasit rugikan Garuda. Tetapi, Justin Hubner tegaskan skuad Garuda tetap kuat.
Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pembimbing umrah diduga menghina jemaah lansia. 
Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, merasa puas untuk bisa memetik satu poin dari Timnas Indonesia. Padahal, mereka unggul jumlah pemain sejak pengujung babak pertama.
Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berbicara jujur soal kartu merah yang diberikan kepada Thom Haye. Dia mengakui bahwa itu mengubah jalannya permainan melawan Timnas Indonesia.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia, Deni Fianda mengaku optimistis bahwa tim Merah Putih bisa meraih medali emas di Asian Games 2026. Rasa percaya diri ini ditunjukkan usai skuad Garuda mampu tampil apik.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT