News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ulah Resbob Berujung Kemarahan Banyak Orang Sunda, Paguyuban Sunda Ngahiji Tak Sudi Memaafkan

Ulah Resbob hina orang Sunda memicu kemarahan besar. Paguyuban Sunda Ngahiji dengan tegas menolak permintaan maaf dan mendesak proses hukum hingga tuntas.
Jumat, 12 Desember 2025 - 16:36 WIB
Resbob
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @adimasfirdauss

tvOnenews.com - Kasus Resbob kembali membara dan kali ini memicu gelombang kemarahan yang jauh lebih besar. Pada 11 Desember 2025, konten kreator YouTube asal Batam bernama Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob membuat publik heboh setelah video live streaming-nya viral di media sosial. 

Dalam rekaman tersebut, ia menghina orang Sunda dan suporter Persib Bandung (Viking) dengan kalimat kasar seperti “Viking anj**”* dan “pokoknya semua orang Sunda anj**”*.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ujaran bernuansa SARA itu diucapkan saat ia mengemudi, dan seketika menyulut kemarahan warga Jawa Barat serta netizen di seluruh Indonesia.

Video tersebut menyebar cepat melalui TikTok, Instagram, dan X. Banyak yang menilai ucapan Resbob tidak hanya melukai perasaan masyarakat Sunda, tetapi juga mengancam keharmonisan antarsuku.

 Walaupun kemudian Resbob mengunggah video permintaan maaf di Instagram, menyebut dirinya kelepasan karena pengaruh alkohol dan menyatakan itu “kecelakaan murni” publik justru semakin marah karena merasa alasan tersebut tidak bisa diterima.

Sejumlah tokoh turut merespons keras. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta Polda Jabar mengusut tuntas tindakan tersebut. 

Erwan Setiawan (Wakil Gubernur Jawa Barat): Mengecam keras dan meminta Polda Jabar segera selidiki untuk efek jera, menyebutnya sebagai ujaran kebencian yang berpotensi memecah bangsa.

Sementara komika Sule, yang juga berasal dari Sunda, menyebut perkataan Resbob sebagai penghinaan dan meminta ia belajar menghargai orang lain. 

Hingga 12 Desember 2025, kasus ini resmi masuk laporan Polres Bandung dan diteruskan ke Polda Jabar dengan dugaan pelanggaran UU ITE terkait ujaran kebencian SARA.

Kampus tempat Resbob menempuh pendidikan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, juga menyatakan akan mempertimbangkan sanksi internal.

Namun situasi memanas semakin jauh setelah Paguyuban Sunda Ngahiji menyatakan sikap tegas: mereka tidak sudi menerima permintaan maaf Resbob.

Akun Instagram @infobandungsatucom mengunggah video pernyataan resmi dari perwakilan Keluarga Besar Urang Sunda Ngahiji usai membuat laporan ke Polda Jabar.

Dalam video itu, salah satu perwakilan berkata, “Alhamdulillah kami keluarga besar orang Sunda asli, telah menyatakan sikap, apabila atas nama akun Resbob membuat klarifikasi kami tidak akan menerima dan kami akan menolak dan akan kami lanjut sampai ranah hukum.”

Mereka menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan masalah, karena ujaran Resbob dinilai telah melukai harga diri masyarakat Sunda. 

Laporan resmi telah diterima Polda Jawa Barat dan bukti laporannya juga ditunjukkan dalam video tersebut.

Perwakilan itu melanjutkan, “Tidak ada kompromi ya. Alhamdulillah ini bukti laporan kita di Polda Jabar sudah diterima dan sudah ditindaklanjuti. Tunggu teman-teman, mudah-mudahan mereka itu segera ditangkap dan segera dikurung di dalam penjara.”

Pernyataan tegas itu memperkuat sinyal bahwa warga Sunda melalui paguyuban ini menuntut proses hukum berjalan tanpa negosiasi. 

Mereka menilai ucapan Resbob telah melewati batas toleransi, dan kasusnya harus menjadi contoh agar tidak ada lagi konten kreator yang menggunakan ujaran kebencian demi sensasi.

Kasus Resbob kini menjadi salah satu isu paling diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak berharap proses hukum berlangsung transparan, lantang, dan memberikan efek jera kepada pelaku ujaran kebencian. 

Di saat yang sama, tokoh masyarakat tetap mengimbau agar warga Sunda tidak bertindak anarkis, melainkan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Hingga kini, publik masih menunggu langkah berikutnya dari pihak kepolisian, sementara tekanan terhadap Resbob terus meningkat dari berbagai penjuru. 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital bukanlah alasan untuk merendahkan martabat suku atau golongan mana pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

Tak sekadar mempercantik kendaraan, lima aksesori mobil ini membantu saat darurat, mulai dari aki tekor hingga ban kempes. Simak fungsi dan tips memilihnya.
Kim Bum Gelar Fanmeeting, Bummies Catat Informasi Penting Ini

Kim Bum Gelar Fanmeeting, Bummies Catat Informasi Penting Ini

Dengan tajuk Bertajuk "Kim Bum Fanmeeting Page∞ Debut 20th Anniversary Tour in Jakarta", Bummies perlu mengetahui rundown dari acara. 
Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata

Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata

Air mata Zaskia Adya Mecca jatuh saat menyaksikan karhutla Palangkaraya. Ia terharu mendengar perjuangan relawan memadamkan api di lahan gambut.
Datangkan 4,7 Ton Dry Ice dari Jakarta, Upaya Penanganan Karhutla Sumsel Terus Digenjot

Datangkan 4,7 Ton Dry Ice dari Jakarta, Upaya Penanganan Karhutla Sumsel Terus Digenjot

Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selamat. Hal ini terlihat saat Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib
Mitchell Baker Disorot Media Amerika, Aset Masa Depan Timnas Indonesia Masuk 5 Pemain Paling Mengesankan: Punya Kecerdasan dan Fisik Elit

Mitchell Baker Disorot Media Amerika, Aset Masa Depan Timnas Indonesia Masuk 5 Pemain Paling Mengesankan: Punya Kecerdasan dan Fisik Elit

Aset masa depan Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mendapat sorotan media Amerika Serikat berkat penampilan impresifnya. Ia dinilai memiliki kecerdasan bermain.
IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Mulai Kembali Mendapat Kepercayaan Investor

IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Mulai Kembali Mendapat Kepercayaan Investor

Pengamat politik Hendri Satrio menilai tren positif tersebut tidak semata-mata menggambarkan kondisi pasar saham, tetapi juga mencerminkan persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks anggota Kopassus menjadi korban pembacokan di Perumahan JGC, Cakung Timur, Jakarta Timur. Dalam peristiwa ini, korban dan pelaku sama-sama terluka namun dibawa ke rumah sakit berbeda.
AFC Resmi Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Terdampak?

AFC Resmi Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Terdampak?

AFC resmi mengubah siklus Piala Asia dari tahun ganjil ke genap mulai 2032. Piala Asia 2027 tetap dijadwalkan di Arab Saudi, meski masih ada potensi penundaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT