Manajemen Ambil Sikap Alasan Denada Belum Muncul Tanggapi Gugatan Ressa atas Dugaan Penelantaran Anak Kandung
- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Tim manajemen Denada Elizabeth Ayu Tambunan akhirnya buka suara terkait isu gugatan dari pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano (24).
Kemunculan Al Ressa Rizky Rossano belum lama ini untuk memasukkan gugatan kepada Denada Tambunan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur sejak 26 November 2025.
Motif gugatan Al Ressa Rizky Rossano untuk meminta ganti rugi sebesar Rp7 miliar kepada Denada atas dugaan penelantaran anak kandung selama 24 tahun. Adapun gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara 288.
Manajemen Denada Tambunan, Risna Ories mengetahui isu dugaan penelantaran anak menghebohkan publik. Ia pun mengambil sikap atas tuduhan tersebut.
"Saya Risna Ories selaku perwakilan dan manajemen Denada, menyampaikan: Sangat prihatin atas isu publik yang berkembang," ujar Risna Ories dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).
Dugaan Denada Telantarkan Anak Kandung Bersifat Privasi
- Instagram/denadaindonesia
Risna Ories menjelaskan, seharusnya isu ini tidak merebak ke ruang publik. Ia mengatakan, dugaan penelantaran anak dilakukan Denada bersifat privasi.
Ia sangat menyayangkan atas isu yang berkembang. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi liar hingga mempertanyakan kebenarannya kepada Denada.
"Sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun semua keluarga memiliki privasi, semua keluarga punya cerita," jelasnya.
Alasan Denada Belum Muncul ke Publik
Gugatan dari Al Ressa telah merebak sejak beberapa hari lalu. Pasalnya, ia menceritakan kisah pilu hidupnya yang diduga ditelantarkan selama 24 tahun.
Tentu permintaan pertanggungjawaban Ressa kepada Denada menjadi pusat perhatian publik. Gugatan itu juga membuat sang penyanyi menghadapi cobaan berat.
"Situasi ini bukan hal yang mudah bagi Denada. Kami memahami perhatian dan pertanyaan yang muncul, dan kami menghargai setiap dukungan serta kepedulian yang diberikan," katanya.
Kata Risna Ories, Denada tidak ingin terlalu terburu-buru muncul ke ruang publik. Saat ini sang rapper papan atas itu sedang mempelajari proses hukum untuk menanggapi gugatan dari pemuda berusia 24 tahun tersebut.
"Namun agar tidak bergulir terlalu berlebihan, kami sampaikan bahwa saat ini Denada dan tim hukum sedang mempelajari dan menelaah secara cermat yang berkaitan dengan gugatan sebagai bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama," bebernya.
Denada Minta Waktu
Risna Ories mengatakan, karena Denada sedang berada di situasi sulit, artis berusia 47 tahun itu meminta waktu mempelajari proses hukum yang dialaminya. Menurutnya, perkara ini bukanlah hal sepele.
Ia mengatakan, Denada sebisa mungkin menjaga kebaikan masing-masing pihak. Tujuannya agar tidak menimbulkan spekulasi mengarah pada kegaduhan di media sosial.
"Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak," tegasnya.
"Terima kasih atas perhatian, empati, dan pengertian yang diberikan. Dukungan kalian sangat berarti bagi Denada," lanjutnya.
Sebelumnya, Al Ressa menceritakan kondisi pahit hidupnya. Pemuda berusia 24 tahun ini diduga dibawa dari Jakarta menuju Banyuwangi, Jawa Timur, sejak lahir.
Dari keterangan pihak keluarga, Moh Firdaus Yulianto, Ressa masih diasuh adik kandung ibu Denada, almarhumah Emilia Contessa. Hal itu berlangsung selama 24 tahun.
"Jadi, sudah saya buka aja sekalian juga, beliau namanya Dino Rossano Hansa, kebetulan adinda kandung dari almarhumah Emilia Contessa," ungkap Firdaus.
Alasan Ressa menggugat Denada hanya untuk meminta pertanggungjawaban. Selain itu, ia juga menginginkan adanya pengakuan sebagai anak kandung Denada.
Ressa baru mengetahui dirinya sebagai anak biologis Denada setelah kondisi perekonomian keluarga Dino carut-marut. Keterbatasan ekonomi tersebut mulai merambah setelah almarhumah Emilia Contessa meninggal dunia pada awal 2025.
Ressa menjelaskan, dirinya selalu makan satu kali sehari. Selain itu, ia juga pernah gagal kuliah hanya bertahan sampai semester empat akibat tidak kuat bayaran.
Ressa kini tinggal di sebuah rumah yang dulunya bekas gudang. Rumah tersebut dinilai punya Denada yang terletak di Jalan Gajahmada, Banyuwangi, Jawa Timur.
Hingga kini, Ressa hanya bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.
(hap)
Load more