Mungkinkah Inovasi AI Pertanian Karya Pelajar Indonesia Mengubah Wajah Agrikultur Global?
- Istockphoto
Data tersebut kemudian dipetakan secara digital untuk membantu petani memahami kondisi lahannya sekaligus memperoleh rekomendasi tindakan yang tepat.
Sebelum tampil di Bangkok, SoilPIN telah melalui serangkaian uji coba lapangan di wilayah Bandung guna memastikan akurasi dan keandalannya dalam kondisi nyata.
Prestasi internasional ini merupakan hasil kerja sama tujuh pelajar dari berbagai sekolah internasional di Indonesia. Mereka adalah Armand Muhammad Abdullah (British School Jakarta), Nazeer Omar Verico, Muhammad Argi Imrantama, Baraputra Nathan Ararya, Bryan Adrian Romeli (Mentari Intercultural School Jakarta), Shah Jehan Abhiraj Kamal (Mentari Intercultural School Bintaro), serta Kianu Adiara Anggun (Jakarta Intercultural School).
Dalam ajang IPITEx 2026, tim diwakili langsung oleh lima anggota, yakni Armand, Omar, Argi, Nathan, dan Jehan. Kolaborasi lintas sekolah ini mencerminkan semangat inovasi generasi muda Indonesia yang mampu bersaing di level global, sekaligus relevan dengan kebutuhan sektor pertanian nasional.
- Ist
Sebagai bentuk keseriusan pengembangan teknologi, SoilPIN telah memperoleh perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Surat Pencatatan Ciptaan bernomor EC002025172236 diterbitkan pada 5 November 2025 untuk kategori Karya Tulis yang menjadi dasar inovasi tersebut.
Keberhasilan ini tak hanya mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi masa depan pertanian nasional. Dengan biaya produksi yang kompetitif dan teknologi yang mudah dioperasikan, SoilPIN diharapkan dapat membantu petani lokal beradaptasi dengan era pertanian modern, sejalan dengan praktik smart farming yang diterapkan di negara maju.
Lebih jauh, inovasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pangan global melalui teknologi berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan. (udn)
Load more