Ressa Hidup dari Gaji Rp1,5 Juta Perbulan, Siap Hadapi Denada di Pengadilan Tanpa Rasa Kecewa
- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
“Kalau Ressa sih dia sudah agak slow, baik emosinya maupun psikisnya. Kalau memang harus ketemu dengan Denada pun dia sudah fine-fine aja kok. Ketemu atau tidak ketemu, dia sudah tidak kecewa lagi,” katanya.
Ronald juga mengungkapkan bahwa selama 24 tahun hidupnya, Ressa hanya bertemu Denada beberapa kali, bahkan tidak pernah duduk satu meja selama lebih dari dua menit.
“Denada itu selaku ibunya saja ketemu dengan Ressa ini selaku anaknya itu bisa dihitung jari, dan duduk satu meja pun selama dua menit pun tidak pernah. Jadi kecewa itu sudah mulai dari dulu,” tambah Ronald.
Sementara itu, kehidupan sehari-hari Ressa terbilang sederhana.
Ia bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam di Banyuwangi dengan gaji sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Ressa bekerja delapan jam sehari dan bertanggung jawab menjaga satu dari empat toko kelontong yang beroperasi bergantian dengan shift.
Rekan kerjanya, Astmal, mengungkapkan bahwa Ressa sudah bekerja di toko tersebut sejak Agustus 2025.
Ia menggantikan pekerjaan sebelumnya sebagai ojek online setelah tidak lagi memiliki kendaraan.
“Kerjanya 8 jam, gaji saya sekitar Rp1.200.000 sampai Rp1.500.000 setiap bulan. Kalau nggak kerja sehari ya dipotong Rp50.000,” ujar Astmal.
Astmal juga mengatakan, sejak isu pengakuan anak biologis ramai di media sosial, Ressa belum kembali bekerja.
“Saya tidak tahu kenapa libur, tapi katanya belum bisa kerja sejak hari Minggu kemarin,” jelasnya.
Meski hidup dengan penghasilan pas-pasan, Ressa disebut tetap teguh memperjuangkan haknya di pengadilan.
Ia juga tidak menunjukkan kebencian terhadap Denada, melainkan ingin mendapatkan kejelasan dan pengakuan secara hukum. (adk)
Load more