Breaking News: Insanul Fahmi Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Wardatina Mawa
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube dr Richard Lee, MARS/Instagram @wardatinamawa
tvOnenews.com - Kasus hukum yang menyeret nama Insanul Fahmi, Wardatina Mawa, dan Inara Rusli masih terus bergulir.
Hingga saat ini, pihak Insanul Fahmi tetap harus melanjutkan proses hukum atas laporan yang dilayangkan oleh Wardatina Mawa.
Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, sebelumnya menjelaskan bahwa terdapat dua syarat utama yang diajukan oleh Mawa dalam rangka upaya penyelesaian perkara.
Syarat pertama adalah permintaan agar Insanul Fahmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga dan kepada Wardatina Mawa, yang juga akan disampaikan kepada media.
Sementara itu, syarat kedua berkaitan dengan dugaan pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
Pihak Mawa meminta agar Insanul Fahmi dapat menunjukkan bukti sah atas klaim pernikahan siri yang disebut terjadi pada 7 Agustus 2025 lalu.
Tommy menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya memenuhi kedua syarat tersebut secepat mungkin.

- Kolase tvOnenews.com / Insatgram Insanul Fahmi / YouTube MAIA ALELDUL TV
Permintaan Maaf Disampaikan Secara Terbuka
Sebagai bagian dari pemenuhan syarat tersebut, Insanul Fahmi akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Wardatina Mawa dan keluarga besarnya.
Dalam pernyataan tertulisnya, Insanul Fahmi mengakui kesalahan dan menyatakan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang terjadi.
“Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Insanul Fahmi melalui pernyataan ini dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa,” ucap Insanul Fahmi mengawali pernyataannya, dilansir dari Instagram @insanulfahmi.
Ia menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada sang istri dan keluarga besar.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya Wardatina Mawa beserta ibu dan ayah juga keluarga besar tentunya yang sangat saya hormati,” lanjutnya.
Akui Kekhilafan dan Penyesalan Mendalam
Dalam pernyataan tersebut, Insanul Fahmi secara terbuka mengakui kekhilafan dan kelalaiannya yang telah melukai perasaan keluarga.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kekhilafan dan kelalaian saya selama ini telah menorehkan luka yang cukup dalam,” katanya.
“Saya sadar saya telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun serta menimbulkan kegaduhan yang membebani istri dan keluarga besar.”
Ia juga mengungkapkan penyesalan karena gagal menjaga amanah rumah tangga.
“Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami,” ujar Insanul Fahmi.
Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Ada pada Dirinya
Insanul Fahmi menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan pihak mana pun atas polemik yang terjadi.
“Saya tegaskan di sini tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain diri saya sendiri. Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki,” tegasnya.
Ia menyadari bahwa permintaan maaf saja tidak serta-merta menghapus luka yang ada.
“Saya paham berjuta kata maaf mungkin tidak cukup untuk menghapus air mata dan rasa sakit yang telah timbul,” tuturnya.
Siap Menjalani Proses Hukum dan Menunggu Pintu Maaf
Dalam pernyataannya, Insanul Fahmi mengaku menghormati sepenuhnya keputusan dan perasaan Wardatina Mawa saat ini.
“Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak akan berhenti berharap.
“Saya tidak akan memaksa, namun saya tidak akan berhenti berharap,” katanya.
Insanul Fahmi juga menyatakan kesiapannya untuk menjalani seluruh proses hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Saya siap menunggu pintu maaf itu terbuka, sembari saya menjalani seluruh proses hukum dan konsekuensi hidup ini sebagai bentuk pertanggungjawaban saya di dunia dan akhirat,” imbuhnya.
Fokus Memperbaiki Diri dan Bertanggung Jawab pada Keluarga
Di akhir pernyataannya, Insanul Fahmi menegaskan fokus hidupnya ke depan.
“Ke depan fokus hidup saya yaitu satu, memperbaiki akhlak saya, bertanggung jawab sepenuhnya kepada keluarga, terlebih anak, dan menaati segala proses hukum yang berlaku dengan kooperatif,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan kebaikan untuk keluarga besarnya.
“Sekali lagi, maafkan saya, maafkan Insan. Semoga Allah senantiasa melindungi Mawa, Afnan serta seluruh keluarga besar, serta membukakan jalan kebaikan bagi kita semua,” tutup Insanul Fahmi.
Permintaan maaf terbuka ini menjadi sorotan publik dan menandai babak baru dalam perjalanan kasus hukum yang masih terus berjalan. (gwn)
Load more