Ayah Mendiang Lula Lahfah Ungkap Firasat Seminggu Sebelum Putrinya Meninggal: Ngajak Makan
- Instagram Lula Lahfah
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya selebgram sekaligus kekasih Reza Arap, Lula Lahfah, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Kepergian mendadak perempuan 26 tahun itu mengejutkan publik setelah ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026).
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Lula Lahfah yang digelar di TPU Rawa Terate, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).
Para pelayat, termasuk kerabat, sahabat selebriti, dan rekan sesama selebgram tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di tengah suasana duka, sang ayah, Muhamad Feroz, tampak berusaha tegar meski tak bisa menyembunyikan kesedihan yang mendalam.
“Ya gimana ya, ini emang takdir Allah. Mau gimana lagi, kita sayang sama dia, tapi Allah lebih sayang,” ujar Feroz lirih saat diwawancarai awak media.
Menurut Feroz, Lula adalah sosok anak yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarga.
Sejak kecil, Lula dikenal sebagai pribadi yang ceria, mudah bergaul, dan selalu menaruh rasa empati terhadap orang-orang di sekitarnya.

- YouTube/IntensInvestigasi
“Dia anak yang baik, anak yang peduli sama keluarga, peduli sama orang tua. Kita juga lihat dia sama teman-temannya baik, dekat, nggak pernah neko-neko,” kenang sang ayah.
Sifat rendah hati dan keceriaan Lula membuatnya dicintai banyak orang.
Meski dikenal sebagai selebgram sukses dengan jutaan pengikut di media sosial, Lula disebut tetap menjaga sikap sopan dan tak pernah sombong terhadap keluarganya maupun orang-orang yang bekerja dengannya.
Feroz kemudian menceritakan momen tak biasa yang terjadi seminggu sebelum Lula meninggal dunia.
Tanpa alasan yang jelas, Lula tiba-tiba mengajak seluruh keluarga untuk makan bersama di rumah.
“Seminggu sebelum ini ada ngundang kita, kita juga nggak ngerti. Dia ngajak makan kita di rumah, makan-makan aja tanpa sebab. Tapi waktu kita tanya, ‘ada apa ini?’ dia bilang, ‘nggak ada apa-apa’,” kata Feroz dengan mata berkaca-kaca.
Momen makan bersama itu kini terasa sebagai firasat yang tak disadari keluarga.
Feroz mengaku saat itu tidak menaruh curiga apa pun, karena Lula terlihat sehat dan ceria seperti biasa.
Namun, setelah peristiwa duka ini terjadi, ia baru menyadari bahwa mungkin ajakan makan tersebut adalah tanda perpisahan halus dari putrinya.
Lebih lanjut, Feroz juga menjelaskan bahwa Lula memang memiliki riwayat penyakit yang kerap kambuh, salah satunya GERD (penyakit asam lambung) dan pembengkakan usus.
Beberapa waktu sebelum meninggal, Lula sempat dirawat di rumah sakit karena masalah kesehatan tersebut.
“Sebelum tahun baru dia sempat masuk rumah sakit. Emang dia punya GERD, sering kambuh. Terus dia juga ada pembengkakan di usus, itu yang sering dia keluhin. Tapi dia nggak pernah ngeluh sama keluarga, malah curhatnya ke teman-teman dekatnya,” ungkap Feroz.
Sang ayah mengaku menyesal karena tidak mengetahui seberapa parah kondisi kesehatan Lula saat itu.
“Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri, tapi kita nggak tahu. Kalau tahu, mungkin kita suruh dia berobat lebih jauh, mungkin ke luar negeri. Tapi dia tahan, dia tahan terus, sampai akhirnya tadi malam itu nggak (tertolong). Mungkin komplikasi,” katanya.
Feroz juga menuturkan bahwa tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada hari sebelum Lula meninggal.
Ia menyebut sang putri masih melakukan aktivitas seperti biasa.
“Dia nggak pernah curhat apa-apa, kita juga tahu dari teman-temannya aja. Dia normal seperti biasa, tidur, pagi aktivitas, ya udah. Cuma hari itu sampai siang nggak ada kabar,” ujar Feroz.
Kini, keluarga hanya bisa berdoa agar Lula Lahfah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Sosoknya yang dikenal baik hati dan selalu membawa keceriaan meninggalkan jejak mendalam bagi banyak orang. (adk)
Load more