GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Boiyen Resmi Gugat Cerai, Kuasa Hukum Bongkar Kondisi Rully Sekarang: Makin Segar

Boiyen resmi gugat cerai suaminya, Rully Anggi Akbar. Kuasa hukum ungkap kondisi Rully kini makin fit dan segar meski digugat cerai.
Jumat, 30 Januari 2026 - 23:36 WIB
Boiyen dan Suaminya
Sumber :
  • Instagram/boiyenpesek

tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Boiyen, atau yang memiliki nama asli Yeni Rahmawati, diketahui resmi mengajukan gugatan cerai terhadap sang suami, Rully Anggi Akbar, di Pengadilan Agama Tigaraksa, Banten.

Padahal, rumah tangga keduanya baru berjalan sekitar dua bulan sejak pernikahan mereka digelar pada November 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar perceraian ini pun sontak menarik perhatian publik yang sebelumnya melihat hubungan mereka terlihat harmonis di media sosial.

Dikonfirmasi langsung oleh pihak Pengadilan Agama Tigaraksa, gugatan tersebut telah masuk sejak 20 Januari 2026.

Hal ini disampaikan oleh Humas Pengadilan Agama Tigaraksa, Moh. Sholahuddin, yang memastikan bahwa perkara rumah tangga Boiyen dan Rully kini tengah diproses secara hukum.

"Sesuai pertanyaan apakah sudah masuk (gugatannya), jawabannya ada. Tanggal 20 Januari 2026 telah terdaftar atas nama YR (Yeni Rahmawati/Boiyen) dan RAK (Rully Anggi Akbar)," ujar Moh. Sholahuddin saat ditemui di PA Tigaraksa, Rabu (28/1/2026).

Boiyen dan Rully
Boiyen dan Rully
Sumber :
  • Instagram @boiyenpesek

Menurut Sholahuddin, sidang perdana terkait perkara perceraian tersebut juga sudah dilaksanakan.

Sidang pertama diadakan pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan agenda pemeriksaan awal. Namun, pihak pengadilan belum memastikan apakah Boiyen dan Rully hadir secara langsung di persidangan.

"Sidang pertama kemarin hari Selasa, tanggal 27 Januari 2026. Mengenai apakah kedua prinsipal hadir atau tidak, saya tidak mengonfirmasi ke majelis. Yang jelas persidangannya ada,” tutur Sholahuddin.

Menanggapi kabar gugatan cerai yang sudah berjalan di pengadilan, pihak Rully Anggi Akbar melalui kuasa hukumnya, Ben Zebua, akhirnya buka suara.

Ben mengatakan bahwa timnya tidak ingin terlalu jauh menanggapi soal proses perceraian tersebut.

"Untuk persidangan perceraian, kami tidak bisa menanggapi terkait persidangan perceraian siapa pun. Jadi, kami fokus kepada laporan polisi dulu," kata Ben Zebua.

Pernyataan Ben Zebua ini menegaskan bahwa selain kasus perceraian, rupanya ada persoalan lain yang juga tengah dihadapi oleh Rully, yaitu laporan polisi yang kini masih dalam tahap proses.

Diketahui, Rully dilaporkan ke polisi dengan dugaan penipuan dan penggelapan terkait dana investasi bisnis kulinernya, Sateman Indonesia.

Laporan tersebut dibuat oleh investor berinisial RF yang diwakili kuasa hukum mereka, Surya Hamdani dan Santo Nababan, pada Selasa (6/1) ke Polda Metro Jaya.

Di tengah gonjang-ganjing kabar perceraian, publik penasaran dengan kondisi Rully setelah digugat oleh Boiyen.

Banyak yang menduga Rully mengalami tekanan psikis mengingat usia pernikahan mereka masih sangat muda.

Namun, dugaan tersebut dibantah tegas oleh sang kuasa hukum.

Ben Zebua memastikan bahwa Rully dalam kondisi yang baik secara fisik maupun mental. Ia bahkan mengatakan bahwa Rully terlihat lebih segar dari sebelumnya.

"Klien kami baik-baik saja. Kami baru bertemu tiga hari lalu. Kondisinya makin fit, makin segar, tidak ada terkena mental apa pun, aman," tutur Ben Zebua.

Pernyataan ini seakan menepis rumor bahwa Rully sedang terpuruk setelah kabar gugatan cerai Boiyen mencuat ke publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan langsung dari pihak Boiyen terkait alasan di balik keputusannya menggugat cerai Rully di usia pernikahan yang masih seumur jagung.

Publik kini menanti kelanjutan sidang perceraian pasangan ini di Pengadilan Agama Tigaraksa. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Siswa Madrasah Aliyah Padang Dikeluarkan dari Sekolah Karena Nunggak Bayar Seragam Rp300 Ribu

Dua Siswa Madrasah Aliyah Padang Dikeluarkan dari Sekolah Karena Nunggak Bayar Seragam Rp300 Ribu

Ironis nasib dua siswa Madrasah Aliyah (selevel SMA) MAS Al Furqan yang tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi, Kota Padang, Sumbar, begitu diksi yang dialamatkan
Bank Indonesia Catat Indeks Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Tapi Alarm Pelemahan Ekonomi Mulai Terlihat

Bank Indonesia Catat Indeks Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Tapi Alarm Pelemahan Ekonomi Mulai Terlihat

Kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi masih berada di zona optimistis, tetapi laju optimismenya mulai kehilangan tenaga dalam beberapa bulan terakhir.
Berpotensi Kembali ke Manchester United, Begini Jawaban Marcus Rashford soal Masa Depannya di Barcelona

Berpotensi Kembali ke Manchester United, Begini Jawaban Marcus Rashford soal Masa Depannya di Barcelona

Marcus Rashford berbicara mengenai masa depannya di Barcelona setelah keberhasilan meraih gelar juara Liga Spanyol. Sang penyerang bisa kembali ke Manchester United di akhir musim.
Dinkes Ungkap Ada 4 Kasus Hantavirus di Jakarta pada 2026, Tiga Pasien Sudah Sembuh

Dinkes Ungkap Ada 4 Kasus Hantavirus di Jakarta pada 2026, Tiga Pasien Sudah Sembuh

Dinkes DKI Jakarta mengungkap empat kasus Hantavirus ditemukan pada 2026, tiga pasien sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.
“Kayak Dikasih Angin Segar”, Truk Tambang Bogor Kembali Ramai Melintas usai Wacana Tambang Dibuka Lagi

“Kayak Dikasih Angin Segar”, Truk Tambang Bogor Kembali Ramai Melintas usai Wacana Tambang Dibuka Lagi

Warga Parung Panjang dan Bogor Barat kembali resah usai truk tambang ramai melintas setelah muncul wacana pembukaan kembali tambang berizin.
Siasat Licik Kiai Ashari Demi Cabuli Puluhan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo

Siasat Licik Kiai Ashari Demi Cabuli Puluhan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo

Kasus dugaan pelecehan seksual yang mengguncang Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Kiai Ashari sosok pengasuh ...

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT