Ressa Rizky Rossano Gugat Denada, Ini Dua Hal yang Diperjuangkan
- Kolase tim tvOnenews
Ronald menegaskan bahwa gugatan tersebut bukan langkah gegabah dan telah dipertimbangkan secara matang.
“Kita tidak akan mengajukan gugatan tanpa bukti yang kuat,” ujarnya.
Ia menyebut perjuangan pertama berkaitan dengan pengakuan hak Ressa sebagai seorang anak, sementara perjuangan kedua menyangkut pembelaan martabat keluarga, khususnya Mama Ratih yang selama ini membesarkan Ressa di Banyuwangi.
Terkait pengakuan status anak, Ronald menjelaskan bahwa inti gugatan tersebut menyangkut hak-hak Ressa yang dilindungi oleh undang-undang.
“Kepentingan saya hanya untuk memperjuangkan bahwa hak-hak Ressa ini sebenarnya kan masalah konsep hak waris,” tegas Ronald.
Ia menilai selama ini publik hanya mengenal satu anak Denada, padahal menurut klaimnya, Ressa juga memiliki hak yang sama.
Ronald menekankan bahwa proses hukum akan tetap berjalan apabila tidak ada pengakuan yang tegas di luar persidangan.
“Ketika dia tidak mau memberikan pengakuan secara tegas di luar forum persidangan, ya sudah, persidangan tetap akan lanjut,” lanjutnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa gugatan tersebut dilatarbelakangi kepentingan materi dan menegaskan fokus utama adalah kejelasan status Ressa.
Selain itu, Ronald juga menyoroti perjuangan membela martabat keluarga, terutama Mama Ratih.
Ia mengaku emosinya memuncak setelah mengetahui ibunya didatangi aparat kepolisian akibat laporan terkait persoalan cicilan mobil.
“Ibu saya ini di rumah itu didatangi polisi berseragam dan dilaporkan serta disomasi perihal mobil yang ibu saya ini enggak tahu apa-apa,” ungkapnya.
Ronald mempertanyakan alasan ibunya justru dilaporkan, padahal mobil tersebut digunakan oleh Ressa untuk bekerja.
“Pertanyaannya, kok ibu saya yang dilaporkan? Padahal yang pakai kan Ressa,” katanya. Situasi ini semakin berat ketika Ronald mengetahui kondisi fisik sang ibu yang lemah dan sakit-sakitan.
“Nah, kebetulan karena fisiknya lemah, sakit-sakitan, telepon saya nangis-nangis. Akhirnya saya selaku anak emosi. Sekarang siapa anak yang tidak sakit hati ketika ibunya diperlakukan seperti itu,” ujarnya.
Ia mengaku sempat mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara persuasif dengan pihak keluarga Denada.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan justru membuat konflik semakin terbuka ke publik.
Load more