Ressa Rizky Rossano Gugat Denada, Ini Dua Hal yang Diperjuangkan
- Kolase tim tvOnenews
tvOnenews.com - Polemik pengakuan anak antara Denada dan Ressa Rizky Rossano masih terus menyita perhatian publik.
Isu ini kembali memanas setelah Ressa muncul dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada akhir Januari 2026 dan mengungkap kisah hidupnya sebagai anak yang merasa tidak diakui selama puluhan tahun. Pengakuan tersebut disampaikan secara emosional dan langsung viral di media sosial.
Dalam perbincangan itu, Ressa menceritakan dirinya yang sejak bayi dititipkan kepada ibu angkat dan dibesarkan jauh dari sang ibu kandung.

Denada dan Ressa Rizky Rossano. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo)
Ia juga menyinggung perbedaan perhatian yang dirasakannya jika dibandingkan dengan putri Denada yang lain.
Cerita tersebut memantik simpati publik sekaligus memperluas sorotan terhadap konflik keluarga yang selama ini tertutup.
Persoalan tidak berhenti pada pengakuan status anak. Konflik juga melebar ke masalah penjualan mobil bekas yang disebut sebagai hadiah kelulusan SMA.
Ressa menuding hasil penjualan mobil tersebut tidak sepenuhnya diberikan kepada pihak yang membesarkannya.
Tuduhan ini semakin memperkeruh hubungan kedua belah pihak dan menambah panjang daftar polemik yang mencuat ke ruang publik.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Denada akhirnya angkat bicara melalui kuasa hukumnya pada 30 Januari 2026.
Pihak Denada menegaskan bahwa sejak awal kliennya telah mengakui Ressa sebagai anak kandung dan membantah adanya penelantaran.
Kuasa hukum Denada juga menekankan bahwa masa mediasi seharusnya menjadi ruang untuk menenangkan diri dan membangun kembali komunikasi yang lebih baik.
Namun, proses mediasi tersebut dinilai tidak berjalan optimal. Polemik justru semakin berkembang di ruang publik dan dinilai menambah tekanan psikologis bagi Denada.
Meski tidak tercapai kesepakatan, pihak Denada menyatakan tetap berupaya mencari jalan terbaik tanpa menyerang pihak Ressa. Perkara ini pun dipastikan berlanjut ke tahap persidangan.
Di tengah sorotan publik, kuasa hukum Ressa, Ronald Armanda, mengungkap bahwa gugatan terhadap Denada tidak berdiri pada satu persoalan semata.
Menurutnya, ada dua perjuangan besar yang menjadi dasar langkah hukum tersebut. Penjelasan ini disampaikan Ronald melalui pernyataannya di kanal YouTube Cumicumi pada 24 Januari 2026.
Ronald menegaskan bahwa gugatan tersebut bukan langkah gegabah dan telah dipertimbangkan secara matang.
“Kita tidak akan mengajukan gugatan tanpa bukti yang kuat,” ujarnya.
Ia menyebut perjuangan pertama berkaitan dengan pengakuan hak Ressa sebagai seorang anak, sementara perjuangan kedua menyangkut pembelaan martabat keluarga, khususnya Mama Ratih yang selama ini membesarkan Ressa di Banyuwangi.
Terkait pengakuan status anak, Ronald menjelaskan bahwa inti gugatan tersebut menyangkut hak-hak Ressa yang dilindungi oleh undang-undang.
“Kepentingan saya hanya untuk memperjuangkan bahwa hak-hak Ressa ini sebenarnya kan masalah konsep hak waris,” tegas Ronald.
Ia menilai selama ini publik hanya mengenal satu anak Denada, padahal menurut klaimnya, Ressa juga memiliki hak yang sama.
Ronald menekankan bahwa proses hukum akan tetap berjalan apabila tidak ada pengakuan yang tegas di luar persidangan.
“Ketika dia tidak mau memberikan pengakuan secara tegas di luar forum persidangan, ya sudah, persidangan tetap akan lanjut,” lanjutnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa gugatan tersebut dilatarbelakangi kepentingan materi dan menegaskan fokus utama adalah kejelasan status Ressa.
Selain itu, Ronald juga menyoroti perjuangan membela martabat keluarga, terutama Mama Ratih.
Ia mengaku emosinya memuncak setelah mengetahui ibunya didatangi aparat kepolisian akibat laporan terkait persoalan cicilan mobil.
“Ibu saya ini di rumah itu didatangi polisi berseragam dan dilaporkan serta disomasi perihal mobil yang ibu saya ini enggak tahu apa-apa,” ungkapnya.
Ronald mempertanyakan alasan ibunya justru dilaporkan, padahal mobil tersebut digunakan oleh Ressa untuk bekerja.
“Pertanyaannya, kok ibu saya yang dilaporkan? Padahal yang pakai kan Ressa,” katanya. Situasi ini semakin berat ketika Ronald mengetahui kondisi fisik sang ibu yang lemah dan sakit-sakitan.
“Nah, kebetulan karena fisiknya lemah, sakit-sakitan, telepon saya nangis-nangis. Akhirnya saya selaku anak emosi. Sekarang siapa anak yang tidak sakit hati ketika ibunya diperlakukan seperti itu,” ujarnya.
Ia mengaku sempat mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara persuasif dengan pihak keluarga Denada.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan justru membuat konflik semakin terbuka ke publik.
Pada 24 Januari 2026, Ressa Rizky Rossano bersama Mama Ratih dan dua kuasa hukumnya bertolak ke Jakarta dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Denada.
Setibanya di Jakarta, mereka memberikan penjelasan kepada awak media terkait langkah hukum yang ditempuh. Ronald menilai pihak Denada tidak menunjukkan itikad baik, termasuk ketika jalur mediasi sempat dibuka.
“Seharusnya kalau punya kebijaksanaan, ambil kesempatan itu,” ucapnya.
Ronald menegaskan keputusannya datang ke Jakarta dan berbicara secara terbuka bertujuan meluruskan kronologi secara runtut dan transparan.
“Saya minta langsung datang ke Jakarta untuk memberikan keterangan secara runtut, logis, sistematis, dan apa adanya,” pungkas Ronald.
Kasus ini pun menandai babak baru dalam polemik yang melibatkan ressa Rizky Rossano dan Denada.
Proses hukum yang kini berjalan dipastikan masih akan terus bergulir dan menjadi perhatian luas publik.
(anf)
Load more