News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Serba Kekurangan, Pihak Denada Sebut Gaya Hidup Ressa di Banyuwangi Hedon

Kuasa hukum Denada ungkap fakta baru soal Ressa. Disebut bukan hidup susah, Ressa justru bergaya hidup hedon selama tinggal di Banyuwangi.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:55 WIB
Potret Ressa Rizky dan Denada
Sumber :
  • Kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Instagram/denadaindonesia

tvOnenews.com - Polemik antara penyanyi Denada Tambunan dan Ressa Rizky Rossano masih terus menyita perhatian publik.

Setelah kabar bahwa Ressa menggugat Denada mencuat, kini pihak Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, mulai membuka fakta baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya adalah soal gaya hidup Ressa yang disebut cukup berlebihan selama berada di Banyuwangi.

Dalam keterangannya, Iqbal menyebut bahwa Ressa sebenarnya sudah lama diakui sebagai anak oleh Denada.

Tidak hanya diakui, Ressa juga disebut mendapat dukungan penuh dari segi pendidikan dan kebutuhan hidup sejak kecil.

“Masalah mengakui atau tidak itu gini. Saya garis bawah, ya. Masalah anak ini Mbak Denada bukan sekadar diakui atau nggak. Ressa ini bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun kok tiba-tiba ada gugatan ini juga aneh,” ujar Muhammad Iqbal, kuasa hukum Denada.

Pernyataan ini sekaligus membantah anggapan bahwa Denada menelantarkan Ressa atau tidak mengakui hubungan darah di antara keduanya.

Denada dan Ressa Rizky Rossano
Denada dan Ressa Rizky Rossano
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo

Iqbal menegaskan bahwa sejak kecil, baik Denada maupun almarhumah ibundanya, Emilia Contessa telah ikut serta dalam proses tumbuh kembang Ressa.

Namun belakangan, muncul kabar bahwa Ressa sempat bekerja sebagai sopir pribadi almarhumah sang nenek di Banyuwangi.

Banyak yang menilai hal itu menunjukkan bahwa Ressa tidak mendapatkan perlakuan istimewa sebagai anak Denada. Tapi Iqbal kembali meluruskan.

“Jadi gini saya luruskan ya, kita ambil segi positif ya itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja. Gaji Rp 2,5 juta di Banyuwangi besar itu. Orang tua ini ngasih pendidikan kayak gitu ke anak ya apa salahnya supaya dia tidak manja cuma minta ke orang tua,” jelas Iqbal.

Menurutnya, pengalaman Ressa bekerja sebagai sopir bukanlah bentuk eksploitasi, melainkan pendidikan karakter.

Perihal publik mempertanyakan mengapa Ressa tinggal di Banyuwangi, bukan bersama Denada, Iqbal menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan orang tua.

“Tujuan orang tua kan beda-beda, kalau segi spesifiknya saya kurang tahu kenapa dia diasuh di Banyuwangi. Cuma kalau segi umum kan kita juga ada kekhawatiran mungkin orang tua kalau di Jakarta mungkin gaya hidup apa gitu kan. Kalau di Banyuwangi kan landai-landai orangnya, santai-santai, sopan gitu,” ungkapnya.

Meski tinggal jauh dari ibunya, Ressa tetap disebut mendapatkan perhatian dan fasilitas yang memadai.

Bahkan, menurut Iqbal, gaya hidup Ressa di Banyuwangi tergolong cukup mewah jika dibandingkan dengan standar masyarakat setempat.

Iqbal menegaskan bahwa Ressa bukanlah anak yang hidup susah sebagaimana banyak diberitakan.

“Sudah di jelaskan Ressa ini bukan hanya sekedar diakui. Dia dibiayai, disekolahkan, difasilitasi. Sampean kalau tinggal di Banyuwangi mungkin sampean tahu hidupnya hedon untuk kelas Banyuwangi,” ujar Iqbal.

Pernyataan ini menjadi sorotan karena menggambarkan situasi yang berbeda dengan narasi yang sebelumnya beredar di publik.

Meskipun demikian, konflik antara Ressa dan Denada belum menemui titik akhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mediasi dinyatakan gagal, kasus ini kini berlanjut ke tahap pemeriksaan di pengadilan.

Pihak Denada mengaku siap menghadapi proses hukum sambil tetap berharap semua permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tanpa perlu memperpanjang polemik di ruang publik. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemain Timnas Indonesia Berbondong-bondong Indonesia Hanya Peringkat 8 Suporter Terfanatik di Dunia, Emil Audero dan Justin Hubner Sampai Bilang Begini

Pemain Timnas Indonesia Berbondong-bondong Indonesia Hanya Peringkat 8 Suporter Terfanatik di Dunia, Emil Audero dan Justin Hubner Sampai Bilang Begini

Pemain Timnas Indonesia kompak protes usai suporter Garuda hanya peringkat 8 dunia. Sandy Walsh soroti Inggris-Jerman, lainnya yakin Indonesia layak nomor 1.
Wakil Ketua MPR RI Minta Perkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat: Sinergi PATRIA

Wakil Ketua MPR RI Minta Perkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat: Sinergi PATRIA

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menerima audiensi Ketua Umum dan jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI.
3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Mampu Raih Gelar Juara di Piala AFF U-17 2026 meski Masuk Grup Neraka

3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Mampu Raih Gelar Juara di Piala AFF U-17 2026 meski Masuk Grup Neraka

Timnas Indonesia U-17 bakal tampil di Piala AFF U-17 2026 pada pekan depan. Namun, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto itu masuk ke grup neraka.
Satu Ruangan di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Satu Ruangan di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Sementara itu, Wisnu memastikan dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
Resmi Jadi Free Agent, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Primadona Incaran Klub Juara

Resmi Jadi Free Agent, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Primadona Incaran Klub Juara

Bursa pemain bebas Liga Voli Korea 2025/2026 resmi dibuka, dan nama Jung Ho-young—sahabat dekat Megawati Hangestri—langsung jadi buruan klub top juara Korea.
Reaksi Warga Jabar dan "Jateng" setelah Dedi Mulyadi Non Aktifkan Kepala Samsat Seokarno-Hatta karena Langgar Instruksi Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Reaksi Warga Jabar dan "Jateng" setelah Dedi Mulyadi Non Aktifkan Kepala Samsat Seokarno-Hatta karena Langgar Instruksi Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Bukan hanya Kang Dedi Mulyadi yang merespons viralnya video keluhan pelayanan bayar pajak bermotor di Jawa Barat. Netizen juga ikut berkomentar

Trending

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, api berkobar di sebuah ruangan lantai dua dan keluar dari jendela.
Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berkat Arsenal, tim-tim Liga Inggris lainnya, seperti Manchester United dan Liverpool, mendapatkan keuntungan. Hal ini berkat kemenangan The Gunners dengan skor 1-0 atas Sporting Lisbon.
Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyentil siswa SMKN 2 Subang soal kebersihan meski sudah berbaris rapi. Ia tekankan cara menghormati bukan seremoni, tapi lingkungan bersih
Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Turnamen Debut Mantan Pelatih Como Kurniawan Dwi Yulianto

Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Turnamen Debut Mantan Pelatih Como Kurniawan Dwi Yulianto

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, telah memanggil 26 pemain yang dibawa untuk Piala AFF U-17 2026. Ini menjadi turnamen pertama Kurniawan setelah menjabat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT