Denada Akhirnya Buka Suara, Ini Alasan Tak Pernah Langsung Mengakui Ressa sebagai Anak Kandungnya
- YouTube/Comic8Revolution
tvOnenews.com - Setelah sekian lama menjadi perbincangan publik, penyanyi Denada Tambunan akhirnya muncul dan mengakui secara terbuka bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Denada melalui unggahan video di akun Instagram dan TikTok pribadinya, yang segera menjadi viral di berbagai media sosial.
Dalam pernyataan yang penuh emosi, Denada tak hanya mengakui kebenaran hubungan darah antara dirinya dan Ressa, tetapi juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan di masa lalu karena baru berani mengungkapkan hal tersebut sekarang.
Ia menyebut bahwa kondisi psikisnya di masa lalu menjadi alasan utama mengapa ia belum siap mengakui keberadaan anaknya.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ujar Denada dalam video pernyataannya.
Denada juga mengaku menyesal karena baru sekarang memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenaran tersebut secara publik.
Ia menyebut bahwa keputusan untuk diam di masa lalu merupakan bentuk ketidaksiapan dan kekhilafan dirinya sebagai seorang ibu.
“Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini setelah sekian lama baru saat ini saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf,” ungkap Denada dengan nada penuh haru.
Dalam video tersebut, Denada terlihat menahan tangis.
Ia mengatakan bahwa satu-satunya harapannya kini adalah agar Ressa mau memaafkannya dan menerima dirinya sebagai ibu kandung meskipun dengan segala kekurangan yang masih dimiliki.
“Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya dan dengan keadaan bahwa saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang sesuai dengan harapan anak-anak saya,” tambahnya.
Tak hanya kepada Ressa, Denada juga menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada almarhumah ibundanya, Emilia Contessa, serta kepada seluruh keluarganya atas berbagai keputusan di masa lalu.
“Saya juga minta maaf pada almarhumah mama dan saya juga minta maaf kepada semua adik-adik saya, semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan khilaf saya,” ucap Denada di akhir pernyataannya.

- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia/ Tangkapan Layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Sebelum pengakuan terbuka ini disampaikan, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, sudah lebih dulu menjelaskan bahwa Denada sebenarnya tidak pernah menelantarkan anaknya.
Ia menyebut Ressa memang sempat tinggal di Banyuwangi karena pertimbangan tertentu.
“Tujuan orang tua kan beda-beda, kalau segi spesifiknya saya kurang tahu kenapa dia diasuh di Banyuwangi," ujar Muhammad Iqbal kepada wartawan melalui telekonferensi.
"Cuma kan kalau segi umum kan kita juga ada kekhawatiran mungkin. Orang tua kalau di Jakarta mungkin gaya hidup apa gitu kan, kalau di Banyuwangi kan landai-landai orangnya, santai-santai semua sopan gitu,” sambungnya.
Menurut Iqbal, keputusan tersebut diambil agar Ressa dapat tumbuh di lingkungan yang lebih tenang dan jauh dari tekanan kehidupan kota besar seperti Jakarta.
Meskipun Denada kini sudah mengakui Ressa sebagai anak kandungnya, proses hukum antara keduanya masih terus berjalan di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
Gugatan yang diajukan oleh Ressa terhadap Denada belum dicabut, dan sidang masih berlanjut untuk membahas berbagai aspek hukum yang diajukan oleh pihak penggugat.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyentuh sisi emosional antara seorang ibu dan anak yang terpisah sejak lama.
Banyak netizen memberikan dukungan dan doa agar hubungan antara Denada dan Ressa dapat pulih, terlebih setelah pengakuan terbuka yang penuh penyesalan tersebut.
Kini, publik menantikan langkah selanjutnya dari keduanya. (adk)
Load more