Dengan Suara Bergetar, Denada Ungkap Permintaan Khusus kepada Ressa dan Penyesalan Terbesarnya
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
tvOnenews.com - Dengan suara bergetar, Denada mengungkap permintaan khusus kepada Ressa Rizky Rossano dan penyesalan terbesarnya.
Denada akhirnya angkat bicara soal polemik pengakuan anak yang menyeret nama ressa rizky rossano dan memicu reaksi luas dari publik.
Pengakuan ini sekaligus menjadi jawaban atas desakan Ressa yang sejak awal meminta pernyataan langsung, baik secara lisan maupun tertulis, dari sang ibu kandung.
Sebelumnya, pengakuan Ressa sebagai anak kandung Denada memang telah disampaikan melalui kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal.
Namun, Ressa menilai pernyataan tersebut belum cukup. Ia mendesak agar Denada sendiri yang berbicara di hadapan publik untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari, sekaligus memberi kepastian secara emosional.
Permintaan tersebut menjadi bagian dari konflik yang lebih besar. Ressa Rizky Rossano diketahui menggugat Denada sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran anak selama 24 tahun.
Gugatan ini pun menambah panjang polemik yang menyita perhatian publik dan kalangan selebriti, termasuk tanggapan dari mantan suami Denada, Jerry Aurum.
Perkembangan terbaru terjadi pada 2 Februari 2026. Melalui akun Instagram pribadinya, @denadaindonesia, Denada mengunggah sebuah video pernyataan terbuka.
Dalam video tersebut, Denada menyampaikan pengakuan secara langsung dengan suara bergetar dan raut wajah penuh emosi.
Denada membuka pernyataannya dengan menegaskan status Ressa sebagai anak kandungnya.
Ia mengakui bahwa keputusan untuk berbicara di hadapan publik bukanlah hal mudah, namun ia merasa hal tersebut perlu dilakukan demi kejelasan dan tanggung jawab sebagai seorang ibu.
Permintaan Khusus Denada kepada Ressa
Dalam pernyataannya, Denada mengungkapkan satu permintaan khusus kepada Ressa.
Ia tidak menuntut apa pun, selain harapan agar sang anak mau memaafkan dan menerima dirinya sebagai ibu kandung, meski pengakuan itu datang terlambat.
“Saat ini saya hanya bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya, menerima saya ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya, dengan keadaan saya masih banyak harus belajar untuk jadi ibu yang sesuai harapan anak-anak saya,” ucapnya.
Permintaan tersebut disampaikan Denada dengan nada penuh harap dan ketulusan.
Ia menegaskan bahwa dirinya menyadari masih banyak kekurangan dan tidak berusaha membenarkan kesalahan masa lalu, melainkan berharap diberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan sebagai ibu dan anak.
Penyesalan Terbesar Denada
Selain permintaan maaf, Denada juga mengungkap penyesalan terbesar dalam hidupnya.
Ia menyesali tidak bisa mendampingi Ressa sejak masih bayi dan baru mengungkapkan kebenaran setelah sekian lama.
“Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi,” ucap Denada.
Denada mengakui bahwa kondisi psikologisnya di masa lalu menjadi salah satu alasan, namun ia tidak menjadikannya sebagai pembenaran. Ia justru secara terbuka menyebut hal tersebut sebagai kesalahan besar.
“Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini setelah sekian lama, baru saat ini saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya,” katanya.
Penyesalan itu ditegaskan kembali dengan pengakuan penuh tanggung jawab, “Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf.”
Unggahan Denada tersebut langsung mendapat banyak tanggapan dari rekan-rekan artis. Asri Welas menuliskan komentar penuh doa, “Selamat berkumpul dengan keluarga tercinta @denadaindonesia dan Ressa.”
Happy Salma juga menyampaikan dukungan emosional, “Peluk erat Denada… selamat berkumpul dan merajut kasih bersama permata hati dan keluarga.”
Sementara itu, Ruben Onsu dan komedian Sule turut memberikan tanda hati sebagai bentuk simpati dan dukungan.
Pengakuan terbuka Denada ini menjadi titik penting dalam polemik panjang yang melibatkan dirinya dan Ressa Rizky Rossano.
Publik kini menanti bagaimana kelanjutan hubungan ibu dan anak tersebut, serta penyelesaian konflik hukum yang masih berjalan.
(anf)
Load more