Ressa Rizky Akui Belum Puas dengan Klarifikasi dan Permohonan Maaf Denada
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Cumicumi / Instagram @denadaindonesia
tvOnenews.com - Ressa Rizky mengaku belum merasa puas dengan klarifikasi dan permohonan maaf yang Denada sampaikan di media sosial.
Saat ditemui awak media, Ressa mengaku, setelah Denada menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka, mereka belum bertemu secara langsung.
Hal tersebut yang membuat Ressa merasa masih ada yang mengganjal di hatinya, sehingga ia belum merasa puas dengan klarifikasi Denada.

- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
"Yang pastinya Ressa senang, tapi kan juga Ressa ingin bertemu (Denada)," ujarnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Menurut Ressa, klarifikasi yang Denada sampaikan di media sosialnya masih belum membuat dirinya tenang.
"Ya, intinya belum aja kena ke hati," ucapnya.
Bukan tanpa alasan, meskipun Denada sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, namun ternyata ia belum bertemu langsung dengan Ressa.
Lebih lanjut, Ressa mengatakan, perasaannya mungkin akan lebih tenang dan puas jika ada pertemuan langsung antara keduanya.
Isi klarifikasi dan permohonan maaf Denada kepada Ressa Rizky

- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia/ Tangkapan Layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Sebelumnya, Denada, melalui akun Instagram miliknya, memberikan pengakuan mengejutkan bahwa Ressa Rizky Rossano adalah putra kandungnya.
Ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena selama ini tidak hadir untuk merawat maupun menjalankan peran sebagai ibu bagi Ressa.
Denada menjelaskan bahwa keputusannya di masa lalu dipicu oleh kondisi mental yang belum stabil untuk mengemban tanggung jawab sebagai orang tua.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” kata Denada.
Denada mengungkapkan penyesalan yang mendalam. Ia merasa sangat bersalah karena baru berani mengungkap kebenaran ini setelah Ressa menginjak usia 24 tahun.
“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, dan itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” ungkapnya.
Load more