Ressa Belum Berani Temui Denada, Khawatir Kejadian Tak Dibukakan Pintu Terulang Lagi
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
Ronald Armada, kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, mengatakan bahwa kliennya masih trauma dengan pengalaman pahit di masa lalu.
“Mungkin kita menjawab pertanyaan Denada untuk lekas ketemu dengan Ressa, nanti kita jembatani. Kalau Denada memang mau ketemu, nanti saya fasilitasi, saya enggak masalah,” kata Ronald.
Namun, Ronald menegaskan bahwa mereka tidak ingin mendatangi rumah Denada terlebih dahulu.
“Takutnya nanti kita enggak dibukain pintu lagi. Kita sudah dua hari berturut datang ke rumah Denada, dibukain pintu cuma 15 senti, itu pun sama satpamnya. Gimana perasaannya?” ungkapnya.

- YouTube Insertlive
Menurut Ronald, peristiwa itu meninggalkan luka tersendiri bagi keluarga. Padahal, kala itu mereka sudah memberi tahu Denada bahwa mereka akan datang.
“Kita sudah komunikasi dengan Denada, ‘Kita sudah di Jakarta,’ tapi enggak pernah disuruh masuk ke ruang tamunya. Kalau disuruh datang ketiga kali, kalau nanti tanggapannya sama, teman-teman bisa menilai sendiri gimana perasaan kita. Kan malu,” sambungnya.
Ressa pun akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan bahwa dirinya masih ragu dan takut jika pertemuan dengan Denada tidak berjalan baik seperti yang diharapkan.
“Intinya, Mbak Dena kan tahu Ressa di mana di Jakarta, kenapa enggak langsung aja (ketemu), kenapa harus melalui kuasa?” ujar Ressa.
Perasaan canggung dan takut itu pun dibenarkan oleh Ronald.
Sebagai sosok yang sudah mengenal Ressa sejak kecil, ia mengerti betul mengapa anak muda itu merasa ragu untuk membuka diri.
"Simplenya, takut nanti dia enggak diterima,” kata Ronald.
Sementara itu, Iqbal berharap agar Ressa bisa segera menepis rasa takutnya dan mengambil langkah pertama untuk memperbaiki hubungan dengan sang ibu.
"Saya ngeman betul hubungan ibu dan anak ini. Jadi semaksimal mungkin saya sarankan ibaratnya Ressa, udahlah, mikir ke depan, yang salah-salah diperbaiki. Kalau terus melihat ke belakang, kapan majunya?” tutupnya. (adk)
Load more