Bertahun-tahun Trauma, Selebgram CR Blak-blakan Ceritakan Kronologi Diduga Alami Rudapaksa di Kelab Malam
- tvOneNews
Ia mengatakan, RB tiba-tiba mendekatinya hingga ditarik secara paksa sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 WIB. Tentu ia terkejut dengan tingkah rekannya.
"Dia maju dan genggam pergelangan tangan dan dia tarik aku secara paksa. Dia bilang, 'Ayo ikut gua'," paparnya.
Ia sempat coba melawan genggaman dari RB sekuat tenaga. Karena perempuan, tenaganya tak kuasa menahannya.
Saat ditarik sampai ke booth DJ, ia langsung dibawa ke sebuah ruangan di belakang. Ia menduga ruangan itu khusus ruang manajemen dan aksesnya hanya dimiliki oleh tim manajemen.
Ia pun semakin berada dalam kondisi panik. Ia tidak kepikiran teriak minta tolong ke orang-orang di sekitar.
"Kalau korban kekerasan begitu sesuatu terjadi sama dia, itu belum tentu bisa langsung teriak, merasa bingung, panik. Jadi, kayak mau teriak pun nggak keluar. Tapi, aku udah melakukan perlawanan," imbuhnya.
Dengan isak tangisnya mulai terbendung, CR mengkhawatirkan kondisi dirinya jika berteriak dan minta tolong. Ia takut ada hal-hal buruk ke depannya.
"Saat itu juga lagi marak berita tentang pembunuhan perempuan. Jadi, daripada melawan terus akhirnya nggak bisa pulang selamat ke keluarga, yang bisa aku lakukan melawan itu," ucapnya.
Hingga pada akhirnya, aksi tak senonoh terjadi dan menyebabkan korban mengalami trauma berat. Ia harus hidup di tengah penderitaan selama bertahun-tahun.
Ia bahkan ditemukan oleh sosok berinisial BYN. Kala itu BYN memberikan pil kontrasepsi tanpa alasan jelas.
Ia menyayangkan sikap manajemen kelab tak kooperatif. Ia mendapat penolakan diberikan akses rekaman CCTV.
"Dampaknya terus bergulir. Kalau dibiarin aja akan sampai kapan?," lanjutnya dengan suara bergetar.
Sementara, juru bicara korban, Martin Laurel Siahaan mengatakan, dampak dari peristiwa dugaan pemerkosaan, ada banyak hal yang hilang dari CR.
"Kepercayaan diri hilang, rumah tangga hilang, internalisasi nilai seorang ibu korban pemerkosaan yang harus mengasuh anaknya juga hilang. Ini yang nggak bisa digantikan meskipun nanti CR dapat keadilan melalui sistem hukum, itu nggak akan bisa," beber Martin.
Load more