Bertahun-tahun Trauma, Selebgram CR Blak-blakan Ceritakan Kronologi Diduga Alami Rudapaksa di Kelab Malam
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Selebgram berinisial CR kembali muncul ke ruang publik. Ia menceritakan kronologi dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh pengusaha muda pada 9 tahun lalu.
Di Program Pagi-Pagi Seru tvOne, Kamis, 26 Februari 2026, CR dengan suara bergetar mengungkap latar belakang dugaan rudapaksa. Peristiwa ini terjadi di sebuah kelab malam di Jakarta pada 2017.
Selebgram CR memenuhi undangan pekerjaan di sebuah acara brand fashion ternama internasional, tepatnya jenama fesyen Marc Jacobs #MarcMusic di Leon Klab, Jakarta pada 12 Oktober 2017.
"Undangan itu memang lokasinya di kelab malam. Di sana, memang disediakan minuman beralkohol," ujar CR.
Pengakuannya mengejutkan netizen. CR perlu meluruskan pekerjaannya menerima undangan dari brand fashion internasional telah diketahui oleh sang suami.
Selebgram CR Sempat Merasa Aman di Kelab Malam

- tvOneNews
Ia mengaku saat awal hingga acara tiba masih merasa aman. Ia bahkan bahagia bisa bertemu dengan para pekerja berada di kelab malam.
Alasan CR bisa mengenali pekerja di kelab tersebut, sebab sang suami sering manggung atau tampil untuk acara musik di sana.
"Jadi, ini bukan pertama kalinya aku datang ke kelab itu. AAku sudah familiar," jelasnya.
Ia tidak menutupi selesai acara pilih menetap sementara di kelab tersebut. Ia membantah tujuannya untuk menciptakan kesenangan lebih ketika berdiam di sana.
"Aku stay di situ karena ada temanku yang lagi nge-DJ, itu sahabat aku sebenarnya yang biasa nganterin aku pulang," terangnya.
Selain itu, ia juga kedapatan seorang rekannya dikenal sebagai pengusaha muda berinisial RB. Ia ingin menyapa karena mengetahui pengusaha temoat hiburan itu akan segera menikah.
"Aku kayak pengin nyapa basa-basi. Aku tanya eh nikahan lu jadinya berapa lama lagi sih? Kapan?," tuturnya saat bertanya kepada RB.
Tiba-tiba Diperkosa Pengusaha Muda

- Antara
Lebih lanjut, T sapaan akrabnya, menceritakan momen setelah bertanya rencana hari pernikahan RB. RB yang juga rekan suaminya langsung menunjukkan gelagat aneh.
Ia mengatakan, RB tiba-tiba mendekatinya hingga ditarik secara paksa sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 WIB. Tentu ia terkejut dengan tingkah rekannya.
"Dia maju dan genggam pergelangan tangan dan dia tarik aku secara paksa. Dia bilang, 'Ayo ikut gua'," paparnya.
Ia sempat coba melawan genggaman dari RB sekuat tenaga. Karena perempuan, tenaganya tak kuasa menahannya.
Saat ditarik sampai ke booth DJ, ia langsung dibawa ke sebuah ruangan di belakang. Ia menduga ruangan itu khusus ruang manajemen dan aksesnya hanya dimiliki oleh tim manajemen.
Ia pun semakin berada dalam kondisi panik. Ia tidak kepikiran teriak minta tolong ke orang-orang di sekitar.
"Kalau korban kekerasan begitu sesuatu terjadi sama dia, itu belum tentu bisa langsung teriak, merasa bingung, panik. Jadi, kayak mau teriak pun nggak keluar. Tapi, aku udah melakukan perlawanan," imbuhnya.
Dengan isak tangisnya mulai terbendung, CR mengkhawatirkan kondisi dirinya jika berteriak dan minta tolong. Ia takut ada hal-hal buruk ke depannya.
"Saat itu juga lagi marak berita tentang pembunuhan perempuan. Jadi, daripada melawan terus akhirnya nggak bisa pulang selamat ke keluarga, yang bisa aku lakukan melawan itu," ucapnya.
Hingga pada akhirnya, aksi tak senonoh terjadi dan menyebabkan korban mengalami trauma berat. Ia harus hidup di tengah penderitaan selama bertahun-tahun.
Ia bahkan ditemukan oleh sosok berinisial BYN. Kala itu BYN memberikan pil kontrasepsi tanpa alasan jelas.
Ia menyayangkan sikap manajemen kelab tak kooperatif. Ia mendapat penolakan diberikan akses rekaman CCTV.
"Dampaknya terus bergulir. Kalau dibiarin aja akan sampai kapan?," lanjutnya dengan suara bergetar.
Sementara, juru bicara korban, Martin Laurel Siahaan mengatakan, dampak dari peristiwa dugaan pemerkosaan, ada banyak hal yang hilang dari CR.
"Kepercayaan diri hilang, rumah tangga hilang, internalisasi nilai seorang ibu korban pemerkosaan yang harus mengasuh anaknya juga hilang. Ini yang nggak bisa digantikan meskipun nanti CR dapat keadilan melalui sistem hukum, itu nggak akan bisa," beber Martin.
Selebgram CR Lapor Polisi
Martin menjelaskan, korban sempat melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) pada 2018. Namun penyelidikan insiden tersebut.
Seiringnya waktu, korban resmi melaporkan kejadian dugaan pemerkosaan tersebut ke Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan LP/B/6786/IX/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 25 September 2025.
Kejadian ini sempat viral sehingga memunculkan petisi "PENUHI KEADILAN UNTUK CR: HENTIKAN KEKERASAN SEKSUAL DI KLAB MALAM JAKARTA". Petisi itu telah ditandatangani oleh 8.166 orang per 24 Februari 2026.
Korban Dilaporkan Balik oleh Terduga Pelaku
Suara dari CR sampai ke RB sebagai terduga pelaku. RB mengaku mengenali CR lewat suaminya yang sering manggung di tempat hiburannya.
RB membantah tudingan tersebut. Ia merasa tidak pernah berkomunikasi secara langsung dengan CR. Kebetulan tempat usahanya sedang ada acara dipakai oleh pihak ketiga.
"Kalau saya pribadi, saya jelas tidak mengundang karena kan tempat itu kan tempat area publik ya, orang bisa booking. Undangannya siapa aja saya bahkan juga nggak tahu," ungkap RB di kawasan Senopati, Jaksel, Senin (23/2/2026).
Ia pun merasa dirugikan termasuk bisnisnya akibat suara CR di ruang publik viral. Ia pilih melaporkan balik selebgram tersebut pada 18 Februari 2026.
"Saya klarifikasi, saya datang, saya kooperatif, saya jelaskan semua, saya bantah semua. Memang saya tidak melakukan itu (pemerkosaan)," tegasnya.
(hap)
Â
Load more