Pola Kekerasannya Mirip? Pengakuan Ibu Kandung Nizam Pernah Disiram Air Panas oleh Mantan Suaminya
- YouTube/DennySumargo
Kekerasan demi kekerasan membuat Lisna hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Ia bahkan mengaku bisa merasakan trauma hanya dengan mendengar suara motor sang suami pulang ke rumah.
“Kalau dengar suara motornya pulang aja, saya takut. Bahkan saudara-saudaranya juga lihat saya kayak gitu, sampai nyuruh saya pergi aja, diamankan karena enggak kuat lihat saya diperlakukan kayak gitu," katanya.
Menurut Lisna, tak satu pun anggota keluarga dari pihak mantan suaminya yang berani menegur atau melerai, karena Anwar dikenal keras dan galak, bahkan terhadap saudara sendiri.
Kisah kelam Lisnawati ini kini menjadi sorotan publik karena memiliki kemiripan dengan pola kekerasan yang dialami Nizam sebelum meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Nizam disebut mengalami sejumlah luka serius yang diduga akibat dipaksa meminum air panas, hingga menyebabkan lepuhan pada beberapa bagian tubuhnya.
Tragisnya, pola kekerasan yang dialami Nizam memiliki kemiripan dengan apa yang dulu dialami ibunya.
Dalam wawancara itu, Denny Sumargo sempat menanyakan langsung firasat Lisna soal kemungkinan keterlibatan Anwar dalam kasus kematian anak mereka.
“Kamu sendiri sebagai ibu kandung, insting kamu bicara apa?” tanya Denny.
“Feeling saya, bapaknya juga ada keterlibatan,” jawab Lisna dengan tegas.
Lisna menambahkan, ia tak menuduh tanpa dasar. Pengalaman masa lalunya yang penuh kekerasan membuatnya yakin bahwa sang mantan suami bukanlah sosok yang tak tahu apa-apa.
Terlebih lagi, dari komunikasi terakhir mereka sebelum Nizam meninggal, Anwar sempat mengatakan, “ikhlaskan saja kalau si Raja (Nizam) meninggal.”
Kini Lisnawati telah melaporkan mantan suaminya ke Polres Sukabumi atas dugaan pembiaran dan penelantaran anak.
Laporan tersebut diterima oleh penyidik setelah dinilai memenuhi unsur pidana. Di sisi lain, penyidikan terhadap ibu tiri Nizam, TR, juga terus berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta dalam tragedi memilukan ini. (adk)
Load more