News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ibu Kandung Nizam Akui Selama Ini Dihalang-halangi Saat Ingin Bertemu Anak, Bahkan Dianggap Sudah Meninggal

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei, ungkap bahwa ia dilarang bertemu anaknya selama 4 tahun dan bahkan disebut sudah meninggal oleh mantan suami.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:24 WIB
Ibu Kandung Nizam, Lisnawati
Sumber :
  • YouTube/Trans7Official

“Buat video. Kalau udah besar kamu mau sayang sama siapa?” ujar Lisna menirukan percakapan dalam video tersebut.

"Kata anak saya, mau sayang sama si Bunda. Tapi katanya (mantan suami), kamu jangan bilang sayang ke Bunda kamu gitu kalau udah gede ya," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video tersebut ternyata dikirim langsung oleh Anwar kepada Lisna.

Namun alih-alih menjadi jembatan perasaan ibu dan anak, video itu justru diduga dijadikan alat untuk menyakiti perasaan Lisnawati.

“Oh jadi dia videoin Nizam, terus dia bilang, ‘Kalau udah besar sayang sama siapa?’ Nizam bilang sayang sama Bunda. Dia enggak setuju? Terus dia kirim ke kamu?” tanya Denny.

“Kirim ke saya,” jawab Lisna.

“Tujuannya apa?” lanjut Denny.

“Enggak tahu, mau nyakit-nyakitin saya mungkin. Mau bikin mental saya juga,” kata Lisna.

Pernyataan itu menggambarkan betapa beratnya beban batin yang ditanggung oleh Lisnawati selama bertahun-tahun.

Ia bukan hanya kehilangan hak asuh atas anaknya setelah bercerai, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk sekadar mendengar suara sang buah hati.

Yang lebih menyedihkan, Lisna baru mengetahui bahwa anaknya benar-benar meninggal dunia setelah semuanya terlambat.

Lisnawati sempat menceritakan bahwa setelah bercerai, ia memang terpaksa menyerahkan Nizam kepada mantan suaminya karena syarat perceraian yang diajukan adalah anak harus tinggal bersama sang ayah.

Kala itu, ia hanya berpikir untuk menyelamatkan diri dari kekerasan dalam rumah tangga yang sudah terlalu berat. Namun keputusan itu kini menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya mau minta cerai sama dia. Katanya boleh dicerai tapi anak pengin sama dia. Akhirnya si anak itulah ditaruh dulu sama ayahnya,” ujar Lisna sebelumnya.

Kini, setelah Nizam meninggal dunia, Lisna merasa bukan hanya kehilangan anaknya, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk menebus waktu yang hilang. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT