Ibu Kandung Nizam Akui Selama Ini Dihalang-halangi Saat Ingin Bertemu Anak, Bahkan Dianggap Sudah Meninggal
- YouTube/Trans7Official
“Buat video. Kalau udah besar kamu mau sayang sama siapa?” ujar Lisna menirukan percakapan dalam video tersebut.
"Kata anak saya, mau sayang sama si Bunda. Tapi katanya (mantan suami), kamu jangan bilang sayang ke Bunda kamu gitu kalau udah gede ya," sambungnya.
Video tersebut ternyata dikirim langsung oleh Anwar kepada Lisna.
Namun alih-alih menjadi jembatan perasaan ibu dan anak, video itu justru diduga dijadikan alat untuk menyakiti perasaan Lisnawati.
“Oh jadi dia videoin Nizam, terus dia bilang, ‘Kalau udah besar sayang sama siapa?’ Nizam bilang sayang sama Bunda. Dia enggak setuju? Terus dia kirim ke kamu?” tanya Denny.
“Kirim ke saya,” jawab Lisna.
“Tujuannya apa?” lanjut Denny.
“Enggak tahu, mau nyakit-nyakitin saya mungkin. Mau bikin mental saya juga,” kata Lisna.
Pernyataan itu menggambarkan betapa beratnya beban batin yang ditanggung oleh Lisnawati selama bertahun-tahun.
Ia bukan hanya kehilangan hak asuh atas anaknya setelah bercerai, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk sekadar mendengar suara sang buah hati.
Yang lebih menyedihkan, Lisna baru mengetahui bahwa anaknya benar-benar meninggal dunia setelah semuanya terlambat.
Lisnawati sempat menceritakan bahwa setelah bercerai, ia memang terpaksa menyerahkan Nizam kepada mantan suaminya karena syarat perceraian yang diajukan adalah anak harus tinggal bersama sang ayah.
Kala itu, ia hanya berpikir untuk menyelamatkan diri dari kekerasan dalam rumah tangga yang sudah terlalu berat. Namun keputusan itu kini menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya.
“Saya mau minta cerai sama dia. Katanya boleh dicerai tapi anak pengin sama dia. Akhirnya si anak itulah ditaruh dulu sama ayahnya,” ujar Lisna sebelumnya.
Kini, setelah Nizam meninggal dunia, Lisna merasa bukan hanya kehilangan anaknya, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk menebus waktu yang hilang. (adk)
Load more