News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Krisna Murti Tanggapi Dugaan Keterlibatan Ayah Kandung Nizam, Singgung Kewajiban Melindungi Anak

​​​​​​​Krisna Murti tanggapi dugaan keterlibatan Ayah Kandung Nizam, singgung kewajiban orang tua melindungi anak dalam kasus yang jadi sorotan publik.
Minggu, 1 Maret 2026 - 23:35 WIB
Krisna Murti, Kuasa Hukum lisnawati dan AyahKandung Nizam
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @krisnamurtilaw / YouTube Denny Sumargo

tvOnenews.com - Krisna Murti menanggapi dugaan keterlibatan Ayah Kandung Nizam dengan menyinggung kewajiban orang tua dalam melindungi anak, khususnya dalam kasus yang menimpa Nizam.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam video wawancara yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi pada 1 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Krisna Murti memberikan tanggapan atas pertanyaan awak media terkait kemungkinan keterlibatan Ayah Kandung Nizam dalam perkara yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awak media menyinggung soal pernyataan LPSK dan KPAI yang disebut meminta agar ayah kandung turut diperiksa, termasuk adanya dugaan penelantaran. Menanggapi hal tersebut, Krisna Murti menekankan aspek kewajiban orang tua.

ayah kandung nizam
Krisna Murti dan Ayah Kandung Nizam Syafei. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instagram @krisnamurtilaw / YouTube Denny Sumargo)

“Ya, artinya bahwa kalau kami melihat di sini kan bahwa dia kan orang yang punya kewajiban ya kan. Kewajiban apa? Untuk mengamankan Nizam,” ujar Krisna Murti.

Ia juga menyoroti bahwa secara posisi, ayah kandung memiliki potensi untuk mencegah terjadinya peristiwa yang berujung fatal.

“Artinya kan dia berpotensi untuk mencegah bahwa kejadian penganiayaan yang mengakibatkan mati itu tidak terjadi. Dia punya harusnya. Kenapa? Kalau kita tarik dari laporan dari 1 tahun yang lalu karena 1 tahun yang lalu dia melaporkan berarti kan sudah tahu kejadian ini,” lanjutnya.

Menurut Krisna Murti, adanya laporan sejak satu tahun sebelumnya menjadi poin penting dalam melihat sejauh mana potensi pencegahan dapat dilakukan.

“Artinya berpotensi dia untuk mencegah supaya kejadian ini tidak terjadi lah. Kenapa kejadian ini sampai terjadi mengakibatkan kematian Indonesia? Ya, mungkin KPAI melihatnya sampai penelusuranya ke arah sana sih sebenarnya,” tuturnya.

Tanggapan Soal Rencana Pra Peradilan

Dalam wawancara tersebut, awak media juga menanyakan rencana pihak Pak Acong yang disebut akan mengajukan pra peradilan. Menanggapi hal itu, Krisna Murti menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan hak tersangka.

“Haknya tersangka untuk mengajukan pra peradilan. Ya, kalau buat saya kalau memang dia merasa bukti-buktinya kuat dan dia merasa yakin kan dengan konstruksi hukumnya ya haknya dia untuk mengajukan,” kata Krisna Murti.

Agenda ke DPR dan Komisi III

Selain itu, Krisna Murti mengungkapkan agenda lanjutan terkait kasus Nizam, yakni pertemuan dengan DPR.

“Iya besok kita ke DPR ke Komisi III. Artinya bahwa luar biasa Komisi III yang begitu cepatnya akan mengatensi dalam kasus ini dan memanggil para-para pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah pihak akan turut hadir dalam agenda tersebut.

“Jadi kami besok didampingi oleh LPSK kemudian KPAI, kalau enggak salah ya kan pihak Polda Sukabumi juga dihadirkan oleh Komisi III. Jadi begitu cepatnya. Jadi terima kasih kepada Pak Habiburokhman sebagai ketua komisi,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang menimpa Nizam Syafei kini terus menjadi perhatian publik. Pernyataan Krisna Murti menegaskan bahwa aspek kewajiban orang tua dalam melindungi anak menjadi sorotan penting dalam penelusuran perkara ini.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cerita Detik-detik Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun Dibekuk Polda Jabar di Majalaya

Cerita Detik-detik Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun Dibekuk Polda Jabar di Majalaya

Pelarian pelaku penyekap pacar berinisial YTR selama 3 tahun bernama Taufik Hidayat berakhir, usai viralnya cerita detik-detik Tim Resmob Priangan PPolda Jabar
Kronologi "Big Match" Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang

Kronologi "Big Match" Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang

Tawuran geng motor di Patumbak, Deli Serdang, menewaskan remaja 14 tahun. Polisi mengungkap bentrokan telah direncanakan dengan label "Big Match" untuk adu dominasi antarkelompok
Haris Rusly Moti sebut Kaum Serakahnomic Dibalik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti sebut Kaum Serakahnomic Dibalik Narasi 1998 Redux

Pemrakarsa 98 Resolution Network dan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran Haris Rusly Moti menyebutkan, mereka kaum oligarki serakahnomic itu terobsesi
Lucky Hakim Bongkar Dugaan Pengoplosan LPG Subsidi, Petani Indramayu Terancam Gagal Panen

Lucky Hakim Bongkar Dugaan Pengoplosan LPG Subsidi, Petani Indramayu Terancam Gagal Panen

Bupati Indramayu Lucky Hakim menanggapi serius keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu.
Kisah Hells Angels, Geng Motor Legendaris yang Kerap Dikaitkan dengan Narkoba dan Kekerasan

Kisah Hells Angels, Geng Motor Legendaris yang Kerap Dikaitkan dengan Narkoba dan Kekerasan

Hells Angels Motorcycle Club dikenal sebagai klub motor terbesar di dunia. Namun, berbagai lembaga penegak hukum mengaitkan organisasi ini dengan perdagangan narkoba, kekerasan
Dinamika Finansial 24 Juni 2026, 5 Weton Melesat Cuan vs 5 Weton yang Wajib Hemat

Dinamika Finansial 24 Juni 2026, 5 Weton Melesat Cuan vs 5 Weton yang Wajib Hemat

Berikut sepuluh weton yang diprediksi akan mengalami kenaikan dan penurunan finansial paling tajam pada tanggal 24 Juni 2026.

Trending

Haris Rusly Moti sebut Kaum Serakahnomic Dibalik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti sebut Kaum Serakahnomic Dibalik Narasi 1998 Redux

Pemrakarsa 98 Resolution Network dan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran Haris Rusly Moti menyebutkan, mereka kaum oligarki serakahnomic itu terobsesi
Kronologi "Big Match" Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang

Kronologi "Big Match" Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang

Tawuran geng motor di Patumbak, Deli Serdang, menewaskan remaja 14 tahun. Polisi mengungkap bentrokan telah direncanakan dengan label "Big Match" untuk adu dominasi antarkelompok
Breaking News: Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, DPO Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung

Breaking News: Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, DPO Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung

Polda Jawa Barat bergerak cepat menangkap Taufik Hidayat, yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penganiayaan dan penyekapan wanita asal Rancaekek YTR (29) yang terjadi di Bandung.
Tampang Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Keji saat Ditangkap Polisi di Bandung

Tampang Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Keji saat Ditangkap Polisi di Bandung

Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat, pelaku dugaan penyekapan dan penganiayaan keji terhadap wanita berinisial YTR (29).
KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut dugaan korupsi dana beasiswa di Aceh.
Kenang saat Ditangkap, Apakah Bisa Terdakwa Penyelundup Sabu Dapat Perlindungan LPSK?

Kenang saat Ditangkap, Apakah Bisa Terdakwa Penyelundup Sabu Dapat Perlindungan LPSK?

Mangatur Nainggolan, kuasa hukum nahkoda kapal Sea Dragon, Hasiholan Samosir membuat pengaduan kepada LPSK buntut kasus penyelundupan narkoba jenis sabu 2 ton.
Viral Sejumlah Mahasiswa Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta Usai Bertemu Gibran, BEM UBK Buka Suara

Viral Sejumlah Mahasiswa Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta Usai Bertemu Gibran, BEM UBK Buka Suara

BEM Universitas Bung Karno (UBK) buka suara soal sejumlah mahasiswa diduga terima yang Rp2,5 juta usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT