Usai Ditelepon Dedi Mulyadi, 5 Pekerja Asal Sumedang yang Terlantar di Papua Akhirnya Pulang Kampung
- Kolase tvOnenews.com / Instagram Bupati Sumedang / YouTube Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Lima pekerja asal Sumedang yang sempat terlantar di Papua akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kelima warga tersebut sebelumnya mengaku kesulitan dan terlantar saat bekerja di wilayah Yahukimo, Papua.
Peristiwa ini bermula ketika lima pekerja asal Wado, Sumedang, mengunggah video ke media sosial. Dalam video tersebut mereka mengadukan nasib karena terlantar di Papua dan berharap dapat pulang ke Jawa Barat untuk kembali berkumpul dengan keluarga.
Video itu kemudian menjadi viral dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk Dedi Mulyadi. Melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya, Dedi terlihat menelepon langsung para pekerja tersebut untuk memastikan kondisi mereka sekaligus menjanjikan bantuan agar mereka bisa pulang ke kampung halaman.
![]()
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tanggapi Aduan Pekerja Asal Sumedang di Papua. (Sumber: YouTube Dedi Mulyadi)
Setelah proses pemulangan dilakukan, kelima pekerja asal Sumedang tersebut akhirnya tiba di daerah asal mereka pada Jumat malam (13/3/2025).
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dan Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di Pos Pelayanan Terpadu Polres Sumedang, Terminal Ciakar.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Bupati Sumedang mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan lima warganya tersebut.
“Mereka bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran. Lima warga Wado yang mencari kerja dan terlantar di Yahukimo, Papua Pegunungan pulang dan saat tiba di Sumedang disambut di Pos Pelayanan Terpadu Lebaran Terminal Ciakar, tadi malam,” tulis Dony Ahmad Munir.
Bupati Sumedang juga menjelaskan kronologi bagaimana kelima pekerja asal Sumedang tersebut bisa terlantar di Papua.
Ia menyebut awalnya mereka berangkat karena tergiur tawaran pekerjaan dengan upah yang cukup besar.
Menurutnya, para pekerja tersebut sehari-hari memang bekerja sebagai kuli bangunan di Sumedang.
Ketika pekerjaan sedang sepi, mereka mendapat tawaran untuk bekerja di Papua dengan janji akan ditempatkan di wilayah perkotaan, bukan di pedalaman.
Namun setelah berangkat, mereka justru ditinggalkan oleh pihak yang membawa mereka ke sana.
Sosok yang menawarkan pekerjaan tersebut diketahui merupakan seorang mandor yang dikenal dengan sebutan Den Bray.
Meski sempat mengalami kesulitan, akhirnya kelima pekerja asal Sumedang tersebut berhasil kembali ke kampung halaman berkat bantuan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan kepolisian.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa kembali ke Sumedang. Selamat melaksanakan puasa, selamat berlebaran bersama keluarganya dan sekarang sudah sampai di Sumedang lewat bantuan Pak Gubernur, kemudian dijemput oleh Dinsos Sumedang dan bantuan Pak Kapolres,” ujar Dony Ahmad Munir.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan berupaya membantu mencarikan pekerjaan bagi kelima warga tersebut agar bisa kembali bekerja di wilayah Sumedang.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari lima pekerja asal Sumedang menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kepulangan mereka.
“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati, Pemda, Kapolres, dan semua pihak yang terkait. Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih, saya bisa pulang ke sini dengan selamat dan aman,” ungkapnya.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dari pihak yang tidak jelas, terutama yang menawarkan pekerjaan di luar daerah dengan janji upah besar.
“Kita menghimbau bagi warga, hati-hati terhadap calo-calo yang mengaku mungkin akan menawarkan pekerjaan di luar daerah sehingga mungkin tergiur, sehingga mungkin di Papua setelah sampai ditelantarkan,” ujar Kapolres Sumedang.
Kisah lima pekerja asal Sumedang yang sempat terlantar di Papua ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada dalam menerima tawaran pekerjaan, terutama jika berasal dari pihak yang belum jelas kredibilitasnya.
Berkat perhatian Dedi Mulyadi dan dukungan pemerintah daerah, kelima warga tersebut kini bisa kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
(anf)
Load more