Gubernur Dedi Mulyadi Beri Pesan Adem, Minta Kades Hoho Tetap Teguh Meski Ditekan Massa Soal Perangkat Desa
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
“Tapi paling utama adalah karena ini pengarahan massa, jangan juga dipahami sebagai counter dengan pengarahan massa lagi,” kata Dedi.
Menurutnya, kepala desa memiliki kekuatan dalam sistem birokrasi sehingga tidak perlu menghadapi tekanan dengan cara mobilisasi massa.
“Bapak tempuh saja jalur prosedur hukum karena Bapak adalah kepala desa. Kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi,” jelasnya.
Dedi juga menegaskan bahwa setiap pejabat publik tidak boleh tertekan oleh tekanan apapun jika keputusan yang diambil memang diyakini benar.
Ia mengatakan keputusan hanya boleh diubah jika terdapat bukti yang jelas bahwa prosedur yang dilakukan memang keliru.
“Setiap orang tidak boleh tertekan oleh apapun untuk merubah sebuah keputusan kalau keputusan itu diyakini sebuah kebenaran,” ujar Dedi.
Namun jika dalam proses seleksi terdapat indikasi ketidakadilan atau kecurangan, maka evaluasi tetap bisa dilakukan dengan dasar bukti yang kuat.
“Kalau seleksi diyakini sudah sesuai prosedur, fair, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Hoho Alkaf menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan upaya untuk meloloskan peserta tertentu dalam seleksi perangkat desa.
Kang Dedi pun sempat menanyakan secara langsung apakah ada upaya dari dirinya untuk mengatur hasil seleksi.
“Artinya tidak ada upaya-upaya Bapak untuk meloloskan mereka agar dia menjadi yang terbaik?” tanya Dedi.
Hoho langsung membantah tudingan tersebut.
“Enggak. Tidak ada,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kekhawatirannya jika hasil seleksi dibatalkan tanpa dasar yang jelas.
Menurutnya, hal itu justru berpotensi memicu konflik baru dari pihak peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi. (adk)
Load more