Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Malah Dapat Nasihat Tegas soal Seleksi Perangkat Desa
- Kolase tvOnenews.com / Instagram Dedi Mulyadi
Mendengar jawaban tersebut, Dedi Mulyadi tampak cukup terkejut karena persoalan tersebut belum juga selesai dalam waktu yang cukup lama. Untuk mencairkan suasana, ia pun melontarkan candaan.
“Itu padahal kalau ayam sudah 30 kali bertelur itu,” ujar Dedi Mulyadi.
Candaan itu pun langsung disambut Hoho dengan nada santai.
“Iya, sudah dapat Rp55 juta,” jawab Hoho sambil tertawa.
Meski suasana sempat diwarnai candaan, pembicaraan kemudian kembali serius. Dedi Mulyadi memberikan pandangannya mengenai langkah yang sebaiknya diambil oleh Kades Hoho dalam menghadapi polemik seleksi perangkat desa tersebut.
“Bapak mah tempuh saja jalur prosedur hukum karena bapak adalah kepala desa. Kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi. Standarnya ya standar birokrasi saja. Jangan ada standar pengerahan massa lagi,” tegas Dedi Mulyadi.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan pemerintahan desa harus didasarkan pada aturan hukum yang berlaku dan tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan dari pihak manapun.
“Karena kepala desa ya kita gunakan saja aturan hukum, dan setiap orang enggak boleh tertekan apa pun untuk merubah sebuah keputusan. Kalau keputusan itu diyakini oleh sebuah kebenaran,” lanjutnya.
Menurut Dedi Mulyadi, jika proses seleksi perangkat desa telah dilakukan secara adil dan sesuai prosedur, maka keputusan tersebut seharusnya dapat ditegakkan.
“Kalau misalnya seleksi itu diyakini memang sudah sesuai prosedur, kemudian adil, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” ujarnya.
Namun, ia juga menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk mengoreksi jika memang terdapat indikasi kecurangan dalam proses seleksi tersebut.
“Tetapi kalau merasa seleksi itu tidak terbuka, kemudian terindikasi tindak kecurangan, ya orang boleh dong melakukan perubahan. Tetapi perubahannya dilakukan setelah ada fakta-fakta dan bukti-bukti yang akurat,” kata Dedi Mulyadi.
Di akhir pembicaraan, ia turut menyoroti pentingnya keadilan bagi peserta seleksi yang telah berusaha mengikuti proses dengan baik.
“Kasihan orang sudah paling bener, pinter,” tutup Dedi Mulyadi.
Sementara itu, Kades Hoho menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen menjalankan tugas sebagai kepala desa dengan sebaik-baiknya. Ia juga menyatakan tidak akan takut untuk tetap melayani kepentingan masyarakat meskipun menghadapi berbagai tekanan.
Load more