News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Malah Dapat Nasihat Tegas soal Seleksi Perangkat Desa

​​​​​​​Kades Hoho mengaku tertekan ke Dedi Mulyadi soal polemik seleksi perangkat desa Banjarnegara. Dedi memberi nasihat tegas agar persoalan diselesaikan.
Senin, 16 Maret 2026 - 22:18 WIB
Kadess Hoho Alkaf dan Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram Dedi Mulyadi

tvOnenews.com - Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf, menyampaikan curahan hatinya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait polemik seleksi perangkat desa yang memicu gesekan di wilayahnya. Pertemuan tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi pada 16 Maret 2026.

Pertemuan berlangsung di Lembur Pakuan, Subang. Dalam suasana santai namun serius, Kades Hoho menceritakan berbagai persoalan yang ia hadapi setelah konflik terkait seleksi perangkat desa di Purwasaba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, konflik tersebut sempat memicu tindakan kekerasan yang menimpa Kades Hoho. Ia bahkan menjadi korban pengeroyokan oleh oknum LSM setelah polemik seleksi perangkat desa memanas.

dedi mulyadi
Kades Hoho Alkaf dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi terlebih dahulu menanyakan kondisi psikologis Hoho setelah mengalami berbagai tekanan akibat konflik tersebut.

“Tapi sekarang tidak dalam keadaan merasa tertekan?” tanya Dedi Mulyadi.

Hoho pun menjelaskan bahwa tekanan yang ia rasakan bukan berasal dari pihak luar seperti LSM, melainkan dari pihak lain yang terlibat dalam proses seleksi tersebut.

“Ya saya tertekan oleh pihak-pihak lain. LSM, orang luar itu sih enggak sama sekali. Justru saya tertekannya itu oleh yang tiga,” kata Hoho.

Mendengar pernyataan itu, Dedi Mulyadi mencoba memastikan siapa pihak yang dimaksud oleh Kades Hoho.

“Oleh yang lulus, yang belum dilantik-lantik,” ujar Dedi Mulyadi.

“Iya,” jawab Hoho singkat.

Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi juga berharap polemik yang terjadi dapat segera menemukan jalan keluar setelah persoalan itu disampaikan secara terbuka.

“Ya mudah-mudahan dengan sekarang disampaikan, dicurahkan, walaupun lintas beda daerah, mudah-mudahan saja jadi cepat dilantik,” ujar Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Ia kemudian menanyakan berapa lama proses seleksi perangkat desa tersebut berlangsung hingga menimbulkan polemik.

“Jadi sudah berapa lama ini dari seleksi sampai hari ini?” tanya Dedi Mulyadi.

Hoho menjelaskan bahwa proses tersebut sudah berjalan cukup lama.

“Dari tanggal 18 Februari berarti sudah hampir sebulan, 26 hari,” kata Hoho.

Mendengar jawaban tersebut, Dedi Mulyadi tampak cukup terkejut karena persoalan tersebut belum juga selesai dalam waktu yang cukup lama. Untuk mencairkan suasana, ia pun melontarkan candaan.

“Itu padahal kalau ayam sudah 30 kali bertelur itu,” ujar Dedi Mulyadi.

Candaan itu pun langsung disambut Hoho dengan nada santai.

“Iya, sudah dapat Rp55 juta,” jawab Hoho sambil tertawa.

Meski suasana sempat diwarnai candaan, pembicaraan kemudian kembali serius. Dedi Mulyadi memberikan pandangannya mengenai langkah yang sebaiknya diambil oleh Kades Hoho dalam menghadapi polemik seleksi perangkat desa tersebut.

“Bapak mah tempuh saja jalur prosedur hukum karena bapak adalah kepala desa. Kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi. Standarnya ya standar birokrasi saja. Jangan ada standar pengerahan massa lagi,” tegas Dedi Mulyadi.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan pemerintahan desa harus didasarkan pada aturan hukum yang berlaku dan tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan dari pihak manapun.

“Karena kepala desa ya kita gunakan saja aturan hukum, dan setiap orang enggak boleh tertekan apa pun untuk merubah sebuah keputusan. Kalau keputusan itu diyakini oleh sebuah kebenaran,” lanjutnya.

Menurut Dedi Mulyadi, jika proses seleksi perangkat desa telah dilakukan secara adil dan sesuai prosedur, maka keputusan tersebut seharusnya dapat ditegakkan.

“Kalau misalnya seleksi itu diyakini memang sudah sesuai prosedur, kemudian adil, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” ujarnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk mengoreksi jika memang terdapat indikasi kecurangan dalam proses seleksi tersebut.

“Tetapi kalau merasa seleksi itu tidak terbuka, kemudian terindikasi tindak kecurangan, ya orang boleh dong melakukan perubahan. Tetapi perubahannya dilakukan setelah ada fakta-fakta dan bukti-bukti yang akurat,” kata Dedi Mulyadi.

Di akhir pembicaraan, ia turut menyoroti pentingnya keadilan bagi peserta seleksi yang telah berusaha mengikuti proses dengan baik.

“Kasihan orang sudah paling bener, pinter,” tutup Dedi Mulyadi.

Sementara itu, Kades Hoho menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen menjalankan tugas sebagai kepala desa dengan sebaik-baiknya. Ia juga menyatakan tidak akan takut untuk tetap melayani kepentingan masyarakat meskipun menghadapi berbagai tekanan.

Pertemuan antara Kades Hoho dan Dedi Mulyadi ini pun menarik perhatian publik karena menyoroti tantangan yang dihadapi kepala desa dalam menjalankan kebijakan, terutama ketika menghadapi intervensi dari pihak luar dalam proses pemerintahan desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Inter Milan di Ambang Scudetto ke-21: Manajemen Nerazzurri Siapkan Bonus Fantastis hingga Jadwal Parade Bus Terbuka di Tengah Kota

Inter Milan di Ambang Scudetto ke-21: Manajemen Nerazzurri Siapkan Bonus Fantastis hingga Jadwal Parade Bus Terbuka di Tengah Kota

Inter Milan tengah berada di ambang meraih gelar juara musim ini dengan penuh percaya diri. Atmosfer kemenangan terasa seiring konsistensi performa mereka.
Ini Pesan Mendalam Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ke Para Buruh, Permintaan Khusus Diucapkan Langsung

Ini Pesan Mendalam Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ke Para Buruh, Permintaan Khusus Diucapkan Langsung

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan pesan mendalam untuk para buruh.
Dedi Mulyadi Respons Tegas Soal Penjagaan Pintu Perlintasan Kereta Api: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Dedi Mulyadi Respons Tegas Soal Penjagaan Pintu Perlintasan Kereta Api: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut angkat bicara soal unggahan viral di media sosial yang melihatkan pintu sementara perlintasan kereta api di Jalan Ampera kawasan Bekasi Timur.
Dony Tri Pamungkas Makin Bersinar, Ini Reaksi Berkelas Shayne Pattynama Usai Tersisih dari Starting XI Persija

Dony Tri Pamungkas Makin Bersinar, Ini Reaksi Berkelas Shayne Pattynama Usai Tersisih dari Starting XI Persija

Pemain Persija, Shayne Pattynama, angkat bicara terkait posisinya yang bersaing ketat. Hal ini berkaitan dengan dirinya yang kalah dari Dony Tri Pamungkas.
Duel El Clasico Indonesia Persija vs Persib Berpeluang Digelar di Luar Jakarta, Begini Kata Ketua Panpel

Duel El Clasico Indonesia Persija vs Persib Berpeluang Digelar di Luar Jakarta, Begini Kata Ketua Panpel

Ketua Panitia Pelaksana Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, angkat bicara terkait ketidakpastian lokasi laga kontra Persib Bandung. Ia belum bisa memastikan.
Bhayangkara FC Buka Suara soal Video Viral Wahyu Subo Seto vs Marc Klok, Ungkap Dugaan Rasisme

Bhayangkara FC Buka Suara soal Video Viral Wahyu Subo Seto vs Marc Klok, Ungkap Dugaan Rasisme

Bhayangkara FC menegaskan sikapnya usai video keributan antarpemain menjadi viral di media sosial. Klub berjuluk The Guardians itu langsung berikan klarifikasi.

Trending

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Tegas Dedi Mulyadi Minta Kepala Dishub Jabar Pasang Palang Pintu Digital di Perlintasan Ampera Bekasi: Hari Ini!

Tegas Dedi Mulyadi Minta Kepala Dishub Jabar Pasang Palang Pintu Digital di Perlintasan Ampera Bekasi: Hari Ini!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta jajaran Dinas Perhubungan Jabar mengganti palang pintu manual di kawasan Ampera Bekasi dengan palang pintu digital.
Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September-Oktober 2026 tampaknya membawa angin segar bagi Timnas Indonesia asuhan John Herdman. Ada kabar baik apa?
Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong menilai bahwa bakat besar yang dimiliki pemain Indonesia kerap terhambat oleh dua faktor mendasar: mentalitas dan kondisi fisik. Hasil pengamatannya
The Real Saingan Maarten Paes? Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya yang Eligible Bela Timnas Indonesia Pernah Diincar Ajax

The Real Saingan Maarten Paes? Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya yang Eligible Bela Timnas Indonesia Pernah Diincar Ajax

Nama Maarten Paes kini mulai mendapat 'ancaman baru' di posisi kiper Garuda. Sosok Kayne van Oevelen yang eligible bela Timnas Indonesia jadi incaran Ajax.
Angkot Ngetem Bikin Macet Lembang, Dedi Mulyadi Tawarkan Jadi Sopir Mobil Sampah, Gaji Capai Rp4,2 Juta

Angkot Ngetem Bikin Macet Lembang, Dedi Mulyadi Tawarkan Jadi Sopir Mobil Sampah, Gaji Capai Rp4,2 Juta

Kebijakan ini ditawarkan sebagai bagian dari dukungan Pemprov Jabar dalam menata lalu lintas di area pasar dan destinasi wisata yang selama ini kerap padat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT