Dedi Mulyadi Ngamuk! Lihat Siswa SMA Merokok dan Tak Satupun Pakai Helm di Jalan, Langsung Geruduk Sekolah
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi geram melihat para siswa SMA di Cipeundeuy, Bandung Barat, Jawa Barat merokok bergerombol dan tidak satupun mengenakan helm.
Saat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melintas di daerah tersebut ia menemukan gerombolan siswa SMA yang merokok di sebuah warung setelah pulang sekolah.
Seluruh siswa masih mengenakan seragam sekolah, kemudian salah satu diantaranya sempat ditanya oleh Dedi Mulyadi.
Rupanya mereka merupakan Siswa dari SMA 1 Cipeundeuy.
“Pada merokok, pulang sekolah pada disini (warung). SMA 1 Cipeundeuy ya, kita bangun sekolah itu susah. Bikin kalian sekolah itu susah, harus di-bully banyak orang. Sekolahnya yang benar ya. Saya nanti awasi daerah ini,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
“Kamu nggak pakai helm lagi. Umur 16 tahun menurut Undang-Undang sudah boleh pakai motor belum?” sambungnya.
Siswa tersebut menyadari bahwa di usianya yang masih 16 tahun belum boleh mengendarai motor di jalan raya, meskipun ia sudah bisa mengendarainya.
Selain itu, KDM juga menemui seorang siswa yang mengendarai motor dengan suara keras dan memakai knalpot brong.
“Kamu sekolah nggak disiplin. Umur 16 tahun, sudah boleh pakai motor belum?” tanya Dedi.
“Saya nggak ada urusan ya, anak-anak yang melanggar peraturan lalu lintas pakai knalpot brong segala macam,” tegasnya.
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dirinya mengancam kepada para siswa yang masih memakai motor dengan knalpot brong, maka akan tidak naik kelas.
“Kalau masih sekolah menggunakan motor dengan knalpot brong, namanya aku cari kamu nggak bisa naik kelas,” kata KDM.
“SMA 1 Cipeundeuy ya. Nanti saya datangi kepala sekolahnya. Saya tahu nama-nama kalian semua,” sambungnya.
Dedi Mulyadi Datangi Sekolah
Seketika, Dedi Mulyadi mendatangi sekolah mereka dan sangat terkejut melihat penampakan sekolahnya.
Ia bertemu dengan para guru SMA 1 Cipeundeuy dan menegur karena menurutnya para siswa yang berada di sekolah tersebut tidak disiplin.
“Pak, gimana kok anak-anaknya nggak disiplin di sini, nggak cerminkan cita-cita pendidikan yang saya impikan,” tegur Dedi kepada seorang guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah.
“Anak-anak bergerombol semua, nggak ada satupun yang pakai helm. Tidak ada satu pun loh. Kalau saja ada yang pakai helm satu, ini satu pun nggak ada yang pakai,” lanjutnya menjelaskan.
Salah satu guru menjelaskan bahwa para siswa diberikan waktu selama dua bulan untuk menabung membeli helm.
Namun, KDM menepis alasan tersebut lantaran menurutnya setiap orang yang punya motor pasti punya helm, seperti saat membeli motor biasanya mendapat helm sebagai bonusnya.
Lalu, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengatakan untuk kumpulkan para orang tua siswa untuk membuat kesepakatan pakta integritas.
“Mau nggak disiplin? Karena tujuan sekolah membentuk karakter manusia bukan hanya sekedar belajar mengajar,” tegasnya.
“Saya kan pingin anak-anak Jabar itu bukan hanya pintar akademik, tetapi mentalnya terbentuk panca waluya itu bukan hanya teori,” pungkasnya.
(kmr)
Load more