GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Ngamuk! Lihat Siswa SMA Merokok dan Tak Satupun Pakai Helm di Jalan, Langsung Geruduk Sekolah

Aksi tegas Dedi Mulyadi viral saat memergoki siswa SMA asyik merokok dan mengendarai motor tanpa helm. Gubernur Jawa Barat itu langsung tegur pihak sekolah
Senin, 23 Maret 2026 - 03:19 WIB
Dedi Mulyadi ngamuk lihat siswa SMA tak ada yang pakai helm
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi geram melihat para siswa SMA di Cipeundeuy, Bandung Barat, Jawa Barat merokok bergerombol dan tidak satupun mengenakan helm.

Saat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melintas di daerah tersebut ia menemukan gerombolan siswa SMA yang merokok di sebuah warung setelah pulang sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh siswa masih mengenakan seragam sekolah, kemudian salah satu diantaranya sempat ditanya oleh Dedi Mulyadi.

Rupanya mereka merupakan Siswa dari SMA 1 Cipeundeuy.

“Pada merokok, pulang sekolah pada disini (warung). SMA 1 Cipeundeuy ya, kita bangun sekolah itu susah. Bikin kalian sekolah itu susah, harus di-bully banyak orang. Sekolahnya yang benar ya. Saya nanti awasi daerah ini,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

“Kamu nggak pakai helm lagi. Umur 16 tahun menurut Undang-Undang sudah boleh pakai motor belum?” sambungnya.

Siswa tersebut menyadari bahwa di usianya yang masih 16 tahun belum boleh mengendarai motor di jalan raya, meskipun ia sudah bisa mengendarainya.

Selain itu, KDM juga menemui seorang siswa yang mengendarai motor dengan suara keras dan memakai knalpot brong.

“Kamu sekolah nggak disiplin. Umur 16 tahun, sudah boleh pakai motor belum?” tanya Dedi.

“Saya nggak ada urusan ya, anak-anak yang melanggar peraturan lalu lintas pakai knalpot brong segala macam,” tegasnya.

Dedi Mulyadi ngamuk lihat siswa SMA tak ada yang pakai helm
Dedi Mulyadi ngamuk lihat siswa SMA tak ada yang pakai helm
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Dirinya mengancam kepada para siswa yang masih memakai motor dengan knalpot brong, maka akan tidak naik kelas.

“Kalau masih sekolah menggunakan motor dengan knalpot brong, namanya aku cari kamu nggak bisa naik kelas,” kata KDM.

“SMA 1 Cipeundeuy ya. Nanti saya datangi kepala sekolahnya. Saya tahu nama-nama kalian semua,” sambungnya.

Dedi Mulyadi Datangi Sekolah

Seketika, Dedi Mulyadi mendatangi sekolah mereka dan sangat terkejut melihat penampakan sekolahnya.

Ia bertemu dengan para guru SMA 1 Cipeundeuy dan menegur karena menurutnya para siswa yang berada di sekolah tersebut tidak disiplin.

“Pak, gimana kok anak-anaknya nggak disiplin di sini, nggak cerminkan cita-cita pendidikan yang saya impikan,” tegur Dedi kepada seorang guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah.

“Anak-anak bergerombol semua, nggak ada satupun yang pakai helm. Tidak ada satu pun loh. Kalau saja ada yang pakai helm satu, ini satu pun nggak ada yang pakai,” lanjutnya menjelaskan. 

Salah satu guru menjelaskan bahwa para siswa diberikan waktu selama dua bulan untuk menabung membeli helm. 

Namun, KDM menepis alasan tersebut lantaran menurutnya setiap orang yang punya motor pasti punya helm, seperti saat membeli motor biasanya mendapat helm sebagai bonusnya.

Lalu, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengatakan untuk kumpulkan para orang tua siswa untuk membuat kesepakatan pakta integritas. 

“Mau nggak disiplin? Karena tujuan sekolah membentuk karakter manusia bukan hanya sekedar belajar mengajar,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya kan pingin anak-anak Jabar itu bukan hanya pintar akademik, tetapi mentalnya terbentuk panca waluya itu bukan hanya teori,” pungkasnya.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Komisi I DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dinilai semakin mendesak untuk dapat segera disahkan.
Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar pemain Indonesia di Thailand Open 2026, di mana kembalinya pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana punya pasangan baru.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT