Tak Tega Lihat Siti Maesaroh Bocah Prematur, Dedi Mulyadi Beri Hadiah Mengejutkan untuk Sang Ibu
- Tangkapan Layar YouTube Lembur Pakuan Channel
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melihat seorang ibu yang menggendong anaknya dengan mengendarai motor.
Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi sedang dalam perjalanan menuju Indramayu, kemudian menemui seorang ibu yang menggendong anaknya yang sedang tertidur.
“Saya perjalanan menuju Indramayu. Coba lihat didepan ada si Ibu itu bawa anak kecil, tidur, naik motor. Motornya nggak ada nomor plat, tanpa helm. Coba kita tanya,” ungkap Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Lembur Pakuan Channel.
“Tuh lihat anaknya tertidur begitu. Ini sakit atau apa,” sambungnya.
Anak tersebut bernama Siti Maesaroh (7), ia lahir secara prematur yang mengakibatkan tidak bisa berbicara bahkan berjalan.
Sang ibu mengatakan bahwa Siti hanya tidur selama 2 jam sehari dan lebih menyukai bermain dengan ibu dan neneknya.
“Belum jalan, belum bisa ngomong. Umur 7 tahun pak,” ujar ibu Siti.
“(Anak dibawa terus) Iya, kalau saya datang dari sawah langsung pingin main, pingin jalan-jalan. Tidur cuma 2 jam,” lanjutnya menjelaskan.
- Tangkapan Layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Ibunya bekerja menanam bawang, sementara ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan. Selama sang ibu bekerja, Siti ditemani oleh neneknya.
“(kerja) nanam bawang, ya apa saja pak. (suami) lagi kerja pertukangan bangunan,” jelas sang ibu.
“Alhamdulillah, tapi anaknya selalu sama ibu atau sama ibu saya di rumah, neneknya,” terusnya.
Meski Siti memiliki keterbatasan, namun neneknya tak pernah lelah merawatnya dan sangat menyayanginya.
Untuknya Ibu dan nenek merasakan tidur yang cukup dan bisa bergantian merawat Siti.
Akan tetapi, ia sang ibu kesulitan memberi makan Siti karena tidak bisa makan jika tidak makan dengan bubur instan.
Ia sedikit kesulitan jika mengonsumsi bubur yang masih memiliki tekstur beras.
“Makannya Super Bubur (bubur instan) pak. Ya rantaian gitu beli. Kalau bubur kita bikin nggak mau, soalnya berbiji, jadi keluar lagi. Buburnya harus halus banget,” jelas ibu Siti.
“Kadang makannya sama cerelac (bubur bayi), kalau ngemil,” sambungnya.
Dedi Mulyadi juga menanyakan motor dari sang ibu. Motor tersebut ia miliki tanpa surat-surat dan plat nomor demi membawa Siti jalan-jalan.
“Ya kayak gini lah pak, lumayan buat dedek jalan-jalan. Nggak ada nomor dan suratnya, cuma motor bodong,” kata Ibunda Siti.
Dedi Mulyadi menilai yang dialami Siti Maesaroh mirip dengan kasus yang dialami Raya di Sukabumi.
“Kasus ini pernah menimpa kasus Raya. ini seorang ibu lihat, motornya tanpa nomor, motornya bodong bawa anak 7 tahun. Lahirnya 6 bulan lebih (prematur). Asal dari desa Kertawinangun, Majalengka,” terang KDM.
“Ini mirip kayak Raya ini, tapi nggak kayak Raya kotor sambil makan tanah, nggak ya. Dibawa terus, dirawat. Ini perjuangan seorang ibu. Luar biasa,” pungkasnya.
Melihat perjuangan sang ibu, Dedi Mulyadi memberinya motor untuk mengajak Siti jalan-jalan dengan motor yang layak.
(kmr)
Load more