Dedi Mulyadi Ajak Ni Hyang ke Kuburan, Ajarkan Hal ini ke Putri Kesayangan, Si Cantik Langsung Nurut
- dok.kolase tvonenews.com/Instagram dedi Mulyadi
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menarik perhatian publik. Ia mengajarkan sang anak Ni Hyang soal jasa leluhurnya.
Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi menjelaskan seperti apa perjuangan sang Ayah dan Ibunya dalam merawat dirinya di masa lalu.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Terlihat Ni Hyang pun terlihat menyimak penjelasan sang ayah, Dedi Mulyadi. Cerita sang Kakek di masa lalu berhasil buat ayahnya menjadi orang sukses.
Menurut Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu, budaya ziarah kubur menjadi momen pembelajaran untuk generasi selanjutnya.
"Pekuburan adalah portal menuju masa lalu, agar pelajarannya dapat kita gunakan untuk menguasai masa depan," tulis Kang Dedi di Instagramnya, Selasa (24/3).
Kang Dedi menjelaskan dirinya sudah dirawat baik oleh orang tuanya. Ni Hyang pun harus bersyukur atas fasilitas yang dia rasakan.
"Nggak akan ada Kahiyang seperti ini sekarang hidupnya mapan seperti ini," kata Gubernur Jabar itu.
"Tidak ada emi yang sekolahin ayah, mendidik dan membiayai ayah sampai sekarang Jadi Kahiyang harus bersyukur," sambungnya.
Tidak lupa, Kang Dedi mengajarkan sang putri agar bisa mengingat leluhur. Juga mengamalkan surat Al Fatihah.
"Jadi Kahiyang harus bersyukur dan kirim alfatihah untuk ibu mi dan bapak mi, bisa bersyukur bisa menikmati fasilitas dan dikawal. ini berjasa untuk Kahiyang," pesan Dedi Mulyadi kepada Putrinya.
- dok.kolase tvonenews.com/Instagram dedi Mulyadi
Profil Singkat Dedi Mulyadi
Sehubungan dengan KDM, di masa awal kegubernurannya, ia menggagas program pengiriman siswa bermasalah ke barak militer.
Program yang kemudian memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan dan juga dapat dukungan.
Diketahui, program tersebut ditujukan untuk siswa yang terlibat dalam kenakalan remaja seperti tawuran dan geng motor, dengan tujuan membentuk kedisiplinan dan karakter melalui pembinaan di lingkungan barak militer selama enam bulan.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa programnya bukan pelatihan militer, melainkan pembinaan karakter, mental, dan kebugaran pelajar, juga tetap mempertahankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dengan guru dari sekolah asal.(klw)
Load more