Dedi Mulyadi Temukan Fakta Baru, Sopir Elf Minum Bodrex hingga Ugal-ugalan Sebelum Kecelakaan di Majalengka
- Kolase Polres Majalengka & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Majalengka, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui pihak keluarga korban kecelakaan maut elf di Majalengka. Perbincangan mereka untuk menceritakan kronologinya.
Di dalam perbincangan itu, Dedi Mulyadi menemukan beberapa fakta baru. KDM sapaan akrabnya, mendapatkan dugaan penyebab kecelakaan maut melibatkan mobil Isuzu jenis Elf di Majalengka.
Dedi Mulyadi memastikan dugaan penyebab kecelakaan maut tersebut. Ia mendengar insiden itu diduga efek sopir elf mengantuk dan kelelahan.
"Bisa melihat sopirnya kelihatan lelah nggak?," tanya Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Jumat (27/3/2026).
Dedi Mulyadi Kulik Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut Elf di Majalengka
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Anak korban yang tewas dalam kecelakaan maut menjawab pertanyaan dari KDM. Kebetulan ia dan mendiang ayahnya, Ade Solihin merupakan penumpang dari 21 orang menaiki elf tersebut.
Ia menduga sopir elf terlihat sangat kelelahan. Kemudian, ia menyampaikan fakta terbaru bahwa pengemudi mobil travel tersebut sempat minum dua butir bodrex.
"Kayaknya lelah. Sebelumnya juga sopirnya minum bodrex dua (butir). Minum bodrex mengaku ke saya," ungkap dia.
Anak korban pun menceritakan kejadian ini bermula saat rombongan pemudik asal Karawang tersebut berangkat ke Ciamis pada Minggu, 22 Maret 2026.
21 orang tersebut ingin bersilaturahmi ke rumah kakeknya yang tinggal di Ciamis. Selepas itu, mereka menyempatkan pergi liburan bersama ke tempat wisata di Pangandaran pada Senin, 23 Maret 2026 pagi hari WIB.
Kemudian, mereka pulang menuju Karawang. Pengemudi mobil travel tersebut pilih melintasi jalur arah dari Ciamis setelah dari Pangandaran.
Mobil rombongan pemudik asal Karawang itu pun melewati Jalan Raya Panjalu-Cikijing. Kepada KDM, ia membenarkan kondisi jalan sangat buruk karena diselimuti kabut tebal dan jalan basah.
Namun pengemudi pilih tidak menghentikan perjalanan. Anak Ade Solihin itu menegaskan, ia dan penumpang lainnya melihat sang sopir sudah terlihat kelelahan.
KDM memastikan pengemudi mengantuk. Gubernur Jabar itu meyakini dua butir bodrex yang diminum menyebabkan sopir mengalami microsleep.
"Waktu di Ciamis itu sopirnya minum bodrex? Ngantuk berarti. Kan kalau minum bodrex itu tidak boleh. Itu ada aturannya di tulisan (bungkus) bodrex, kan selama minum ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor," jelas Dedi Mulyadi.
Ia cukup terkejut dengan keputusan pengemudi yang menyempatkan minum bodrex dari Ciamis sebelum berangkat menuju Karawang.
Sopir Mengendarai Elf dengan Kecepatan Tinggi
- Polres Majalengka
Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta ini melanjutkan pengakuan dari anak korban. Ia memastikan kondisi mobil Elf dengan nomor polisi Z 7012 CN melaju dengan kecepatan tinggi.
"Waktu peristiwa itu kan mobil jalan, kencang nggak mobilnya?," tanya KDM.
Anak korban mengaku kondisi mobil begitu cepat. Bahkan, pengemudi terlihat seperti mengendarai Elf secara ugal-ugalan.
"Itu gogorowokan. Ini sama abang ke Pak Haji, 'pelan-pelan, ngerem'," tuturnya sambil meniru ucapannya sebelum kejadian.
Ia memberikan fakta mengejutkan. Penyebab mobil melaju dengan kecepatan tinggi lantaran sang pengemudi sedang mengejar target.
"Kejar target, mobilnya mau dipakai besok katanya tuh, mau ke Bandung," ungkap dia.
Kecepatan tinggi inilah menyebabkan para penumpang berteriak ketakutan secara histeris karena khawatir dengan keselamatannya. Ia bahkan kembali mengingatkan agar berhati-hati dan pilih melaju pelan-pelan demi keselamatan penumpang.
"Sudah diingatkan sopirnya untuk tidak terlalu kencang?," tanya KDM lagi.
Anak korban tidak menyangka pengemudi sudah langsung pilih melaju kencang saat baru berangkat dari Ciamis. Saat disuruh pelan, sang sopir kembali beralasan keputusan itu demi mengejar target.
Sayangnya keputusan itu menyebabkan mobil beberapa kali hilang kendali. Ia mengatakan, mobil Elf tersebut sempat hampir mengalami kecelakaan.
"Kayaknya mau menabrak tiang, terus berhasil menghindar. Tapi setelah itu tetap masih kencang," terangnya.
Kondisi mobil pun semakin tidak terkendali saat memasuki area jalan yang gelap gulita. Mobil Elf tersebut tergelincir ke arah kanan dan masuk ke parit saat berada di tikungan tajam di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka pada Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 23.05 WIB.
Sebelumnya Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Surya Renata menyampaikan jumlah korban tewas sebanyak enam orang akibat kecelakaan maut tersebut.
Identitas korban yang meninggal dunia berasal dari Karawang, antara lain Hasyim Adnan (47), Ali (5), Nanda (1,5), Mala (35), Karwati (65), Desi (42).
Belakangan ini, KDM mengabarkan jumlah korban tewas bertambah menjadi tujuh orang. Ia menyebut korban luka yang sempat dirawat harus tutup usia bernama Ade Solihin.
(hap)
Load more