Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Kunjungan yang awalnya tampak biasa berubah menjadi momen tegang. Dedi Mulyadi terlihat kesal saat melakukan sidak ke SMA negeri 2 Subang setelah mendapati kondisi sekolah yang dinilai kurang terawat. Tak hanya menegur, ia bahkan langsung mengeluarkan dana Rp20 juta untuk perbaikan atap yang rusak.
Peristiwa ini terjadi saat Dedi Mulyadi mampir ke sekolah tersebut. Namun, kondisi di lapangan justru mengejutkannya. Ia melihat pos satpam yang kotor, jaket tergantung sembarangan, hingga lingkungan sekolah yang dipenuhi sampah dedaunan yang tidak dirapikan.
Tak berhenti di situ, saat berkeliling, Dedi juga menemukan beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk plafon yang bolong dan atap yang sudah rusak.
![]()
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
“Problemnya sederhana, genteng bocor enggak dibenerin. Itu aja. Belanda juga banyak yang tahun 1800-an masih hidup,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (1/4/2026).
Pihak sekolah sempat menjelaskan bahwa beberapa bagian sudah diperbaiki menggunakan dana RKAS. Namun, Dedi langsung menanyakan detail perbaikan tersebut.
“Mana yang sudah direhab?” tanya Dedi Mulyadi.
Kepala sekolah mencoba menjelaskan, “Ini sebenarnya hanya kita, justru jadi kita itu...”
Namun Dedi kembali menegaskan fokus persoalan yang ia lihat di lapangan.
“Heeh. Kan saya nanya cuma ini bocor ini aja kan. Ini kan perbaikannya hanya perbaikan ini, Pak. Hanya perbaikannya perbaikan ini. Artinya ini bisa diselesaikan, kan ini masih kokoh, cuma rehab atap,” tegasnya sambil menyentuh dinding kelas.
Ia kemudian melanjutkan peninjauan hingga ke bagian belakang sekolah. Di sana, ia kembali menemukan ruang kelas dengan kondisi atap yang rusak cukup parah.
“Ini kan, ini problemnya cuma problem di atap, temboknya masih kokoh. Kan saya ngukur tembok, Pak. Artinya temboknya masih kokoh. Jadi ini hanya perlu rehab atap,” ujarnya.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa beberapa bagian tembok memang sudah diperbaiki sebelumnya, termasuk penggantian kusen. Namun, Dedi kembali menegaskan bahwa inti masalah ada pada atap.
“Iya. Artinya temboknya masih kokoh. Saya kan ngomong begitu. Ini hanya perlu rehab atap, kan gitu. Saya kan ngomong itu, Pak,” lanjutnya.
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi langsung mengambil tindakan cepat. Ia memberikan bantuan dana tunai untuk mempercepat perbaikan.
“Ini dari tim Rp20 juta, Bapak,” ucapnya sambil menyerahkan uang secara langsung kepada kepala sekolah.
Setelah itu, Dedi memberikan arahan tegas agar lingkungan sekolah segera dibenahi.
“Tapi ini Bapak rapihin ya, anak-anak sekarang gerakin rapihin sekolahnya,” katanya.
Tak hanya soal fisik bangunan, Dedi juga menyampaikan pesan penting terkait dunia pendidikan, khususnya soal kreativitas siswa.
“Generasi yang hebat, itu hanya akan lahir dari anak-anak yang punya kreativitas. Anak-anak yang jenius di kelasnya kalau tidak punya kreativitas itu rata-rata tidak sukses,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi alasan keterbatasan dana dalam membangun lingkungan pendidikan yang baik.
“Jadi saya ingin anak-anak Jawa Barat itu kreatif. Jadi tidak ada istilah kalimat tidak ada duit, tidak ada biaya. Semua orang gotong royong bekerja, berinisiatif,” ujarnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menegaskan komitmennya untuk melindungi tenaga pendidik, selama mereka bekerja dengan baik dan penuh inisiatif.
“Saya kalau misalnya orang tuanya dikumpulin, saya bersedia menjamin keamanan Bapak. Ya, selama ini kan saya jamin kepala sekolah. Kepala sekolah dikriminalisasi saya bela. Guru dikriminalisasi saya bela. Tapi saya minta juga kepala sekolah dan guru kreatif seperti guru tahun 70-an ya,” pungkasnya.
Sidak ini pun menjadi sorotan, bukan hanya karena teguran keras yang diberikan, tetapi juga aksi nyata dalam membantu perbaikan fasilitas sekolah demi kenyamanan proses belajar mengajar.
(anf)
Load more