Pemilik Hajat di Purwakarta Dikeroyok Preman hingga Tewas, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Warga mendesak agar Gubenernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusut tentang insiden pengeroyokan pemilik hajat oleh sekelompok preman.
Di beberapa unggahan di media sosial Instagram @dedimulyadi71, sejumlah warganet membanjiri kolom komentar, mendesak agar Gubernur yang akrab disapa KDM itu angkat suara.
- Instagram @dedimulyadi71
"Pak, ada warga bapak di daerah purwakarta yang bikin acara hajatan di rumahnya sendiri tapi terkena aksi kekerasan dan pungli sampe meninggal tolong pak di bantu," kata komentar seorang warganet.
"Yang hajatan di Purwakarta, pak, jadi korban preman sampai meninggal," tulis warganet lainnya.
Membalas salah satu komentar warganet, Gubernur dengan julukan 'Bapak Aing' itu angkat suara.
"Pa kumaha nu hajat di gebugan saurna dugi ka maot,, pdah teu masihan jatah preman," (Pak, bagaimana soal yang hajat dianiaya sampai meninggal, katanya karena tidak memberi jatah preman), tulis komentar warganet.
Dengan tegas Dedi Mulyadi menjawab, "sudah ditangani Polres Purwakarta"
- Instagram @dedimulyadi71
Melihat jawaban tersebut, banyak warganet yang akhirnya tenang dan mengapresiasi kesigapan pihak berwajib dalam menangani kasus ini.
Sebelumnya, seorang warga bernama Dadang (58), asal Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda. Insiden tragis tersebut terjadi saat berlangsungnya pesta pernikahan putrinya pada Sabtu (4/4/2026).
Peristiwa bermula ketika acara hiburan organ tunggal tengah berlangsung di lokasi hajatan.
Sekelompok pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi diduga mabuk.
Mereka kemudian meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada korban dengan alasan untuk membeli minuman keras.
Sebelumnya, korban diketahui sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada para pelaku.
Namun, ketika permintaan tambahan ditolak, para pelaku justru tersulut emosi. Penolakan tersebut memicu keributan yang semakin tak terkendali.
Situasi pun memanas hingga korban dikejar keluar dari area tenda dan menjadi sasaran pengeroyokan.
Dadang yang mengalami luka parah sempat tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Load more