News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diiming-imingi Gaji Besar, Sherly Tjoanda Kaget Dengar Pengakuan Korban Soal Realita Pahit Kerja di Luar Negeri

Sherly Tjoanda kaget dengar pengakuan korban perdagangan manusia yang dijanjikan gaji besar di luar negeri, ternyata dipaksa jadi scammer.
Rabu, 8 April 2026 - 05:23 WIB
Sherly Tjoanda
Sumber :
  • Instagram/s_tjo

tvOnenews.com - Dalam sebuah pertemuan yang diunggah melalui media sosial, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, tampak terkejut saat mendengar langsung cerita para korban yang mengalami eksploitasi di luar negeri.

Diketahui, kasus perdagangan manusia kembali menjadi sorotan setelah pengakuan mengejutkan dari sejumlah korban yang berhasil dipulangkan ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para korban mengaku awalnya tergiur dengan tawaran pekerjaan bergaji besar.

Mereka dijanjikan posisi sebagai pekerja marketing e-commerce dengan gaji mencapai 24.000 hingga 26.000 baht per bulan. Namun, kenyataan yang mereka hadapi jauh dari harapan.

Salah satu korban laki-laki mengungkapkan bahwa selama bekerja, ia hanya menerima gaji sekali sebesar 2.000 hingga 3.000 baht, atau sekitar Rp1,5 juta jika dikonversikan ke rupiah.

Padahal, ia sudah bekerja sejak bulan Agustus dan bertahan hampir lima bulan di negara tersebut.

"Pernah sih dikasih," ujar korban.

Mendengar hal tersebut, Sherly Tjoanda langsung mempertanyakan kondisi kerja yang sebenarnya dialami para korban.

Dari pengakuan mereka, pekerjaan yang dijanjikan sebagai marketing ternyata berubah menjadi aktivitas ilegal, yakni melakukan penipuan atau scamming secara online.

Para korban dipaksa menjalankan modus penipuan dengan menyasar target tertentu melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.

Mereka diminta mencari korban yang memiliki profil ekonomi baik, seperti pejabat, dosen, atau orang dengan aset yang dianggap layak untuk ditipu.

Korban Pekerja Ilegal Luar Negeri
Korban Pekerja Ilegal Luar Negeri
Sumber :
  • Instagram/s_tjo

Modus yang digunakan cukup terstruktur. Korban diminta membangun komunikasi secara perlahan melalui WhatsApp untuk mendapatkan kepercayaan target.

Setelah itu, mereka diarahkan untuk menyinggung peluang bisnis di platform luar negeri yang diklaim berasal dari Eropa.

Menariknya, para korban juga mengungkap bahwa mereka menggunakan identitas palsu berupa foto perempuan untuk menarik perhatian target.

Hal ini dilakukan agar korban yang mayoritas pria berusia di atas 35 tahun lebih mudah terpengaruh.

ā€œSemua pakai foto cewek,ā€ ujar salah satu korban.

Tak hanya dipaksa melakukan aktivitas ilegal, para korban juga menghadapi tekanan berat jika tidak mencapai target.

Mereka diwajibkan mendapatkan minimal tiga pelanggan setiap harinya. Jika gagal, mereka akan menerima hukuman fisik.

Hukuman tersebut tergolong ekstrem. Untuk pekerja laki-laki, mereka diwajibkan melakukan hingga 500 kali push-up dalam sehari.

Sementara pekerja perempuan harus melakukan sekitar 350 kali squat jump. Hukuman ini diberikan secara rutin setiap kali target tidak tercapai.

Mendengar hal ini, Sherly Tjoanda terlihat kaget dan prihatin. Ia menilai kondisi tersebut sangat tidak manusiawi dan jauh dari janji awal yang diberikan kepada para pekerja.

Selain itu, para korban juga mengaku hidup dalam tekanan dan rasa takut selama bekerja di sana. Mereka tidak memiliki kebebasan dan harus terus bekerja tanpa kepastian gaji yang layak.

Proses pemulangan para korban sendiri tidak berjalan mudah.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, keluarga korban terlebih dahulu melapor kepada pihak terkait.

Selanjutnya, dinas setempat berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Karena para korban berangkat melalui jalur tidak resmi, proses penyelamatan menjadi lebih rumit.

Namun berkat koordinasi dengan pihak seperti Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia, mereka akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly Tjoanda menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas legalitasnya.

Ia meminta para korban untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Bacan dan Maluku Utara.

ā€œUntung bisa diselamatkan, kalau nggak bisa diselamatkan, sampai tua kalian disana kerja nggak digaji. Saya mau kalian cerita ke teman-teman kalian. Jangan sampai ini terulang lagi,ā€ ujar Sherly.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan bahwa jika ingin bekerja di luar negeri, masyarakat harus melalui jalur resmi yang difasilitasi pemerintah.

Hal ini penting untuk memastikan perlindungan hukum dan keselamatan pekerja. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

PT Pegadaian (Persero) kembali mencatatkan capaian gemilang di bidang keberlanjutan dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026.
Ternyata Dua Narapidana Ini Berada di Fasilitas Mewah saat Ombudsman Sidak Lapas Cibinong

Ternyata Dua Narapidana Ini Berada di Fasilitas Mewah saat Ombudsman Sidak Lapas Cibinong

Hasil sidak Ombudsman viral di media sosial. Hal ini menuai perhatian publik. Ternyata ada dua narapidana yang terciduk lagi di "fasilitas mewah" saat sidak.
Sifat Asli Megawati Hangestri Dibongkar Pemain Hyundai Hillstate: Dia Selalu Lakukan Hal ini Duluan

Sifat Asli Megawati Hangestri Dibongkar Pemain Hyundai Hillstate: Dia Selalu Lakukan Hal ini Duluan

Sifat asli Megawati Hangestri dibongkar Lee Han-bi. Megatron disebut ramah, selalu menyapa lebih dulu dan aktif berbicara bahasa Korea di Hyundai Hillstate.
Gila! Ibu Sambung Tewas Ditikam Anak Tiri Pakai Pisau di Bandung, 2 Hal Diduga Menjadi Motif Pembunuhan

Gila! Ibu Sambung Tewas Ditikam Anak Tiri Pakai Pisau di Bandung, 2 Hal Diduga Menjadi Motif Pembunuhan

Persoalan harta atau berebutan rumah hingga dikasih sedikit makan diduga menjadi penyebab anak tiri laki-laki inisial DH (32) menusuk ibu sambung di Bandung.
Keputusan Wasit asal Korea Selatan di Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia Disoroti Pengamat Senior: Itu Pengubah Keadaan

Keputusan Wasit asal Korea Selatan di Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia Disoroti Pengamat Senior: Itu Pengubah Keadaan

Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan menilai kartu merah Thom Haye menjadi salah satu titik yang mengubah permainan Timnas Indonesia ketika menghadapi Malaysia.
5 Shio Untung Besar Oktober 2026: Ada Shio Naga dan Tikus

5 Shio Untung Besar Oktober 2026: Ada Shio Naga dan Tikus

Berikut 5 shio yang diprediksi bakal mendapatkan untung besar di bulan Oktober 2026, dua di antaranya Shio Naga dan Shio Tikus. Shiomu termasuk?

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT