Usai KDM Tekan Pihak RSHS soal Sanksi Perawat, Warga Jabar Berbondong-bondong Serbu Medsos
- tim tvOnenews.com
tvOnenews.com - Kasus dugaan kelalaian perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) terus menjadi sorotan publik.
Setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencecar pihak rumah sakit terkait insiden bayi nyaris tertukar, gelombang reaksi dari masyarakat pun tak terbendung.
Akun media sosial resmi RSHS Bandung langsung diserbu warganet. Kolom komentar dipenuhi kritik tajam hingga tuntutan penjelasan yang lebih transparan.
- tim tvOnenews.com
Banyak warganet mempertanyakan bagaimana bayi bisa berpindah tangan ke orang lain tanpa prosedur yang jelas. Bahkan, sebagian menilai pernyataan resmi rumah sakit belum menjawab inti persoalan.
Komentar bernada kecewa hingga sindiran pun membanjiri unggahan RSHS.
"Udah cuma gitu aja? Ini masalah serius, bayi orang berpindah tangan ke orang lain, untung ketahuan itu, haduh," tulis seorang warganet.
"Action plannya to do di list, di kasih point per point. Kronologi secara menyeluruh dari segala pihak beserta video, reka ulang adegan, sekelas RSHS handlenya begini," tulis pengguna lainnya.
"Press relase macam apa ini?! Nggak ada penjelasan kronologi, ngga ada penjelasan langkah yang diambil selain ketemu keluarga korban, nggak jelas isinya," imbuh warganet lain.
"Tolong diusut pak, terutama patut dicurigai kepada oknum perawaat yang melakukan kecerobohan dan kesalahan yang berpotensi berakibat fatal! @dedimulyadi71," tulis warganet lain.
KDM Turun Tangan, Pihak RSHS Langsung Diberondong Pertanyaan
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Kasus ini semakin memanas di kalangan publik setelah Dedi Mulyadi turun langsung meminta klarifikasi.
Dalam percakapan yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, KDM berbicara dengan pihak manajemen RSHS yang mendatangi rumah korban, Nina Saleha.
Perwakilan rumah sakit, Arif selaku asisten manajer keperawatan, tampak gelagapan saat ditanya soal sanksi terhadap perawat yang diduga lalai.
Awalnya, ia menyebut perawat tersebut hanya dinonaktifkan sementara dari pelayanan.
Namun saat didesak lebih lanjut, Arif mengakui bahwa sanksi bisa meningkat hingga pencopotan permanen jika terbukti ada kelalaian serius.
Kronologi Mencekam: Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal
- Cepi Kurnia/tvOne
Insiden bermula pada 8 April 2026, saat Nina Saleha (27) hendak menjemput bayinya yang dirawat akibat penyakit kuning.
Setelah menunggu cukup lama karena proses administrasi, Nina sempat keluar sebentar untuk makan. Namun, firasat tak enak membuatnya kembali ke ruang perawatan.
Di sanalah ia menemukan seorang ibu lain tengah menggendong bayi dengan selimut yang dikenalnya. Setelah dicek, bayinya ternyata sudah tidak berada di inkubator.
Nina langsung memastikan identitas bayi tersebut dan mengambil kembali anaknya sebelum sempat dibawa lebih jauh.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar. Nina mengungkap bahwa saat itu belum ada surat kepulangan resmi, namun gelang identitas bayi justru sudah dilepas.
Perawat ASN 20 Tahun Dinonaktifkan, Terancam Sanksi Berat
- Ilham Ariyansyah/tvOne
Pihak RSHS mengonfirmasi bahwa perawat yang terlibat merupakan ASN dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.
Meski begitu, ia tetap dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Manajemen juga membuka kemungkinan adanya sanksi lebih berat, termasuk pemberhentian permanen, jika terbukti terjadi kelalaian atau pelanggaran serius.
Melalui pernyataan resmi di media sosial, RSHS telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Namun, respons tersebut justru menuai kritik. Banyak warganet menilai isi pernyataan masih minim penjelasan dan belum memberikan gambaran utuh mengenai kejadian. (asl)
Load more