GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Viral Grup Chat, Kampus UI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa yang Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Verbal

Setelah grup chat mahasiswa UI viral di medsos, pihak kampus mengambil langkah tegas. Kini status keanggotaannya dicabut
Selasa, 14 April 2026 - 12:12 WIB
Usai Viral Grup Chat, Kampus UI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa yang Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Verbal
Sumber :
  • Medsos Tiktok/@koreaninhere

Jakarta, tvonenews.com- Universitas indonesia mengatakan pihaknya segera melakukan investigasi. Setelah viralnya sebuah grup chat isinya mahasiswa dari fakultas hukum (FH) UI diduga melecehkan mahasiswa lainnya.

Kabar ini ramai diperbincangkan dimedia sosial (Medsos). Sebab beredar isi grup chat yang membahas bagian tubuh wanita, menuai ragam komentar publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"UI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual, yang bersifat verbal dan terjadi dalam interaksi digital maupun luring. Merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas, kode etik sivitas akademika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro di Kampus UI Depok, dikutip dari antara, Selasa (14/4).

Ia memastikan, saat ini proses penanganan tengah berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI dengan pendekatan yang berperspektif korban (victim-centered), menjunjung tinggi asas keadilan, kerahasiaan, serta prinsip kehati-hatian.

Lebih lanjut, Kampus UI juga menjelaskan bahwa proses mencakup verifikasi laporan, pemanggilan para pihak, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan unit terkait di tingkat fakultas dan universitas.

Usai Viral Grup Chat, Kampus UI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa yang Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Verbal
Usai Viral Grup Chat, Kampus UI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa yang Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Verbal
Sumber :
  • Medsos Tiktok/@koreaninhere

Buntut dari kasus dugaan pelecehan verbal ini, mahasiswa terkait dijatuhkan sanksi organisasi.

Sanksi organisasi itu berupa pencabutan status keanggotaan aktif. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 007/SK/BPMFHUI/IV/2026.

Perlu diketahui, awal mulanya kasus ini mencuat karena muncul akun tiktok yang membahas grup chat tersebut yang jadi viral.

Ada seorang mahasiswa di forum tersebut menanyakan bagaimana awal mula grup chat itu dibentuk hingga isinya diduga sering melecehkan perempuan.

Salah satu terduga anggota grup chat didesak untuk menjawabnya secara jujur di hadapan forum.

“Grup dibentuk sejak maba (mahasiswa baru) oleh 10 orang waktu itu karena mereka ada di satu kos. Mereka tinggal di satu kos. Jadi untuk memudahkan pembayaran segala macam. Fungsi utama grup itu begitu,” katanya dikutip pada Selasa (14/4/2026).

Awal Mula Grup Chat Mahasiswa FH UI yang Viral Dibentuk
Awal Mula Grup Chat Mahasiswa FH UI yang Viral Dibentuk
Sumber :
  • Tangkapan layar

Salah satu terduga anggota grup chat menjabarkan orang-orang awal yang ada di grup itu hingga pada akhirnya dia diundang.

Dia mengaku diundang saat memasuki semester 4. tidak tahu sejak kapan membahas hal-hal yang melecehkan itu.

"Saya enggak tahu siapa yang mulai. Selama di grup perbincangan terkait perempuan tiba-tiba muncul. Saya enggak bisa pin point mulai dari siapa,” jawabnya.

Forus yang dilakukan UI beredar dan viral di medsos. Terlihat ada beberapa mahasiswa dihadirkan yang disbeut-disebut bagain dari anggota grup chat.

*Sejauh ini, tvonenews.com juga mencoba menghubungi dan menunggu keterangan lebih lanjut atas kasus ini.*

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehubungan dengan kasus ini, UI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual melalui kebijakan yang lebih tegas, edukasi berkelanjutan, serta penguatan sistem yang responsif dan berperspektif korban, memastikan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan.(nsi/klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Disebut Tak Koperatif, Kubu Pemilik Kapal Tongkang Bantah Satgas PKH

Disebut Tak Koperatif, Kubu Pemilik Kapal Tongkang Bantah Satgas PKH

Satuan Tugas Penertiban Hutan (Satgas PKH) menyebut adanya dugaan penyelundupan mineral mengandung logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif terkait kasus penahanan dan pembongkaran muatan bahan mineral di Kapal Tongkang Capicorn milik PT PMM.
Rekap Hasil Semifinal Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Kalahkan Ganda Putra China Lewat Skor Afrika

Rekap Hasil Semifinal Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Kalahkan Ganda Putra China Lewat Skor Afrika

Rekap hasil semifinal Singapore Open 2026, di mana hari ini ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke babak pamungkas.
Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Bikin Timnas Vietnam Tertekan, Jay Idzes Titip Pesan, hingga Alasan Stadion Pakansari untuk Piala AFF 2026

Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Bikin Timnas Vietnam Tertekan, Jay Idzes Titip Pesan, hingga Alasan Stadion Pakansari untuk Piala AFF 2026

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday dan Piala AFF 2026 yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com. Simak!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah Gratis di Bandung: Biaya Hidup Kami Tanggung

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah Gratis di Bandung: Biaya Hidup Kami Tanggung

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan memberikan program beasiswa kepada 40 anak Papua agar kuliah gratis di Bandung. Pihaknya menanggung biaya hidup mereka.
Rekap Hasil UFC Macau: Song Yadong Kalahkan Deiveson Figueiredo Lewat Kuncian Leher Mematikan

Rekap Hasil UFC Macau: Song Yadong Kalahkan Deiveson Figueiredo Lewat Kuncian Leher Mematikan

Rekap hasil UFC Macau malam ini, di mana Song Yadong berhasil mengalahkan Deiveson Figueiredo lewat submission.
Bos Persib Ungkap Kronologi Ban FIFA yang Libatkan Daisuke Sato: Awalnya ...

Bos Persib Ungkap Kronologi Ban FIFA yang Libatkan Daisuke Sato: Awalnya ...

FIFA Registration Ban adalah regulasi FIFA yang melarang klub mendaftarkan pemain baru selama ada sengketa dengan pemain atau pelatih.

Trending

Resmi! Persib Kena Sanksi Berat FIFA Usai Juara Super League, Maung Bandung Tak Bisa Lakukan Transfer Musim Depan

Resmi! Persib Kena Sanksi Berat FIFA Usai Juara Super League, Maung Bandung Tak Bisa Lakukan Transfer Musim Depan

Kabar mengejutkan datang dari Persib di tengah suasana perayaan gelar juara Super League musim 2025/2026. Maung Bandung malah resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA.
PDIP Komentari Rencana Jokowi Blusukan ke Daerah: Supaya Masyarakat Yakin, Tunjukkan Ijazah Aslinya

PDIP Komentari Rencana Jokowi Blusukan ke Daerah: Supaya Masyarakat Yakin, Tunjukkan Ijazah Aslinya

Ketua DPP PDIP Djarot Djarot Saiful Hidayat berkomentar terkait rencana mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke sejumlah daerah, pada Sabtu.
Mitchell Baker dan Luke Vickery Hadir di TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Fix Dinaturalisasi buat Bela Garuda?

Mitchell Baker dan Luke Vickery Hadir di TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Fix Dinaturalisasi buat Bela Garuda?

Sejumlah wajah baru terpantau hadir dalam sesi latihan Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026. Termasuk diaspora Mitchell Baker hingga Luke Vickery.
Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan

Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan

Persib hadapi situasi sulit setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada klub berjuluk Maung Bandung itu. Manajemen kini dituntut bergerak cepat.
Kode Keras untuk Klub-klub Super League? Begini Kata Shin Tae-yong Setelah Ditanya tentang Masa Depannya

Kode Keras untuk Klub-klub Super League? Begini Kata Shin Tae-yong Setelah Ditanya tentang Masa Depannya

Secara tidak langsung, eks Timnas Indonesia Shin Tae-yong menjawab rumor ketertarikan klub Super League ketika ditanya orang Korea mengenai karier melatihnya.
Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat

Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat

Akibat insiden itu, mata Heru Gundul mengalami kemerahan dan bengkak. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa membuka mata selama 18 jam. 
Walau Nilai Tukar Ringgit Menguat, PM Malaysia Beri Intruksi Jajaran untuk Berhemat

Walau Nilai Tukar Ringgit Menguat, PM Malaysia Beri Intruksi Jajaran untuk Berhemat

Walau nilai tukar Ringgit Malaysia menguat. PM Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim justru menginstruksikan jajaran pemerintahannya untuk melakukan penghematan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT