Reaksi Menteri PKP Usai Dedi Mulyadi Desak Kenaikan Upah Buruh Genteng di Plered: Prinsipnya Bagus KDM
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Lonjakan pesanan genteng dari kawasan Plered, Kabupaten Purwakarta, langsung menarik perhatian pemerintah hingga membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan melakukan peninjauan ke lokasi produksi.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Tingginya permintaan genteng yang mencapai puluhan ribu unit per hari membuat pemerintah turun tangan, apalagi sektor ini menjadi penopang utama program pembangunan dan renovasi rumah di Jawa Barat.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri PKP, Maruarar Sirait.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Keduanya berdialog langsung dengan pelaku usaha dan para pekerja untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Satu pabrik genteng diketahui mampu memproduksi hingga 15.000 unit per hari, angka yang menunjukkan betapa strategisnya industri ini dalam mendukung kebutuhan perumahan.
Namun, di balik tingginya produktivitas itu, muncul fakta lain yang justru memicu perhatian serius dari pemerintah.
Sorotan utama datang dari Maruarar Sirait. Ia secara terbuka menyinggung soal kesejahteraan pekerja yang dinilai belum sebanding dengan tingginya permintaan produksi.
"Pak Bupati, Pak Gubernur ini PR Besar, kalau Jawa Barat ada 45.000 rumah yang mau dibedah. Tolong pak Bupati, dipersiapkan dari sekarang, SNI-nya dua minggu beres," kata Maruarar Sirait.
- YouTube dedi Mulyadi channel
“Kalau boleh juga pegawainya gajinya dinaikin dikit, pegawainya ya, ada peningkatan kesejahteraan, jadi sama-sama untung,” ujar Maruarar.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada produksi dan distribusi, tetapi juga keseimbangan antara keuntungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja.
Ia juga menekankan bahwa industri genteng memiliki peran vital dalam program perumahan nasional, sehingga kualitas produk, ketepatan distribusi, dan kondisi pekerja harus berjalan beriringan.
Temuan yang paling mengejutkan adalah soal upah buruh. Dedi Mulyadi juga menyorot tajam saat mengetahui sebagian pekerja hanya menerima sekitar Rp30 ribu per hari.
Load more