News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi Menteri PKP Usai Dedi Mulyadi Desak Kenaikan Upah Buruh Genteng di Plered: Prinsipnya Bagus KDM

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait memberi pujian setinggi langit untuk aksi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang desak naikkan upah buruh.
Kamis, 16 April 2026 - 15:26 WIB
Dedi Mulyadi dan Menteri PKP, datangi lokasi produksi Genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Lonjakan pesanan genteng dari kawasan Plered, Kabupaten Purwakarta, langsung menarik perhatian pemerintah hingga membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan melakukan peninjauan ke lokasi produksi.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Tingginya permintaan genteng yang mencapai puluhan ribu unit per hari membuat pemerintah turun tangan, apalagi sektor ini menjadi penopang utama program pembangunan dan renovasi rumah di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat kunjungi lokasi produksi genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat kunjungi lokasi produksi genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta.
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Keduanya berdialog langsung dengan pelaku usaha dan para pekerja untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Satu pabrik genteng diketahui mampu memproduksi hingga 15.000 unit per hari, angka yang menunjukkan betapa strategisnya industri ini dalam mendukung kebutuhan perumahan.

Namun, di balik tingginya produktivitas itu, muncul fakta lain yang justru memicu perhatian serius dari pemerintah.

Sorotan utama datang dari Maruarar Sirait. Ia secara terbuka menyinggung soal kesejahteraan pekerja yang dinilai belum sebanding dengan tingginya permintaan produksi.

"Pak Bupati, Pak Gubernur ini PR Besar, kalau Jawa Barat ada 45.000 rumah yang mau dibedah. Tolong pak Bupati, dipersiapkan dari sekarang, SNI-nya dua minggu beres," kata Maruarar Sirait.

Dedi Mulyadi Pertegas Renovasi Gedung Sate Berjalan dengan Tidak Menggeser Prasasti Sapta Taruna
Dedi Mulyadi Pertegas Renovasi Gedung Sate Berjalan dengan Tidak Menggeser Prasasti Sapta Taruna
Sumber :
  • YouTube dedi Mulyadi channel

“Kalau boleh juga pegawainya gajinya dinaikin dikit, pegawainya ya, ada peningkatan kesejahteraan, jadi sama-sama untung,” ujar Maruarar.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada produksi dan distribusi, tetapi juga keseimbangan antara keuntungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja.

Ia juga menekankan bahwa industri genteng memiliki peran vital dalam program perumahan nasional, sehingga kualitas produk, ketepatan distribusi, dan kondisi pekerja harus berjalan beriringan.

Temuan yang paling mengejutkan adalah soal upah buruh. Dedi Mulyadi juga menyorot tajam saat mengetahui sebagian pekerja hanya menerima sekitar Rp30 ribu per hari.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Angka tersebut dinilai jauh dari layak, apalagi jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta yang sudah jauh lebih tinggi.

Tak tinggal diam, Dedi langsung memberikan peringatan tegas kepada pelaku usaha.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah keras, termasuk menghentikan kontrak pengiriman jika perusahaan tidak memperhatikan kesejahteraan pekerja.

"Nanti kita akan menghentikan kontrak pengiriman barang apabila pegawainya di bawah upah," tegas Dedi Mulyadi.

Sebagai solusi, Dedi Mulyadi mendorong kenaikan upah buruh secara bertahap hingga minimal Rp50 ribu per hari.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Tak hanya itu, ia juga menawarkan langkah konkret berupa jaminan asuransi ketenagakerjaan gratis dari Pemprov Jawa Barat untuk para pekerja.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap buruh, sekaligus upaya menekan angka kemiskinan di daerah.

"Gini deh, Pemprov Jabar kan punya asuransi Ketenagakerjaan, oke karyawan pabrik genteng saya masukkan asuransi ketenagakerjaan. Artinya, asuransinya free oleh Pemprov," sambung KDM.

"Nah, upahnya naikin dong! Coba hitung komponennya, kalau misalnya bisa Rp50.000 aja sehari," serunya.

Dedi juga mengusulkan pendekatan yang lebih seimbang. Ia menyarankan agar kenaikan upah bisa diimbangi dengan penyesuaian harga genteng secara wajar.

"Sekarang diskusi aja, kalau upahnya naik jadi Rp50.000, jadi tambah Rp20.000 tuh lumayan, plus jaminan kesehatan dari pemerintah provinsi, tidak apa-apa naik lagi (harga) per gentingnya, nah itu naiknya jadi berapa," lanjut KDM.

Dengan begitu, pengusaha tetap mendapatkan keuntungan, pekerja lebih sejahtera, dan konsumen tidak dirugikan.

Selain persoalan upah, perhatian juga diarahkan pada kualitas produk. Pemerintah mendorong percepatan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk genteng Plered.

Targetnya cukup ambisius: selesai dalam waktu dua minggu agar produk bisa dipasarkan lebih luas dan bersaing secara nasional.

Maruarar Sirait menegaskan bahwa kualitas, estetika, dan ketepatan distribusi menjadi kunci keberhasilan program perumahan.

"Pak KDM tuh selalu menjaga keseimbangan kepentingan negara, kepentingan rakyat yaitu buruh dan kepentingan pengusaha. Mangga, Kang, atur aja seperti apa, yang penting kegiatan ini negaranya happy, rakyatnya happy, kemudian pengembangnya juga pengusahanya juga happy," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Prinsipnya ini bagus arahan pak KDM, bapak bupati pelajari semuanya pelan-pelan nanti disampaikan hari Minggu," tegas Maruarar Sirait.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, industri genteng Plered diharapkan tidak hanya banjir pesanan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan pekerjanya secara nyata. (asl)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teks Khutbah Jumat 17 April 2026 Singkat: Sifat Takabur Semestinya Hilang dengan Takbir

Teks Khutbah Jumat 17 April 2026 Singkat: Sifat Takabur Semestinya Hilang dengan Takbir

Berikut teks khutbah Jumat 17 April 2026 singkat dan padat berjudul 'Sifat Takabur Semestinya Hilang dengan Takbir'.
Raja Negeri Ouw Tegas Jaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

Raja Negeri Ouw Tegas Jaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

Masyarakat Negeri Ouw, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku menyatakan sikap tegas menjaga persatuan di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
KKP Hentikan Sementara Reklamasi Ilegal PT Harap Panjang di Pulau Lingga Kepri

KKP Hentikan Sementara Reklamasi Ilegal PT Harap Panjang di Pulau Lingga Kepri

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara kegiatan reklamasi ilegal di Desa Kelumu, Pulau Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (16/4/2026
Polda Jambi Ringkus Buronan Kasus Sabu Seberat 58 Kilogram

Polda Jambi Ringkus Buronan Kasus Sabu Seberat 58 Kilogram

Polda Jambi meringkus M Alung Ramadhan yang masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus peredaran narkoba jenis sabu.
Ungkap Kepuasan Warga Bandung Tembus 65,9 Persen, Wali Kota M Farhan: Kepercayaan Ini Amanah Besar

Ungkap Kepuasan Warga Bandung Tembus 65,9 Persen, Wali Kota M Farhan: Kepercayaan Ini Amanah Besar

Hasil Survei Teropong Daerah yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan mayoritas warga puas terhadap kepemimpinan dan arah pembangunan Kota Bandung dalam satu tahun terakhir. 
Peluang Timnas Indonesia U-17 Lolos Semifinal Piala AFF Semakin Kecil Usai Dikalahkan Malaysia

Peluang Timnas Indonesia U-17 Lolos Semifinal Piala AFF Semakin Kecil Usai Dikalahkan Malaysia

Timnas Indonesia U-17 kalah tipis dari Malaysia dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4/2026). 

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT