KDM Sesumbar Beri Gambaran Indah Hasil Revitalisasi Penggabungan Gedung Sate-Gasibu: Kenapa Harus Resah?
- Kolase Antara/Ricky Prayoga & Instagram/@dedimulyadi71
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) kembali membicarakan gebrakan barunya. Ia akan merevitalisasi halaman Gedung Sate terhubung dengan Gasibu.
KDM menyebut selama ini Gedung Sate dan Lapangan Gasibu terpisah. Terkini, Gubernur Jabar itu akan menata ulang agar kedua bagian tersebut menjadi satu halaman.
KDM memahami langkah ini menuai kritik. Di balik itu, ada beberapa tujuan mengenai penggabungan halaman Gedung Sate dan Gasibu.
"Kalau bisa disatukan, kenapa harus dipisahkan? Diperindah, kenapa mesti resah?," ujar KDM, Kamis (16/4/2026).
KDM Pamerkan Gambaran Wajah Baru Penggabungan Halaman Gedung Sate-Gasibu
- Instagram/@dedimulyadi71
Dalam unggahan Instagram pribadinya, KDM menampilkan sebuah video berupa gambaran apabila Gedung Sate telah digabung dengan Gasibu. Sebab, aktivitas pembongkaran juga mulai bergulir.
Hingga kini, paving blok satu per satu mulai diangkat. Pasalnya selama ini bagian tersebut menutupi area depan bangunan Gedung Sate.
Pengangkatan ini menjadi tanda proyek penataan ulang kawasan Gedung Sate digabung dengan Gasibu telah bergulir. Tujuannya untuk mewujudkan rencana yang sudah dicanangkan sejak lama.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mulai mengerahkan alat berat. Area depan Gedung Sate di sepanjang sisi Jalan Diponegoro mulai dipagari menggunakan besi berlapis dan papan putih.
Hal ini sebagai tahap awal mengintegrasikan proyek penataan penggabungan kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Sebab, Dedi Mulyadi menginginkan halaman Gedung Sate disulap menjadi ruang terbuka.
Luas ruang terbukanya mengutamakan desain simetris. Selain itu, KDM juga menginginkan area depan Gedung Sate sebagai titik pusat berbagai kegiatan.
Salah satu kegiatan yang akan menjadi target Pemprov Jabar, yakni seremoni kenegaraan. Nantinya, masyarakat bisa melihat jalur dibalut dengan pedestrian lebar dan area hijau bergaya arsitektur di sisi barat dari gerbang utama.
Dedi Mulyadi Bicara Kondisi Jalan Diponegoro
Dedi Mulyadi kemudian membicarakan nasib Jalan Diponegoro. Sebab, Gedung Sate dan Lapangan Gasibu terpisah oleh ruas jalan tersebut.
KDM membantah Jalan Diponegoro ditutup akibat proyek ini. Pemprov Jabar justru akan mengalihkan fungsi jalan ini sebagai bagian dari halaman Gedung Sate.
Sedangkan, kata dia, sebagian area di Lapangan Gasibu berfungsi untuk jalur jalan.
"Tukeran saja," kata KDM.
Selain mempercantik kawasan, mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan bahwa, alasan penataan kawasan ini lantaran selama ini Jalan Diponegoro ditutup, terutama saat ada aksi demonstrasi.
Menurut Dedi Mulyadi, kondisi inilah menjadi persoalan klasik di mana di sekitar Gedung Sate kerap terjadinya kemacetan.
"Bayangin deh bagaimanapun juga era demokratisasi melahirkan demonstrasi. Nah, setiap terajdi unjuk rasa itu, Jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan parah di Kota Bandung," terangnya.
Bagaimana Nasib Prasasti Sapta Taruna?
Di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (15/4/2026), Dedi Mulyadi menjelaskan proyek ini tidak mengganggu batu prasasti Sapta Taruna. Pemprov Jabar tak akan memindahkan simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) itu dari tempatnya.
"Tetap saja, prasasti tidak berubah, nggak ada masalah. Prasasti tidak akan digeserkan dan tetap di situ," tegasnya.
Sementara, KDM belum menjelaskan kelanjutan nasib beberapa fasilitas di Lapangan Gasibu, mulai dari jogging track, toilet hingga terbuka. Bagian ini sebagai area terbuka untuk masyarakat setiap harinya.
Berdasarkan dari pantauan, taman hijau yang menghiasi wajah Gedung Sate selama ini mulai digunduli. Kemudian, alat-alat berat juga membongkar ubin-ubin hingga batu alam plaza.
Bahkan, tanaman sebagai ruang untuk lapangan upacara yang baru mulai dicabuti. Hal ini guna menyelesaikan target proyek yang berlangsung dari 8 April ini tuntas pada 6 Agustus 2026.
Diketahui, revitalisasi mengintegrasikan kawasan Plaza depan Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan koridor Jalan Diponegoro tergabung dalam satu titik utama. Nantinya, luasnya bisa mencapai 14.642 meter persegi.
Kebutuhan proses merevitalisasi Gedung Sate-Gasibu membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. KDM menginginkan peran Gedung Sate sebagai center point Jawa Barat.
(hap)
Load more