Tertegun dengan Perjuangan Warganya, Gubernur Sherly Tjoanda Bawa Pengungsi yang Sakit ke RS Ternate: Don't Worry
- Instagram/@s_tjo
Batang Dua, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda kembali menggetarkan publik. Videonya menyoroti seorang pengungsi terdampak gempa yang sakit viral di media sosial.
Sherly Tjoanda menuai pujian seusai mengunggah video aksinya melalui Instagram pribadinya, Senin (20/4/2026). Saat itu ia meninjau langsung warga terdampak gempa magnitudo 7,6, Sabtu (11/4/2026).
Sherly Tjoanda melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah. Ia juga mengunjungi pengungsi gempa M 7,6 di Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate.
Dalam video viral tersebut, ia menyapa warga dan berdialog untuk mengetahui keluhan dan kebutuhan mendesak masyarakat. Di tengah-tengah itu, ia melihat seorang warga yang terbaring lemah.
"Itu sakit apa?," tanya Sherly Tjoanda dikutip, Selasa (21/4/2026).
Momen Sherly Tjoanda Bawa Pengungsi ke Rumah Sakit di Ternate
- Instagram/@s_tjo
Sherly kebetulan bertanya kepada seseorang yang dekat dengan orang sakit tersebut. Ia pun dikabarkan bahwa sosok yang terbaring lemah tengah diterpa penyakit kanker payudara.
Tatapan Sherly semakin tertuju kepada orang tersebut. Ia berpendapat bahwa sosok warga terbaring lemah sedang masa pemulihan.
"Oh, lagi pemulihan obat ya," kata Sherly.
Istri mendiang Benny Laos itu kemudian bertanya kepada warga Batang Dua itu. Menurutnya, kanker payudara harus segera ditangani.
Ia berpendapat minimal harus meminum obat. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit penyakit kankernya.
"Obat menghilangkan rasa sakitnya ada atau tidak?," tanya Gubernur Malut tersebut.
Keluarganya pun menunjukkan obat penghilang nyeri kanker payudaranya. Sherly akhirnya mendesak agar dokter memeriksa kondisi penyakit warganya.
"Segera panggil ibu dokter," imbau Sherly.
Kemudian, wanita berusia 43 tahun tersebut melihat seorang warga lainnya yang juga terbaring lemah. Ia pun bertanya penyakit dialami warganya.
"Penyempitan saraf, tumor tulang," terang seseorang yang sakit kepada Sherly Tjoanda.
Sherly semakin merasa penasaran terkait penanganannya. Ia tidak menginginkan ada warganya mengalami penyempitan saraf akibat tumor tulang.
Ia terkejut ketika warga tersebut mengaku penyakitnya belum ditangani dokter. Sherly langsung menyarankan agar warga Batang Dua itu dibawa ke rumah sakit.
Ia menyarankan penyempitan saran dan tumor tulang ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Malut.
Tidak hanya itu, Sherly juga menegaskan, warga yang mengalami kanker payudara juga diboyong ke RSUD Chasan Boesoirie.
Sherly menjelaskan, waktu kunjungannya tidak begitu lama. Ia pun menawarkan agar mereka ikut bersamanya.
Pasalnya, Sherly akan menjalani tugas lainnya. Nantinya di pertengahan jalan, dua warga Batang Dua tersebut langsung dibawa masuk ke RSUD Chasan Boesoirie.
"Sebenarnya kalau ikut saya bisa. Ikut saya aja langsung. Rencananya sebentar lagi saya pulang satu jam lagi. Habis ini saya jalan aja," jelasnya.
Namun begitu, ia mendesak jajarannya agar menyediakan tim medis saat di perjalanan. Tujuannya untuk menghindari hal tidak diinginkan.
"Tapi ada tim medis, ikut soalnya 3 jam kan, soalnya dengan keluarga suruh ikut dan anak-anaknya nanti. Nanti, langsung masukin ke Chasan Boesoirie," tegasnya.
Selepas itu, ia menawarkan warga yang sakit lainnya dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie. Walau membutuhkan waktu tiga jam perjalanan, mereka diharapkan segera sembuh dari penyakitnya.
Kabar tersebut membuat warga yang sakit gembira setelah ditawari untuk ditangani di RSUD. Mereka pun ingin berpose bersama Gubernur Malut itu.
Sherly Tjoanda merasa terharu dengan dua warga Batang Dua itu. Baginya, di tengah ujian berat mengalami penyakit tak biasa hingga diterpa gempa, mereka masih berjuang demi hidupnya.
"Hei kamu, warga Batang Dua. Terima kasih udah menjadi kuat, sabar dan don't worry kalian nggak sendiri," ucapnya.
Dalam kunjungan itu, Sherly Tjoanda juga membicarakan dampak gempa M 7,6. Ia sangat memahami bencana alam ini sangat dirasakan warga Batang Dua pada Kamis (2/4/2026), sekitar pukul 06.48 Wita.
Gempa mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Malut berskala magnitudo 7,6 yang berpusat di laut pada kedalaman 33 km.
Sherly Tjoanda menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) memastikan bantuan terus mengalir. Bantuan berbagai kebutuhan pokok hingga lainnya akan diberikan kepada para pengungsi.
"Bersama Pemprov Malut, kita pulihkan rumah tinggal, rumah ibadah, sekolah, dan kesehatan kembali," tuturnya.
Akan tetapi, Sherly menyinggung faktor keamanan. Frekuensi gempa susulan masih tinggi dan sering terjadi sehingga menimbulkan trauma jangka panjang.
"Untuk tinggal jangka panjang memang tidak nyaman. Bahwa masih sering gempa susulan itu juga membuat trauma bagi warga di sini. Perlu, jika ini masih panjang, maka mereka perlu direlokasi," tukasnya.
(hap)
Load more