News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Kelam John Kei: Dari Hidup Miskin hingga Dijuluki “The Godfather”

Kasus pembunuhan Nus Kei kembali menyeret perhatian publik pada sosok John Kei, preman legendaris yang dikenal luas. Di balik reputasinya yang menyeramkan.
Rabu, 22 April 2026 - 17:10 WIB
Mantan preman legendaris, John Refra alias John Kei.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Publik dikejutkan oleh kasus pembunuhan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Polisi kemudian mengungkap sejumlah fakta terbaru, termasuk motif di balik aksi penikaman yang dilakukan Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan (36) terhadap korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi tersebut dilatarbelakangi oleh dendam pribadi.

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei
Sumber :
  • Instagram @golkar_maluku_tenggara

"Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pelaku adalah balas dendam," ujar Rositah kepada awak media, Senin (20/4/2026).

Rositah menambahkan bahwa kedua pelaku menyimpan dendam terhadap Nus Kei karena korban diduga sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka.

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku," terang Rositah.

Peristiwa yang memicu dendam tersebut terjadi pada 2020, dengan korban bernama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat. Lokasi kejadian disebut berada di sekitar Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi.

Saat ini, Hendrikus dan Finansius telah resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polda Maluku melakukan gelar perkara berdasarkan hasil pemeriksaan intensif.

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada sosok John Kei, paman dari Nus Kei, yang dikenal sebagai mantan preman dengan reputasi besar.

Kisah John Kei 

Nama John Kei kerap disandingkan dengan Hercules sebagai dua figur preman legendaris di Indonesia. Keduanya dikenal memiliki rekam jejak kelam dan citra sebagai sosok yang ditakuti serta berani.

Sosok John Refra alias John Kei dikenal luas sebagai figur yang disegani di dunia kriminal. Reputasinya tidak main-main, bahkan banyak orang memilih menghindari konflik dengannya. Julukan “The Godfather” pun melekat padanya karena pengaruh dan ketegasannya.

Namun, perubahan terlihat saat ia menjalani masa hukuman di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dalam wawancara bersama Andy F Noya di acara Kick Andy, John Kei menceritakan perjalanan hidupnya, termasuk masa kecilnya yang penuh keterbatasan.

"Saya lahir dari keluarga yang merupakan petani, bapak saya petani, ibu saya petani, miskin. Masa kecil saya setiap pulang sekolah, senior-senior kita adu kita untuk berantem (bully), kalau berantem, kalau satu kalah, udah jadi dua lawan satu, jadi dari kecil saya sebenarnya sudah hobi berantem," kata John Kei seperti dilansir dari tayangan Kick Andy Metro TV, (13/4/2019).

John Kei Bercerita
John Kei Bercerita
Sumber :
  • tangkapan layar youtube kick andy

Ia menggambarkan masa kecilnya sebagai periode yang sulit karena kemiskinan dan perundungan.

"Pahit masa kecil saya, miskin dan sering berkelahi," ujar John Kei.

Dalam wawancara tersebut, Andy F Noya juga menanyakan latar belakang pendidikan John Kei.

"Anda pendidikannya sampai di mana?," tanya Andy F Noya.

John Kei kemudian menjelaskan bahwa pendidikannya terhenti di bangku SMEA karena faktor ekonomi dan ketidaksesuaian minat.

"Saya di SMEA, seharusnya di STM, dan sebetulnya ini bertentangan dengan keinginan saya, tapi karena orang tua miskin, maka saya sekolah di SMEA, dari situ saya merasa sangat tidak sesuai, makannya saya jadi malah suka berantem-berantem di sekolah, akhirnya sekolahnya putus di SMEA waktu mau naik ke kelas dua," kata John Kei.

Meski demikian, ia tetap memperoleh ijazah melalui jalur ujian persamaan setelah merantau ke Jakarta.

"Saya ke Jakarta, akhirnya di sana saya dapat ijazah persamaan (selevel SMA)," kata John Kei.

Perjalanan hidupnya dimulai ketika ia memutuskan meninggalkan kampung halaman menuju Surabaya pada usia 18 tahun, dengan tekad mengubah nasib.

"Saya punya tekad, karena hidup di kampung itu miskin, kalau miskin, kan, dilihat orang, kan, hina (direndahkan). Di situ saya punya tekad, saya harus keluar dari kampung, saya harus berhasil (di luar) dan nanti balik ke kampung," kata John Kei.

Tanpa bekal uang, ia nekat menumpang kapal menuju Surabaya dan akhirnya harus bekerja membersihkan kapal sebagai pengganti tiket.

"Saya sama sekali tidak punya uang, akhirnya saya loncat masuk ke kapal tujuan Surabaya, kemudian saat ditagih tiket, saya jelaskan pada petugasnya, bahwa saya tidak punya uang, tidak punya tiket, dan akhirnya saya diminta untuk bekerja membersihkan kapal," kata John Kei.

Setibanya di Surabaya, ia sempat tinggal bersama kerabat selama beberapa bulan sebelum akhirnya memilih hidup di jalanan karena ketidakcocokan.

"Mungkin 2, 3 bulan tinggal bersama, dan enggak cocok, akhirnya keluar dan tidur di emperan jalan, menggelandang di jalanan Surabaya," kata John Kei.

Selanjutnya, ia pindah ke Jakarta dan memulai pekerjaan sebagai petugas keamanan di tempat hiburan malam sekitar tahun 1992. Dari sinilah titik awal keterlibatannya dalam aksi kekerasan serius.

"Saya jadi security di sana, tempatnya banyak bule-bule, waktu itu ada yang ribut (berantem), saya pisahin, terus saya dipukul dari belakang. Akhirnya sempat berantem, polisi datang menyelesaikan, saya kemudian pulang ke rumah, masih penasaran, balik lagi ambil golok, niat saya tadinya, saya enggak mau bunuh dia, cuma mau kasih besutan, ternyata diluar dugaan, parang pas kena leher, dan dia mati," ujar John Kei.

Ia bahkan mengaku sempat mengejar pihak lain yang terlibat dalam perkelahian tersebut.

"Yang lain-lain saya kejar, balik lagi, potong lagi kakinya, mereka ada banyak, sekitar 5 sampai 6 orang," katanya.

Saat ditanya mengenai usia saat pertama kali melakukan pembunuhan, John Kei mengungkapkan bahwa hal itu terjadi saat ia masih muda.

"Berapa umur Anda saat pertama kali membunuh orang?" kata Andy F Noya.

"Saya sekitar umur 22 tahun," jawab John Kei.

Ia juga mengakui bahwa pada saat itu dirinya tidak merasa menyesal.

"Waktu itu saya tidak menyesal bunuh orang, saya merasa jago kalau bunuh orang," kata John Kei.

Setelah kejadian tersebut, ia sempat menjadi buronan sebelum akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

"Waktu itu saya buron, tapi waktu tanggal 24 Mei saya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya," kata John Kei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski telah dipenjara, keterlibatannya dalam konflik tidak sepenuhnya berhenti, bahkan ia mengaku masih sering terlibat perkelahian di dalam lapas.

"Ribut satu penjara, keroyok saya sama teman saya, ribut terus," kata John Kei. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengakuan Mengejutkan dari Ayu Ting Ting soal Ruben Onsu yang Konflik dengan Mantan Istri

Pengakuan Mengejutkan dari Ayu Ting Ting soal Ruben Onsu yang Konflik dengan Mantan Istri

Viral video Ayu Ting Ting yang menangis membicarakan soal Ruben Onsu. Artis indonesia yang tengah bergesekkan dengan mantan istrinya, Sarwendah.
Siapa Jephthe Malanda? Permata 18 Tahun Junior Calvin Verdonk yang Jadi Incaran AC Milan di Bursa Transfer

Siapa Jephthe Malanda? Permata 18 Tahun Junior Calvin Verdonk yang Jadi Incaran AC Milan di Bursa Transfer

AC Milan memburu talenta muda menjelang bursa transfer musim panas 2026. Kali ini, nama Jephthe Malanda dari Lille masuk dalam daftar pemain yang dipantau.
John Herdman Beri Peringatan untuk Timnas Indonesia, Sebut Mozambik Punya Senjata Mematikan yang Jadi Ancaman Serius

John Herdman Beri Peringatan untuk Timnas Indonesia, Sebut Mozambik Punya Senjata Mematikan yang Jadi Ancaman Serius

Timnas Indonesia mendapatkan peringatan dari John Herdman jelang berhadapan dengan Mozambik di FIFA Matchday. Sang pelatih menyebutkan bahwa lawannya memiliki karakter permainan yang bisa menjadi ancaman serius.
Sherly Tjoanda Curhat di DPR, Tak Mampu Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026

Sherly Tjoanda Curhat di DPR, Tak Mampu Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda menghadiri rapat bersama Komisi II DPR RI pada Senin, 8 Juni 2026.
Bursa Transfer AC Milan: Kejutan Tak Terduga Rossoneri, Kepincut Eks Pemain Kasta Keempat Liga Belanda untuk Musim Depan

Bursa Transfer AC Milan: Kejutan Tak Terduga Rossoneri, Kepincut Eks Pemain Kasta Keempat Liga Belanda untuk Musim Depan

AC Milan dikaitkan dengan talenta muda yang sedang naik daun di Eropa. Kali ini, nama Deveron Fonville dari NEC Nijmegen disebut masuk dalam radar Rossoneri.
Awkarin Mangkir Tanpa Kabar Terkait Kasus Umrah Hanania Group, Dara Arafah Cs Minta Dijadwal Ulang

Awkarin Mangkir Tanpa Kabar Terkait Kasus Umrah Hanania Group, Dara Arafah Cs Minta Dijadwal Ulang

Penyidik Polda Metro Jaya masih menunggu kehadiran sejumlah influencer yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana travel umrah yang menyeret Hanania Group.

Trending

DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik

DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik

Keluhan terkait PJU masih mendominasi aspirasi warga dalam reses anggota DPRD Surabaya. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati menyebut lebih dari 70 persen keluhan yang diterimanya berasal dari persoalan minimnya penerangan jalan di berbagai wilayah.
Prabowo Minta Maaf ke 8 Dubes Negara Sahabat Karena Tertunda Penyerahan Kredensial

Prabowo Minta Maaf ke 8 Dubes Negara Sahabat Karena Tertunda Penyerahan Kredensial

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat yang baru menyerahkan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Bung Ropan Kagum Mathew Baker Bisa Langsung Tampil Percaya Diri di Timnas Indonesia Senior: Sejarah Sudah Ditorehkan

Bung Ropan Kagum Mathew Baker Bisa Langsung Tampil Percaya Diri di Timnas Indonesia Senior: Sejarah Sudah Ditorehkan

Bung Ropan dibuat kagum dengan debut Mathew Baker bersama Timnas Indonesia. Bek 17 tahun itu berpeluang kembali dimainkan John Herdman saat menghadapi Mozambik.
Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir sempat menyapa para pemain Timnas Indonesia sebelum menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026) lalu dan mengunggahnya di akun Instagram pribadi. 
Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Hari Ini: John Herdman Bidik Kemenangan Beruntun

Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Hari Ini: John Herdman Bidik Kemenangan Beruntun

Timnas Indonesia dijadwalkan akan kembali unjuk gigi melawan Mozambik di laga lanjutan FIFA Matchday. Tim asuhan John Herdman ini membidik kemenangan beruntun di kandang.
Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Baik Luke Vickery dan Mitchell Baker telah bergabung dengan Timnas Indonesia sejak pemusatan latihan untuk skuad Piala AFF pada akhir Mei lalu. 
Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian menjelang laga kedua FIFA Matchday melawan Mozambik yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT