Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Itu mah saya inisiatif. Jadi anak saya, saya suruh WA duluan. Jam setengah 6 kemarin tuh pas kejadian. Dibalasnya jam setengah 8,” ungkapnya.
Di sinilah percakapan terakhir yang begitu sederhana namun kini terasa sangat menyayat hati terungkap.
“Nanya apa, Dek? WA apa?” tanya Dedi Mulyadi.
“Ibu udah di mana?” ujar putra almarhumah.
“Terus dijawab,” lanjut Dedi Mulyadi.
“Pulang malam katanya,” jawab sang anak.
“Nah, dijawabnya lagi di mana?” tanya Dedi Mulyadi.
“Pulo Gebang,” kata putra almarhumah.
“ Oh, masih di tempat kerja ngajar di sekolah. Terus enggak minta dibekali apa? Minta makanan apa?” tanya Dedi Mulyadi.
“Enggak,” jawabnya singkat.
Diketahui, almarhumah mengajar di SDN Pulo Gebang 11 yang berlokasi di Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Tak ada firasat, tak ada pesan panjang, hanya percakapan singkat yang kini menjadi kenangan terakhir sebelum tragedi itu terjadi.
Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penuh haru sekaligus dukungan untuk masa depan sang anak.
“Kita sampai sampaikan ya. Mudah-mudahan Ibu Nurlela menjadi ahli kebaikan. Ini harus ditinggalin mamnya, ibunya harus makin baik ya. Jadi ada titipan dari Bapak Rp50 juta ya buat bekal sekolah, ditabungin uangnya, disimpan di deposito ya buat nanti bekal pendidikan,” ucap Dedi Mulyadi.
“Iya. Terima kasih, Pak,” jawab putra almarhumah.
Kisah ini pun menjadi pengingat betapa berharganya setiap momen sederhana bersama orang terkasih, yang terkadang baru terasa maknanya saat semuanya telah berubah menjadi kenangan.
(anf)
Load more