KDM Datangi Rumah Duka Karyawan Kompas TV Korban Kecelakaan KRL, Terungkap Fakta Baru tentang Sosok Nur Ainia
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram dedi mulyadi
tvOnenews.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban tragedi tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Salah satu korban meninggal dalam peristiwa tersebut adalah Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawan Kompas TV yang dikenal berdedikasi tinggi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir langsung di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Kehadiran Dedi menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kunjungannya, KDM (sapaan akrab Kang Dedi Mulyadi) bertemu dengan Direktur Utama Kompas TV, Rosiana Silalahi, yang juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu karyawan terbaiknya.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Suasana haru begitu terasa saat Dedi memeluk ayah korban dan menyampaikan rasa duka yang mendalam.
Setelah itu, Dedi berbincang dengan keluarga dan mulai mengenal lebih dekat sosok Nur Ainia.
Dari percakapan tersebut, terungkap bahwa almarhumah merupakan anak pertama yang selama ini banyak membantu keluarga.
“Jadi dia suka bantu adik-adiknya,” ujar Dedi setelah mendengar penuturan dari ayah Ainia.
Tak hanya itu, sosok Nur Ainia juga dikenal sebagai pribadi yang berprestasi sejak awal.
Rosiana Silalahi mengungkapkan bahwa Ainia bahkan sudah direkrut oleh Kompas TV sebelum resmi lulus kuliah.
“Jadi anak ini belum lulus sudah di Kompas TV, sudah 11 tahun. Jadi dia masuk dari jalur prestasi, dia lulusan terbaik juga,” jelas Rosiana.
“Jadi Kompas TV sudah ambil dia sebelum diwisuda. Jadi menjadi tempat pertama sekaligus tempat terakhir,” tambahnya.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Informasi tersebut menambah kesan bahwa Nur Ainia adalah sosok pekerja keras yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia jurnalistik.
Selain dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab, Ainia juga memiliki sisi lembut yang begitu melekat.
Ia dikenal sebagai pecinta kucing dan memiliki kebiasaan memberi makan hewan tersebut di sekitar tempat kerjanya.
“Tercatat meninggalkan kantor itu absensi pukul 19.31,” kata pihak Kompas TV yang juga hadir.
“Dicek di CCTV itu masih ngasih makan kucing, karena kebiasaan ngasih makan kucing,” tambahnya.
“Orangnya memang pecinta kucing,” ujar adik Ainia.
Kebiasaan sederhana itu kini menjadi kenangan terakhir yang begitu membekas bagi rekan kerja maupun keluarga.
- Istimewa
Diberitakan sebelumnya, keluarga sempat diliputi kecemasan karena tidak bisa menghubungi Nur Ainia setelah kejadian.
Ketika kabar kecelakaan KRL mulai tersebar, pihak keluarga langsung bergegas mencari ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Namun proses pencarian tidak mudah. Nama Nur Ainia tidak langsung ditemukan dalam daftar korban.
“Karena memang nama itu tidak muncul-muncul sampai siang, biar pun pakai nametag,” ungkap ayah korban.
“Muter-muter sampai siang, baru siangnya dihubungi sama orang kantornya,” lanjutnya.
Kabar duka tersebut akhirnya datang dan memastikan kekhawatiran keluarga menjadi kenyataan.
Kepergian Nur Ainia tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan dunia jurnalistik.
Sosoknya yang pekerja keras, penyayang keluarga, serta peduli terhadap makhluk hidup menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan. (gwn)
Load more