News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debat dengan Petugas KAI usai Kecelakaan Kereta, Bapak-bapak yang Viral Beri Kesaksian Momen Jelang KA Argo Bromo Tabrak KRL

Bapak-bapak baju kuning mengungkap momen sebelum KRL dihantam kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek. Itu terjadi setelah video berdebat dengan petugas KAI viral.
Rabu, 29 April 2026 - 22:52 WIB
Bapak-bapak baju kuning debat dengan petugas KAI usai kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek tabrak KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang
Sumber :
  • Instagram/@semuatentangkereta.id

Jakarta, tvOnenews.com - Bapak-bapak mengenakan pakaian baju kuning memberikan kesaksian kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Bapak-bapak itu mengungkapkan kondisi sebelum kereta api jarak jauh (KAJJ) relasi Jakarta-Surabaya menembus gerbong KRL khusus wanita. Ia menyampaikan hal ini usai video berdebat dengan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang diunggah Instagram @semuatentangkereta.id, rekaman tersebut memperlihatkan suasana stasiun yang mencekam. Bapak-bapak itu menyayangkan KA Argo Bromo menyeruduk gerbong perempuan di KRL.

Ia bertanya-tanya alasan KRL PLB kode 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang berdiam lama di Stasiun Bekasi Timur. Petugas KAI pun menjelaskan pemicunya karena ada insiden KRL tertemper taksi online Green SM di perlintasan sebidang di Jalan Ampera.

"Kalau memang normal, ini sudah jalan, Pak. Yang KRL dari arah Timur sudah masuk stasiun ini. Tapi, berhubung yang dari arah Timur menghambat di depan situ, otomatis kereta berhenti dadakan," ungkap petugas KAI dikutip, Rabu (29/4/2026).

Tanya soal Upaya Komunikasi KAI Sebelum KRL Dihantam KA Argo Bromo Anggrek

Lebih lanjut, bapak-bapak berkepala plontos tersebut tampak mulai mengerti dari penjelasan petugas KAI. Namun, ia bertanya tentang komunikasi dari pihak stasiun.

Menurutnya, KAI seharusnya menghubungi petugas yang berjaga di Jalan Ampera. Tujuannya untuk menghentikan KRL PLB kode 5181 dan menunggu di stasiun.

Sementara, KRL PLB kode 5568A bisa berhenti sebelum memasuki stasiun. Hal ini dapat mengatur kecepatan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi.

"Enggak ada callingan apa di situ?," tanya bapak-bapak berkepala plontos tersebut.

Petugas justru mengatakan, tidak ada komunikasi antara pihak KAI dan petugas di perlintasan sebidang sebagai lokasi taksi listrik mogok di tengah rel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Enggak ada, Pak, karena di situ perlintasan liar," tegas petugas KAI.

Sikap bapak-bapak mengenakan pakaian kuning itu menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan aksi bapak-bapak tersebut hanya memperkeruh suasana.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Kesehatan mental anak semakin menjadi perhatian di Indonesia. Ketahanan keluarga, pola asuh yang hangat, dan pemberdayaan perempuan dinilai berperan penting
Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Pemerintah Indonesia terus mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Hadir Sebagai Ahli Kemenkum, Pakar Tegaskan Kewenangan Negara pada Perkara PLK

Hadir Sebagai Ahli Kemenkum, Pakar Tegaskan Kewenangan Negara pada Perkara PLK

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kembali menggelar sidang gugatan Sengketa Tata Usaha Negara Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) terhadap Ditjen AHU Kemenkum RI dengan nomor Perkara Nomor 435/G/2025/PTUN.JKT.
Bukan Cuma Teknologi, Ternyata Ini Rahasia KAI Jadi Acuan Layanan Publik Indonesia

Bukan Cuma Teknologi, Ternyata Ini Rahasia KAI Jadi Acuan Layanan Publik Indonesia

Keberhasilan KAI menjadi benchmark layanan publik Indonesia tidak hanya ditopang teknologi dan infrastruktur, tetapi juga budaya disiplin masyarakat serta inovasi layanan
Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Pria di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. 
Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam. Senjata khas skuad Garuda yang selama ini identik Pratama Arhan dikaitkan dengan momen Piala Dunia.

Trending

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh dua oknum pejabat kewilayahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 
Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Cristiano Ronaldo percaya generasi emas Portugal mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun, di usia 41 tahun, CR7 memilih realistis dan siap menerima apa pun hasil akhirnya.
Polres Karawang Bongkar Sindikat Sabu Lintas Karawang-Bekasi, 110 Gram Barang Bukti Disita

Polres Karawang Bongkar Sindikat Sabu Lintas Karawang-Bekasi, 110 Gram Barang Bukti Disita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karawang berhasil memutus rantai peredaran narkotika jenis sabu yang beroperasi di wilayah Karawang dan Bekasi. 
Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Pemerintah Indonesia terus mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Kesehatan mental anak semakin menjadi perhatian di Indonesia. Ketahanan keluarga, pola asuh yang hangat, dan pemberdayaan perempuan dinilai berperan penting
Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Pria di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. 
7 Kuliner Legendaris Jakarta yang Kini Mulai Langka, Nomor 3 Dulu Mudah Ditemukan di Pinggir Jalan

7 Kuliner Legendaris Jakarta yang Kini Mulai Langka, Nomor 3 Dulu Mudah Ditemukan di Pinggir Jalan

Sejumlah kuliner khas Betawi yang pernah populer di Jakarta kini semakin sulit ditemukan. Dari Roejak Shanghai hingga Roti Gambang, berikut daftar makanan legendaris yang mulai langka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT