Sidak ke Kawasan Pertambangan Karawang, Dedi Mulyadi Terkejut Lihat Truk Angkut Semen yang Kelebihan Muatan
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - KDM atau Dedi Mulyadi yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dikejutkan dengan tingkah sopir truk semen yang membawa kelebihan muatan.
Hal itu terjadi setelah Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jabar mengadakan sidak ke kawasan pertambangan di Karawang Selatan yang diunggah di media sosialnya.
Seperti biasa, Dedi Mulyadi kerap bekerja langsung dengan turun ke lapangan untuk menjumpai fenomena apa yang terjadi di masyarakatnya.
Cara kerja Dedi Mulyadi setiap harinya juga diunggah di kanal Youtube-nya, sehingga kinerja KDM bisa dengan mudah dipantau warga, khususnya Jawa Barat.
Baru-baru ini, Dedi Mulyadi mengadakan sidak ke kawasan pertambangan Karawang Selatan, Kamis (30/4) untuk mengecek legalitas dan izin AMDAL perusahaan.
Namun di tengah kunjungannya itu, tak sengaja KDM menemui sebuah truk pengangkut semen yang kelebihan muatan dari semestinya.
Dedi Mulyadi Tegur Sopir Truk yang Bawa Kelebihan Muatan
- Istimewa
Tanpa basa-basi lagi, mantan Bupati Purwakarta itu langsung bertanya kepada sopir truk pengangkut semen yang hendak bertolak menuju jalan tol.
“Ini berapa ton bawa-bawa semennya?,” tanya Dedi Mulyadi.
“32 (ton),“ jawab sopir truk.
“Beban mobil berapa?,” tanya KDM lagi
“Beban mobil 10 (ton)," ucap sang sopir.
“Berarti 42 ton,“ jelas Gubernur Jabar itu.
Dedi Mulyadi lalu menyadari bahwa truk pengangkut semen tersebut kelebihan muatan dan melanggar aturan beban jalan provinsi yang maksimal hanya 8 ton.
“Jadi bukan hanya urusan jalan dari tambang ke sini 1,5 km, yang lebih berat itu adalah ini (semen), semen kan 32 ton dengan mobilnya jadi 42 ton,“ tegas KDM.
KDM Minta Pejabat Berwenang Revisi Regulasi
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Setelah menemui fenomena itu dijalan, Dedi Mulyadi langsung bertemu dengan pejabat setempat yang berwenang terhadap mekanisme aturan beban jalan provinsi.
Lagi dan lagi, KDM dikejutkan dengan fakta bahwa sopir truk semen tadi membawa muatan yang jauh melebihi batas beban jalan provinsi Jawa Barat.
“Saya nanya beban jalan provinsi yang harus dilewati berapa? Kan harus dihitung,” kata KDM.
“MST (Muatan Sumbu Terberat) 8 ton maksimal pak sampai gerbang tol,” ujar pejabat daerah itu.
Hingga akhirnya, Dedi Mulyadi menyarankan solusi kepada pejabat itu agar standar beban jalan yang tadinya hanya 8 ton bisa direvisi berbarengan dengan perubahan pola pikir masyarakat.
“Kan kita gak bisa menggunakan standar jalan provinsi yang 8 ton — makanya kualitas jalan provinsi yang disebut 8 ton harus diubah, karena paradigma publiknya juga berubah,“ ungkap Dedi Mulyadi.
“Nah yang industri ini, semua jalan industri harus diupgrade, harus setara dengan jalan nasional bebannya,“ pungkasnya.
(han)
Load more