“Menyuluh Wastra Menoreh Jejak”, Jendela Perjalanan 20 Tahun Seorang Desainer Indonesia Asal Yogyakarta Berkarya
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com – Sebuah peragaan busana bertajuk “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” digelar di Taman Budaya Yogyakarta pada 2 hingga 3 Mei 2026. Pergelaran ini menandai 20 tahun perjalanan salah satu desainer Indonesia, Philip Iswardono.
Mengangkat inspirasi dari kekayaan budaya tujuh daerah di Indonesia, koleksi yang ditampilkan merepresentasikan perjalanan panjang eksplorasi tekstil tradisional yang dipadukan dengan pendekatan kontemporer. Setiap karya menjadi refleksi dialog antara tradisi dan inovasi, menghadirkan perspektif baru dalam lanskap mode Indonesia.
Hari pertama penyelenggaraan “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” bertepatan dengan ulang tahun desainer asal Sleman, Yogyakarta ini, tetapi Philip menegaskan bahwa pergelaran tunggal ini bukan persembahan untuk dirinya, melainkan untuk Yogyakarta. Selain itu, Philip juga menyampaikan bahwa pada hari tersebut, ada sebanyak 74 busana yang diperagakan oleh 74 model.
“Hari ini adalah ulang tahun saya, namun persembahan ini bukan untuk saya, melainkan untuk Yogyakarta dan tentunya untuk Indonesia. Pada hari ini, kami akan mempersembahkan 74 busana, 74 model,” tutur Philip pada pembukaan acara, Sabtu (1/5) siang.
Dengan ditampilkannya 74 busana dan 74 model, maka setiap model hanya memeragakan satu busana. Hal ini menunjukkan pendekatan kuratorial yang kuat untuk memberikan ruang apresiasi utuh pada setiap karya, sekaligus menegaskan nilai eksklusivitas dan kedalaman cerita di balik desain.
Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber (IFC) memberikan apresiasinya kepada sosok Philip Iswardono, khususnya terhadap konsistensinya dalam mengangkat wastra Nusantara pada karya-karyanya.
“Saya sangat bangga terhadap Mas Philip karena sebagai seorang fashion desainer, beliau sangat konsisten dalam mengangkat wastra-wastra Indonesia,” ucapnya.
“Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” bukan hanya sekadar menampilkan peragaan busana semata, namun juga instalasi seni fesyen dalam satu kesatuan narasi artistik. Instalasi seni ini merepresentasikan proses kreatif Phillip selama 20 tahun berkarya, sedaangkan peragaan busana menghadirkan interpretasi karya dalam bentuk busana yang hidup di atas panggung.
Pergelaran berlangsung selama dua hari dengan segmentasi khalayak yang berbeda. Pada 2 Mei 2026, acara diselenggarakan secara khusus untuk tamu undangan. Sementara itu, pada 3 Mei 2026, pergelaran dibuka untuk umum dengan fokus pada siswa SMK dan mahasiswa tata busana sebagai bagian dari upaya edukasi serta regenerasi dalam dunia fesyen berbasis wastra. (Scp/Ard)
Load more