Menangis di Hadapan KDM, Pedagang Kios Ungkap Detik-Detik Sebelum Kiosnya Hangus Terbakar saat Ricuh May Day Bandung
- Ilustrasi AI/ChatGPT - YouTube/KANGDEDI MULYADI CHANNEL
“Pas jam 9, ada rame-rame, ada pembakaran pos polisi,” katanya.
Saat hendak mendekat, Pak Nandang tidak bisa menembus lokasi karena sudah diblokade massa. Ia hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.
Ketika ditanya apakah ia memiliki firasat kiosnya akan dibakar, Pak Nandang menggeleng.
“Nggak ada, Pak,” jawabnya singkat.
Ia baru bisa mendekat setelah situasi mulai mereda. Namun yang dilihatnya justru membuat hatinya hancur.
“Kios saya sudah hangus,” ucapnya pelan.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Saat Dedi menanyakan perasaannya, Pak Nandang tak mampu lagi menahan tangis.
“Sedih,” katanya, sebelum akhirnya menangis di hadapan KDM.
Lebih menyayat hati, Pak Nandang mengaku modal usahanya selama ini bukan berasal dari dirinya sendiri.
Ia mendapat bantuan dari anggota kepolisian setempat yang membantu membangun kios sekaligus memberikan modal usaha hingga sekitar Rp20 juta.
Kini, semuanya habis tak tersisa.
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan bantuan. Ia melunasi utang-utang Pak Nandang sekaligus menawarkan pekerjaan tetap.
“Bapak mau kerja? Jadi petugas kebersihan di daerah situ, gajinya Rp4,2 juta,” ujar Dedi Mulyadi.
Tanpa ragu, Pak Nandang menyanggupi.
“Mau, Pak,” jawabnya.
KDM pun memastikan Pak Nandang akan diangkat sebagai petugas kebersihan di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lengkap dengan gaji tetap dan jaminan kesehatan.
“Bapak sudah menjadi pegawai PU Provinsi Jawa Barat. Gaji Rp4,2 juta, dapat asuransi kesehatan,” ujar KDM.
Tak hanya itu, ia juga memberikan bantuan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk ongkos makan dan uang yang bisa dikirimkan kepada keluarga Pak Nandang. (gwn)
Load more