Tiba-Tiba Dipeluk Warga Malut, Reaksi Sherly Tjoanda Ini Bikin Haru!
- Fota AI - Instagram @s_tjo
tvOnenews.com - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2026 di Provinsi Maluku Utara menghadirkan kisah menyentuh antara Gubernur Sherly dengan warganya.
Momen haru itu terjadi saat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, turun langsung meninjau rumah warga penerima bantuan yang telah selesai direnovasi.
Kunjungan yang awalnya bersifat formal itu berubah menjadi penuh haru ketika seorang warga yang rumahnya telah diperbaiki tiba-tiba memeluk Sherly sambil menangis tersedu.
"Terima kasih ibu," ucapnya dengan suara bergetar.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @s_tjo
Reaksi spontan tersebut menggambarkan betapa besar arti bantuan itu bagi masyarakat.
Dalam unggahan resmi akun Instagram Pemerintah Provinsi Maluku Utara @malutprov, ditegaskan bahwa program RTLH 2026 membawa makna yang jauh lebih dalam.
"Bukan sekadar serah terima kunci.
Hari ini adalah tentang membuka pintu harapan yang baru.
Dari program RTLH 2026, rumah-rumah yang dulu tak layak kini mulai bertransformasi—lebih aman, lebih nyaman, dan lebih manusiawi."
Program ini menargetkan 1.200 unit rumah yang dikerjakan lebih awal. Strategi percepatan ini dilakukan agar seluruh proses berjalan tepat waktu sekaligus menjaga kualitas pembangunan.
Tak hanya fokus pada renovasi fisik, pemerintah daerah juga melakukan pembenahan sistem agar lebih transparan dan tepat sasaran.
"Sebanyak 1.200 unit ditangani lebih awal, agar setiap proses berjalan tepat waktu dan kualitas tetap terjaga.
Tak hanya membangun fisik, sistemnya pun diperbaiki—lebih transparan, lebih tertib, dan melibatkan langsung penerima manfaat."
Pendekatan ini penting untuk memastikan bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
Dalam kunjungannya, Sherly tidak hanya melihat dari luar. Ia masuk ke dalam rumah, memeriksa kondisi bangunan secara detail, dan memastikan fasilitas pendukung tersedia.
Ia bahkan langsung meminta jajarannya untuk melengkapi beberapa kebutuhan penting seperti sambungan air bersih (PDAM), keramik lantai, wastafel, hingga lampu penerangan.
Langkah cepat ini menunjukkan bahwa rumah yang dibangun harus benar-benar layak huni, bukan sekadar selesai secara administratif.
Dalam keterangan unggahan tersebut juga ditegaskan, "Karena rumah layak bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang rasa aman dan masa depan keluarga di dalamnya.
Satu kunci hari ini, menjadi awal kehidupan yang lebih baik."
(tsy)
Load more