News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB
Pemuda asal Sumut berjalan kaki dari Sumatera demi bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Sherly Tjoanda Laos

Ternate, tvOnenews.com - Seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) sempat mencuri perhatian. Ia nekat berjalan kaki demi bisa bertemu Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos.

Pemuda asal Sumut tersebut bernama April. Ia membagikan momen perjalanan jauh dari Pulau Sumatera terutama Gorontalo untuk menuju Malut agar bisa bersapa dengan Sherly Tjoanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen perjalanan April viral di berbagai platform media sosial sejak pertengahan Maret 2026. Dalam video pertama, ia memperlihatkan hanya bermodalkan ransel dan Bendera Merah Putih.

Menariknya, ia menempelkan kertas bertuliskan "Dari Sumatera Jalan Kaki Ingin Berjumpah Sama Ibu Sherly Tjoanda Laos". Ia juga membagikan keberadaannya di tengah perjalanan.

"Oke, Bu. Mohon izin, Bu. April sudah Kota Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di pinggir laut," ungkap April dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Shehrly Tjoanda Laos dan News Update Prime, Rabu (6/5/2026).

Alasan Pemuda Asal Sumut Bersikeras Ingin Bertemu Gubernur Malut Sherly Tjoanda

Pemuda asal Sumut bertemu Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos usai berjalan kaki dari Bengkulu
Pemuda asal Sumut bertemu Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos usai berjalan kaki dari Bengkulu
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Sherly Tjoanda Laos

Lebih lanjut, pemuda itu mengungkapkan bahwa dirinya berangkat dari Gorontalo. Ia hanya bermodalkan jalan kaki sejak pertengahan Agustus 2025.

Ia mengatakan, dirinya lagi bersantai di tengah perjalanannya. Tentu saja, hal itu bertujuan untuk menghilangkan rasa lelah.

Pemuda itu pun menunjukkan kondisi jalan di tempat dirinya beristirahat. Di momen ini, ia menjelaskan alasan ingin bertemu Sherly Tjoanda meski bermodalkan nekat jalan kaki.

"April lagi ngopi, Bu. Ini lokasinya, Bu, di sekitar sini, Bu. Tenang aja, Bu, April cuma ingin berjumpa sama ibu, pengin cuma foto aja, Bu," ucap pemuda asal Sumut tersebut.

Ia menepis asumsi liar dari publik. Pasalnya, aksi nekat berjalan kaki dari Pulau Sumatera hanya ingin mendapatkan simpati khususnya dari Gubernur Sherly.

"Enggak minta-minta bantuan atau apa, enggak, cuma minta foto aja," tegasnya.

Momen Bertemu Sherly Tjoanda

Dalam video lainnya yang viral di media sosial, April akhirnya bisa mewujudkan keinginannya. Ia bertemu dengan Sherly Tjoanda yang masih mengenakan pakaian dinasnya.

Mulanya April ditanya terkait asal-usul hingga titik awal keberangkatan perjalanannya. Ia mengatakan, dirinya berasal dari Sumut dan mulai berjalan kaki dari Gorontalo.

"Oh Sumatera Utara tapi dari Bengkulu jalan kaki, berapa hari?," tanya Sherly Tjoanda.

April mengaku waktu perjalanan yang ditempuh olehnya selama tujuh bulan. Hal itu berlangsung dari pertengahan 2025.

Gubernur Malut itu langsung terkejut mendengar pengakuan April. Sherly tidak bisa mengungkapkan sepatah kata terhadap upaya dilakukan oleh pemuda tersebut.

Sherly pun menerima permintaan pertama April. Ia dan pemuda asal Sumut tersebut bersalaman hingga berpose bersama.

"Kamu jalan kaki tujuh bulan? Boleh," ucap Sherly dengan ekspresi kaget.

April tidak mengungkapkan banyak permintaannya. Ia justru langsung meminta izin berpamitan untuk kembali ke Pulau Sumatera.

"Ini mau ke mana lagi?," tanya Sherly.

"Terima kasih banget, Bu. Ini mau ke Ternate lagi," jawab April.

Sherly mengira pemuda itu kembali menggunakan jalur penerbangan pesawat. Namun April menegaskan dirinya akan berjalan kaki sambil ngompreng untuk menuju Sumatera.

Pengakuan April semakin membuat Sherly terkejut. Gubernur Malut mendesak agar pemuda asal Sumut itu pulang menggunakan pesawat.

"Memang maunya begitu? Pesawat aja! Saya kasih tiket pesawat buat pulang," desak Sherly.

April mengaku tidak berani naik pesawat. Lagi pula, ia belum terbiasa bepergian jauh menggunakan maskapai penerbangan.

Sherly pun menawarkan agar April kembali menggunakan jalur laut. Ia memberikan biaya berupa uang untuk kebutuhan bisa sampai ke Bengkulu dengan selamat.

Lebih lanjut, Sherly masih terkejut atas aksi gila pemuda asal Sumut tersebut. Ia mempertanyakan alasan April pilih hanya bermodalkan jalan kaki demi bisa berjumpa dengannya.

April mengaku dirinya terbentur masalah ongkos. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki meski membutuhkan waktu selama tujuh bulan.

"Saya mampunya jalan kaki, Bu. Kalau kita pakai biaya, saya cuma modal nekat. Kebanyakan orang (kasih makan) di jalan, tapi kita enggak minta bantuan sama pejabat, cuma nekat aja," papar April.

Di balik itu, April mewakili masyarakat dari Sumatera. Ia menyampaikan banyak pesan dari warga Sumatera untuk Sherly Tjoanda.

"Saya sampaikan sumbang rasa, ibu. Kayak kita lihat ada kemanusiaan yang tinggi dari ibu. Makanya banyak salam-salam dari Sumatera," imbuhnya.

Menurutnya, tidak semua salam langsung sampai ke Sherly Tjoanda. Ia berpendapat untuk bertemu saja susah.

"Enggak gampang ketemu ibu, enggak mungkin saya ketemu. Tapi, alhamdulillah saya bisa ketemu," sebutnya dengan ekspresi bahagia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sherly pun juga mengirim salam untuk seluruh warga Sumut. Kemudian, Gubernur Malut tersebut memberikan uang sebagai bekal perjalanan menggunakan alat transportasi.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Menegangkan Bea Cukai Semarang Gagalkan Peredaran 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Detik-detik Menegangkan Bea Cukai Semarang Gagalkan Peredaran 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik menegangkan Bea Cukai Semarang menggagalkan penyelundupan 3,28 juta batang rokok ilegal, di Gerbang Tol Banyumanik,
KNPS Resmikan Taman Belajar di Huntara Senen, Anak-Anak Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

KNPS Resmikan Taman Belajar di Huntara Senen, Anak-Anak Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

Sebuah cara sederhana dilakukan anak-anak penghuni Huntara di Senen, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto,
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Alasan Satu JPO "Love-Hate Relationship" yang Viral di Rasuna Said Dibongkar: Tidak Ramah Disabilitas

Alasan Satu JPO "Love-Hate Relationship" yang Viral di Rasuna Said Dibongkar: Tidak Ramah Disabilitas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pembongkaran salah satu JPO di Jalan HR Rasuna Said, yakni karena tidak ramah disabilitas.
Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Kompetisi Liga Belanda dimulai, namun ujung hidung Mees Hilgers tak kunjung terlihat bersama FC Twente. Situasi tersebut tidak lepas dari persoalan kontrak yang membuat hubungan Hilgers dan klub asal Belanda itu memanas.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Timnas Esports Indonesia Tembus Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh, Ini 16 Negara yang Lolos

Timnas Esports Indonesia Tembus Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh, Ini 16 Negara yang Lolos

Indonesia memastikan tiket langsung ke Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh. Simak daftar 16 negara yang mendapat direct
Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Kompetisi Liga Belanda dimulai, namun ujung hidung Mees Hilgers tak kunjung terlihat bersama FC Twente. Situasi tersebut tidak lepas dari persoalan kontrak yang membuat hubungan Hilgers dan klub asal Belanda itu memanas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
KNPS Resmikan Taman Belajar di Huntara Senen, Anak-Anak Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

KNPS Resmikan Taman Belajar di Huntara Senen, Anak-Anak Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

Sebuah cara sederhana dilakukan anak-anak penghuni Huntara di Senen, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto,
Alasan Satu JPO "Love-Hate Relationship" yang Viral di Rasuna Said Dibongkar: Tidak Ramah Disabilitas

Alasan Satu JPO "Love-Hate Relationship" yang Viral di Rasuna Said Dibongkar: Tidak Ramah Disabilitas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pembongkaran salah satu JPO di Jalan HR Rasuna Said, yakni karena tidak ramah disabilitas.
Detik-detik Menegangkan Bea Cukai Semarang Gagalkan Peredaran 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Detik-detik Menegangkan Bea Cukai Semarang Gagalkan Peredaran 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik menegangkan Bea Cukai Semarang menggagalkan penyelundupan 3,28 juta batang rokok ilegal, di Gerbang Tol Banyumanik,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT