Di Hadapan Dedi Mulyadi, Adik Aman Yani Sebut Uyat Pernah Disuruh Ririn Menyamar Demi Cairkan Dana Pensiun
- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Kasus yang menyeret nama Aman Yani kini semakin panas dan penuh teka-teki. Di tengah sorotan publik, pengakuan terbaru dari pihak keluarga justru membuka lapisan baru yang mengejutkan. Di hadapan Dedi Mulyadi, adik Aman Yani blak-blakan mengungkap dugaan upaya penyamaran demi mencairkan dana pensiun.
Nama dedi mulyadi kembali menjadi perhatian setelah ia mengundang keluarga Aman Yani untuk memberikan keterangan terkait keterlibatan nama tersebut dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu.
Dalam pertemuan yang ditayangkan di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 5 Mei 2026, berbagai fakta dan kecurigaan mulai terkuak.
Adik Aman Yani mengungkapkan bahwa keluarganya sejak awal sudah mencurigai pergerakan ririn, terdakwa dalam kasus tersebut.
Kecurigaan itu muncul setelah adanya surat kuasa misterius serta informasi soal dana pensiun yang dinilai tidak transparan. Diketahui, aman yani sendiri telah hilang sejak tahun 2016.
Meski begitu, keluarga menyatakan siap jika Aman Yani benar-benar terbukti terlibat dalam kasus hukum. Namun di sisi lain, mereka juga merasa nama baiknya telah dicemarkan tanpa bukti kuat. Bahkan, keluarga telah melaporkan terdakwa ke polisi atas dugaan memberikan keterangan palsu atau fitnah.
Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berspekulasi, melainkan ingin menggali fakta yang sebenarnya.
“Iya saya nanti teliti dulu. Kalau semuanya kan nanti kewenangan penyidik. Iya. Kalau saya sih cuma ingin tahu, kakak saya kan ini kan ada opini aja karena kan perkara yang disampaikan perkara bukan di dalam pengadilan gitu loh. Iya artinya bukan dalam persidangan tapi di luar persidangan yang menjadi konsumsi publik. Maka saya juga ingin tahu agar publik mendapat informasi yang tepat apa sih peristiwa yang terjadi,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL (5/5/2026).
Saat diberi kesempatan untuk menambahkan keterangan, adik Aman Yani justru mengungkap fakta yang lebih mengejutkan. Ia menyebut bahwa Ririn pernah mendatangi Uyat dan meminta sesuatu yang dinilai melanggar hukum.
“Itu ngomong itu aja. Suruh ngaku jadi Kang Aman katanya ngambilnya. ‘Eh, itu mah hukum enggak boleh nanti Kang Uyat yang dipenjara kan namanya ada,’” ujar adik Aman Yani.
Dedi Mulyadi pun memastikan apakah permintaan tersebut sudah sampai tahap tindakan.
“Menandatangani?” tanya Dedi Mulyadi.
“Tidak, waktu itu belum, cuma baru disuruh,” jawab adik Aman Yani.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai tujuan penyamaran tersebut, jawabannya semakin memperjelas dugaan yang ada.
“Pencairan dana pensiun,” ungkapnya.
Beruntung, rencana tersebut tidak sampai terlaksana. Keluarga menilai ada kejanggalan dan memilih untuk tidak melanjutkan.
“Tapi belum sampai, enggak jadi. Karena kakak saya juga sudah mikir ini enggak benar. Terus konsultasi kan sama keluarga. Jangan, itu sudah enggak benar kan datanya ada, mukanya ada meskipun itu mirip,” jelasnya.
Tak hanya itu, kejanggalan lain juga muncul dari komunikasi yang mengatasnamakan Aman Yani.
“Nah, terus yang ngaku sebagai Aman Yani ini terus SMS-an terus kan, minta uang untuk bayarin utangnya sama orang Balongan tuh dari Rp80 juta sampai ke Rp10 juta. Jadi kata saya, ‘Coba telepon.’ Telepon tapi enggak diangkat,” ujar adik Aman Yani.
Keluarga juga mengaku sempat menerima nomor telepon dan alamat email yang diklaim milik Aman Yani. Namun, keanehan kembali terjadi.
“Tapi saat saya ketemu sama si Ririn ini, nomor ini enggak aktif sama email pun enggak aktif. Tapi begitu itu besoknya baru ada balasan dari email itu. Tapi nomor tetap tidak aktif,” ungkapnya.
Menanggapi rangkaian informasi tersebut, Dedi Mulyadi menilai kasus ini semakin berkembang luas dan tidak bisa dipandang sederhana.
“Nah, yang jelas bahwa peristiwa ini itu semakin meluas. Hari ini fokusnya tidak hanya di kasus pembunuhan yang terjadi hari ini, tetapi dengan disebutkannya nama Aman Yani yang dianggap dalam pengakuan terdakwa adalah pembunuhnya adalah Aman Yani. Tuh kan karena kuncinya kan Aman Yani,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga menambahkan bahwa nama-nama lain turut disebut, namun kunci utama tetap pada keberadaan Aman Yani.
“Setelah Aman Yani itu ada siapa lagi? Ada Joko, ada Yoga, ada Hadi. Tapi kan kuncinya di Aman Yani dulu. Nah, artinya memberikan ruang bagi penyidik untuk terus menggali ini sebagai informasi baru,” lanjutnya.
Dedi Mulyadi pun menegaskan bahwa semua informasi ini harus diuji melalui proses hukum yang profesional.
“Apakah informasi baru ini akan menguatkan atau melemahkan terhadap kasus yang sedang berjalan sekarang di pengadilan atau akan membuka kasus baru yaitu apakah Ahmad Yani itu ada, masih hidup atau sudah tiada dan sudah meninggal. Ya, kita jawab nanti. Biarkan fakta yang berbicara dan biarkan polisi bekerja secara profesional,” tutupnya.
(anf)
Load more